Jakarta, Indonesia (News Today) - Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas angkutan mudik lebaran sejak H-8 hingga H+5 mencapai 820 orang. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan mengevaluasi penyebab kecelakaan lalu lintas tersebut. Menteri PU Djoko Kirmanto menjelaskan ada beberapa penyebab kemungkinan kecelakaan tersebut, khususnya saat menjelang dan selepas lebaran tahun ini.
"Kami akan lihat korban kecelakaan terbesar terjadi di wilayah mana, kemudian kami akan cari titik hitamnya," kata Djoko di Indonesia International Infrastructure Conference and Exhibitions (IIICE) di Jakarta Convention Center Jakarta, Rabu (29/8/2012).
Dengan bisa menentukan titik hitam, Djoko menambahkan pihaknya akan memperhatikan letak kondisi jalan, termasuk kondisi geometrinya. Di situ akan dapat diketahui penyebabnya apakah dari sisi kondisi jalan atau malah dari kondisi pemudik sendiri. Selain itu, pihaknya juga akan mengevaluasi di jalan mana saja kemungkinan terjadinya macet. Di situ akan bisa diketahui apakah kondisi jalan memang terlalu sempit, berbelok, tanjakan atau kemungkinan lainnya.
"Dua fokus itu sedang kami selidiki," tambahnya. Di sisi lain, pihak Kementerian PU juga akan memperhatikan kondisi penerangan khususnya di jalan-jalan yang sering terjadi kecelakaan. "Bisa jadi karena kurang penerangan. Tapi kami belum bisa menyimpulkan," jelasnya.
Sekadar catatan, data Korlantas Polri yang dirilis Posko Harian Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu 2012 hingga pukul 07.00 WIB pada 27 Agustus 2012 mengungkapkan jumlah korban tewas tersebut dari 4.704 kecelakaan lalu lintas.
Dari jumlah kecelakaan sebanyak itu, selain memakan korban jiwa, juga menyebabkan 1.366 pemudik luka berat, dan 4.474 pemudik luka ringan.
Jumlah kecelakaan harian terbanyak terjadi pada 23 Agustus yang mencapai 407 kecelakaan dengan menelan korban jiwa meninggal 74 orang, luka berat 129 orang, dan 436 orang luka ringan. Kerugian material dari jumlah kecelakaan tersebut ditaksir mencapai Rp 8,95 miliar selama periode 15 hari tersebut. Kerugian harian terbesar terjadi pada 25 Agustus yang ditaksir mencapai Rp 1,08 miliar.
"Kami akan lihat korban kecelakaan terbesar terjadi di wilayah mana, kemudian kami akan cari titik hitamnya," kata Djoko di Indonesia International Infrastructure Conference and Exhibitions (IIICE) di Jakarta Convention Center Jakarta, Rabu (29/8/2012).
Dengan bisa menentukan titik hitam, Djoko menambahkan pihaknya akan memperhatikan letak kondisi jalan, termasuk kondisi geometrinya. Di situ akan dapat diketahui penyebabnya apakah dari sisi kondisi jalan atau malah dari kondisi pemudik sendiri. Selain itu, pihaknya juga akan mengevaluasi di jalan mana saja kemungkinan terjadinya macet. Di situ akan bisa diketahui apakah kondisi jalan memang terlalu sempit, berbelok, tanjakan atau kemungkinan lainnya.
"Dua fokus itu sedang kami selidiki," tambahnya. Di sisi lain, pihak Kementerian PU juga akan memperhatikan kondisi penerangan khususnya di jalan-jalan yang sering terjadi kecelakaan. "Bisa jadi karena kurang penerangan. Tapi kami belum bisa menyimpulkan," jelasnya.
Sekadar catatan, data Korlantas Polri yang dirilis Posko Harian Tingkat Nasional Angkutan Lebaran Terpadu 2012 hingga pukul 07.00 WIB pada 27 Agustus 2012 mengungkapkan jumlah korban tewas tersebut dari 4.704 kecelakaan lalu lintas.
Dari jumlah kecelakaan sebanyak itu, selain memakan korban jiwa, juga menyebabkan 1.366 pemudik luka berat, dan 4.474 pemudik luka ringan.
Jumlah kecelakaan harian terbanyak terjadi pada 23 Agustus yang mencapai 407 kecelakaan dengan menelan korban jiwa meninggal 74 orang, luka berat 129 orang, dan 436 orang luka ringan. Kerugian material dari jumlah kecelakaan tersebut ditaksir mencapai Rp 8,95 miliar selama periode 15 hari tersebut. Kerugian harian terbesar terjadi pada 25 Agustus yang ditaksir mencapai Rp 1,08 miliar.
Source : kompas








0 komentar:
Post a Comment