Monday, June 18, 2012

Polisi Tangkap Buron Terakhir Kasus Gas Sarin




Serangan gas sarin pada tahun 1995 menewaskan 13 orang dan melukai enam ribu orang.

(News Today) - Kepolisian Jepang menangkap buron terkait kasus penyebaran gas sarin pada tahun 1995 lalu di stasiun kereta api bawah tanah Tokyo yang menewaskan 13 orang.

Penangkapan buron bernama Katsuya Takahashi itu menjadi akhir pencarian kepolisian Jepang selama 17 tahun terhadap orang-orang yang disangka terlibat dalam kasus tersebut.

Media di Jepang menyebutkan, polisi menangkapnya saat singgah di salah satu kafe di Tokyo.

Kepolisian Jepang mengerahkan ribuan anggotanya untuk mengejar Katsuya setelah awal pekan lalu dia melarikan diri dari rumah yang diawasi polisi.

Katsuya yang sekarang berusia 54 tahun dituding berperan mengendarai mobil yang membawa rekannya sesama anggota sekte agama Aum Shinrikyo ke stasiun kereta bawah tanah di Tokyo untuk melepas gas sarin pada pagi hari saat stasiun itu dipadati penumpang.

Sebelum menangkap Takahashi, polisi juga menangkap tersangka lainnya, Naoko Kikuchi, dua minggu lalu.

Hukuman mati

Wartawan BBC di Tokyo, Roland Buerk, mengatakan, informasi yang diberikan oleh Kikuchi telah membawa polisi sebuah firma konstruksi di Kawasaki, tempat Takahashi bekerja.

Dalam pengejaran itu, polisi berhasil menemukan tempat tinggal dan foto terakhirnya yang menuntun polisi untuk menangkap Takahashi.

Saat ini ada 200 orang anggota Aum Shinrikyo yang dinyatakan bersalah terkait dengan serangan gas sarin dan kejahatan lainnya. Sebanyak 13 orang lainnya saat ini tengah menunggu eksekusi hukuman mati.

Pemimpin kelompok itu, Shoko Asahara, telah dihukum mati pada bulan Maret lalu.

Aum Shinrikyo awalnya merupakan kelompok spiritual yang menggabungkan ajaran Buddha dan Hindu yang mulai dikembangkan pada tahun 1980-an.

Belakangan kelompok ini terus berkembang dan mulai menyebarkan ajaran yang menunjukkan obsesi begitu kuat, bahkan paranoid terhadap hari kiamat.

Jauh setelah peristiwa gas sarin, kelompok ini kembali muncul dengan jati diri yang baru dan menyebut sebagai kelompok Aleph yang beroperasi sebagai kelompok spiritual.

Source : BBC Indonesia

0 komentar:

Post a Comment

Share

Twitter Facebook