Saturday, March 26, 2011

Belasan Tahun Hidup di Atas Ranjang




Dwi Romadhoni tergolek lemah di atas tempat tidur ditemani ayahnya. Hingga menginjak usia 18 tahun Dia selalu menjalani hari-hari di atas tempat tidur.

Bantul, Indonesia (News Today) - Hidup seorang warga pedukuhan Kiaran, Sumberagung, Jetis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, dirampas oleh kondisi kelainan tubuh yang dialami sejak bayi.

Karena lumpuh yang diderita sejak usia 1 tahun, Dwi Romadhoni (18) hingga kini terpaksa menjalani kehidupannya di atas tempat tidur. Anak kedua dari pasangan Mugiyono dan Pardilah ini tidak bisa berinteraksi dengan dunia luar karena kedua kakinya lumpuh akibat ketiadaan tulang ekor.

Jangankan untuk berdiri dan berjalan, sekadar duduk saja Dwi tidak mampu. Semua aktifitas Dwi mulai dari makan, minum, hingga buang hajat dilakukan di atas tempat tidur. Dan guna merawat dan melayani kebutuhan sehari-hari Dwi, dilakukan oleh kedua orang tuanya secara bergiliran.

Dikatakan oleh ayah Dwi, Mugiyono, kalau penyakit anaknya kemungkinan dikarenakan pada saat bayi dulu anaknya menderita sakit demam dan di tangan dan kakinya disuntik. "Sampai umur dua tahun anak saya kok gak bisa duduk. Mungkin pengaruh suntikan waktu bayi dulu," ujarnya.

Sementara ibunya, Pardilah, mengatakan, saat lahir anaknya normal dengan berat 3,2 kilogram. Tapi, menginjak usia 10 hari Dwi menderita demam tinggi sehingga dilarikan di rumah sakit.

Ironisnya lagi, Dwi ditempatkan tidak satu rumah dengan anggota keluarga yang lain, dan hanya dibuatkan sebuah bangunan kecil berukuran 4x3 meter terbuat dari kayu di pekarangan rumah, dan terpisah dengan rumah utama.

Kedua orang tua Dwi tak tahu sampai kapan kondisi anaknya seperti ini. Jika ada bantuan, keluarga miskin ini berharap anaknya bisa dilatih untuk bisa mandiri walau dengan keterbatasan fisik.

Source : kompas

0 komentar:

Post a Comment

Share

Twitter Facebook