"Ini sedang dipetakan, mana yang harus didahulukan. Saya kira kejaksaan dan kepolisian serius untuk mengurus itu semua," ujar Djoko di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (16/8/2011).
Nunun, kata Djoko, termasuk dalam 50 nama yang dicari sebagai koruptor. "Itu salah satu dari sekian banyak yang sedang dicari. Tetap yang bisa menentukan prioritas itu kejaksaan dan kepolisian," jelasnya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar. Ia mengungkapkan, Direktorat Jenderal Imigrasi juga tengah fokus untuk membantu kepolisian mencari keberadaan 50 koruptor tersebut. Nunun juga termasuk di dalamnya.
"Saya sudah perintahkan kepada Imigrasi mengenai semua buronan Indonesia. Imigrasi harus mengambil inisiatif untuk melacak orang-orang itu tanpa terkecuali," jelas Patrialis.
Seperti diketahui, Nunun Nurbaeti telah kabur dari Indonesia ke Singapura sejak Februari 2009. Dengan alasan sakit, istri mantan Wakapolri Komjen (Purn) Adang Daradjatun itu berangkat ke Singapura dan tak kembali lagi, bahkan setelah statusnya dijadikan tersangka. Sosialita itu terjerat dalam kasus dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, yang melibatkan 26 anggota DPR periode 1999-2004.
Source : kompas







0 komentar:
Post a Comment