Saturday, March 26, 2011

Tahanan Tewas Dikeroyok di Dalam Sel




Ba'a (News Today) - Marthen Thine (50), seorang tahanan, tewas dikeroyok empat tahanan dan dua narapidana di Blok I Rumah Tahanan (Rutan) Ba'a, Rote Ndao, Selasa (22/3/2011) dini hari. Tewasnya Marthen menambah jumlah tahanan di NTT yang tewas di ruang tahanan.

Enam pelaku yang mengeroyok Marthen adalah Ferdi Fachrudin dan Deri Hermanus yang berstatus napi, serta Paulus Toudenga, Jefry Dillak, Veky Mbuik, dan Stefanus Mau yang berstatus tahanan.

Sekitar pukul 10.00 Wita, Selasa kemarin, aparat kepolisian dipimpin Wakil Kepala Polres Rote Ndao Kompol Ardi Sutrisno langsung melakukan olah TKP. Selanjutnya jenazah korban dibawa mobil ambulans ke RSUD Ba'a untuk divisum.

Sementara, keenam pelaku serta dua saksi yang melihat kejadian dibawa aparat kepolisian ke Mapolres Rote Ndao untuk diambil keterangan.

Kasat Reskrim Polres Rote Ndao Iptu David Candra Babega, yang ditemui terpisah di Rutan Ba'a, mengaku belum mengetahui persis kronologi kejadian sehingga tahanan tersebut meninggal. Pihak yang diduga terlibat akan dimintai keterangan atau diperiksa oleh penyidik kepolisian.

Dikatakan Babega, korban Marthen Thine berasal dari Desa Kuli, Kecamatan Lobalain. Saat ini korban berstatus sebagai tahanan kejaksaan dalam kasus pidana umum pencurian babi. Korban masuk ke Rutan Ba'a tanggal 14 Maret 2011 diantar kepolisian sebagai tahanan.

Kepala Rutan Ba'a Petrus Kally ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya menjelaskan, Marthen Thine meninggal dunia setelah dikeroyok enam pelaku yang terdiri dari dua narapidana dan empat tahanan. Penganiayaan dilakukan sekitar pukul 03.00 Wita dini hari. Diduga alasan pengeroyokan adalah dendam lama yang sudah terjadi sejak para pelaku dan korban belum masuk ke Rutan Ba'a.

Menurut Kally, di Rutan Ba'a saat ini terdapat 25 tahanan dan 50 napi. Karena kekurangan blok tahanan, selama ini tahanan dan napi digabung dalam satu blok dan ditempatkan di blok utama atau blok I yang ruangannya lebih besar. Para tahanan dan napi ini hanya dipisahkan antara tahanan/napi pria dan tahanan/napi wanita.

Menyinggung soal peristiwa pengeroyokan yang tidak diketahui petugas jaga malam, Kally mengatakan, petugas jaga malam sudah melakukan pengecekan pada pukul 01.00. Kemungkinan kekerasan terjadi sekitar pukul 03.00 Wita saat petugas jaga malam mulai mengantuk.

Kasus ini menambah panjang deret kasus kematian tahanan atau napi di wilayah ini. Sebelumnya, Paulus Usnaat tewas di Polsek Numpene, Timor Tengah Utara (TTU), awal April 2008. Sekian tahun kasus ini belum terungkap dan belum ada pelaku yang bertanggung jawab.

Di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Daniel Mellu (36), warga Kampung Naiolin, Desa Lobus, Kecamatan Toianas, meninggal dunia di 'tangan' polisi ketika ditahan. Mellu meninggal dunia, Senin (3/1/2011), setelah ditahan polisi di Pospol Toinas sehari sebelumnya karena kasus kekerasan dalam rumah tangga.

Source : kompas

0 komentar:

Post a Comment

Share

Twitter Facebook