Saturday, May 5, 2012

Tahanan "Terlupakan" Terpaksa Minum Urine




Daniel Chong dikurung di dalam sel terkait kasus narkoba. Ternyata dia "dilupakan" dan dibiarkan tanpa makanan dan minum selama lima hari.

(News Today) - Seorang pemuda yang dikurung di sel tahanan selama lima hari terpaksa minum urine sendiri agar bisa bertahan hidup.

Daniel Chong terjaring dalam sebuah razia narkoba di San Diego pada 21 April lalu. Dia kemudian dikurung di sebuah sel berukuran 1,5X3 meter. Malangnya, pemuda itu seperti terlupakan.

Tidak ada ransum makanan ataupun minuman untuknya. Bahkan sel itupun tidak dilengkapi toilet. Chong mengaku, pada hari ketiga di dalam sel, dia mulai berhalusinasi.

Katanya dia melihat makhluk-makhluk kecil mirip karakter kartun Jepang yang menyuruhnya melubangi dinding untuk mendapatkan air. Karena itu, dia langsung merobek pinggiran plastik di dinding sel.

"Saya merobek dinding dan menunggu ada air mengalir dari situ," kata mahasiswa University of California itu kepada AP tiga hari setelah dia meninggalkan rumah sakti tempat dia dirawat karena dehadrasi dan gagal ginjal.

"Saya tidak bisa menjelaskan halusinasi itu dengan baik karena tidak ada satupun yang masuk akal," lanjut pemuda 23 tahun itu.

"Saya merasa seperti kehilangan akal," lanjutnya kemudian.

Empat hari kemudian dia ditemukan para petugas Drug Enforcement Administration (DEA) menemukannya secara tidak sengaja. Chong ditemukan dalam keadaan penuh kotoran.

Para pejabat DEA kini menyelidiki mengapa Chong dibiarkan di dalam sel begitu lama.

Menurut Chong, para penangkapnya tidak pernah kembali ke sel, mengabaikan jeritan saya dan saya masih belum tahu yang terjadi. Saya tidak tahu bagaimana mereka bisa melupakan saya," katanya.

Menurut DEA, Chong merupakan satu dari sembilan orang yang ditahan dari sebuah rumah. Dari rumah itu, para agen DEA menemukan 18.000 butir ekstasi, juga sejumlah mariyuana, dan beberapa jenis obat-obatan lain serta sejumlah senjata api.

Kepala DEA San Diego Willam Sherman mengatakan, Rabu (3/5/2012), menyatakan "sangat menyesali insiden yang terjadi pekan lalu" itu. "Saya menyatakan permintaan maaf yang sebesar-besarnya pada pemuda itu dan bahwa kejadian itu tidak menunjukkan standar tinggi yang saya tekankan pada anak buah saya," katanya.

Dalam konferensi pers, Selasa (1/5/2012), Chong mengatakan, agen-agen DEA sempat memeriksanya pada tanggal 21 April itu, namun kemudian mereka bilang dia boleh pulang. Lalu seorang anggota DEA menawarkan untuk mengantarnya pulang.

Entah apa yang terjadi, bukannya diantar pulang, Chong "secara tak sengaja ditinggalkan di dalam sel," kata seorang pejabat DEA.

Saat itu Chong mengaku mendengar kesibukan para petugas DEA dan tahanan lain. Dia menjerit dan menendang pintu, tapi tidak ada tanggapan sama sekali.

Saat dia ditemukan, Chong meracau dan nyaris mengalami gagal ginjal, kata pengacaranya, Eugene Iredale. Dia kemudian dilarikan ke rumah sakit dan dirawat selama tiga hari di ICU.

Chong mengaku berusaha "mentato" tulisan "Sorry Mom" di lengannya dengan pecahan lensa kacamatanya.

Iredale mengatakan menuntut DEA sebesar 20 juta dollar AS pada Rabu dengan alasan perlakuan yang diterima kliennya tergolong penyiksaan berdasarkan hukum AS dan internasional. "Dia hampir mati. Jika dia berada di tempat itu 12 atau 24 jam lebih lama, dia pasti sudah tewas," katanya.

Kepada AP, Chong mengaku pergi ke rumah seorang temannya pada 20 April untuk "teler". Malam itu dia tidur di situ dan sekitar pukul 10 pagi, sejumlah petugas dari DEA menyerbu dan menangkap sembilan orang di dalamnya, termasuk Chong.

Source : The Telegraph

0 komentar:

Post a Comment

Share

Twitter Facebook