New York (News Today) - Kontrak emas berjangka mengalami penurunan terbanyak dalam dua minggu menyusul adanya spekulasi bahwa Bank Sentral AS akan menunda rencana untuk mengeluarkan kebijakan stimulus moneter lanjutan karena terdapatnya tanda ekonomi AS sedang dalam pemulihan.Kontrak emas berjangka untuk pengantaran Desember jatuh 0,4 persen menjadi 1.669,7 dollar AS per troy ounce (setara dengan 31,1 gram) pada Selasa (28/8/2012) pukul 1:48 PM di Comex, New York. Ini penurunan terbesar sejak 14 Agustus 2012.
Kondisi perekonomian AS yang sedang dalam pemulihan ditunjukkan oleh harga perumahan di 20 kota di AS yang naik pada bulan Juni. Kenaikan itu pertama kali dalam hampir dua tahun. Sedangkan laporan Departemen Perdagangan AS untuk revisi pertama terhadap produk domestik bruto (PDB) kuartal kedua, besok, diprediksi Bloomberg akan menunjukkan pertumbuhan yang lebih cepat dari yang dillaporkan sebelumnya.
Pelaku pasar kini sedang menunggu apa yang akan disampaikan pimpinan Bank Sentral AS Ben S Bernanke pada beberapa hari ke depan. Bernanke dijadwalkan akan berbicara pada tanggal 31 Agustus mendatang pada pertemuan tahunan di Jackson Hole, Wyoming. "Pasar sedang berada dalam mode menunggu dan melihat menjelang pertemuan," ujar Frank McGhee, Head Dealer di Integrated Brokerage Services LLC, Chicago.
Untuk diketahui saja, harga emas sempat melonjak 70 persen dari Desember 2008 hingga Juni 2011 seiring dengan upaya Bank Sentral AS mempertahankan biaya pinjam pada rekor yang rendah, dan membeli obligasi senilai 2,3 triliun dollar AS dalam dua putaran yang disebut quantitative easing.
Source : kompas







0 komentar:
Post a Comment