Jakarta, Indonesia (News Today) - Seorang sopir bernama Ikhsan Dadianto Putro (40) ditemukan tak bernyawa di dalam mobil Toyota Avanza. Diduga Ikhsan yang berprofesi sebagai sopir tersebut tewas karena kehabisan oksigen saat tidur di dalam mobil.
"Ditemukan meninggal tapi dugaan paling besar kehabisan oksigen," kata Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta Kompol Roberto saat dihubungi detikcom, Rabu (9/5/2012).
Roberto mengatakan Ikhsan ditemukan tak bernyawa pada 8 Mei pukul 18.20 WIB oleh petugas sekuriti PT Angkasa Pura II. Petugas tersebut menemukan tubuh Ikhsan di dalam mobil yang terparkir di Terminal 2. Saat itu mobil dengan nomor polisi B 7278 AL yang ditiduri Ikhsan dalam posisi terkunci.
"Kunci dalam posisi on, jarum bensin dalam posisi E (empty/kosong), dan tombol knob AC di angka 1. Kayaknya ketiduran, bensin habis, terus bablas (meninggal-red)," ujarnya. Ada bercak darah keluar dari mulutnya.
Menurut Roberto, Ikhsan yang merupakan sopir PT Proses Bina Tama ini diketahui masuk ke tempat parkir tanggal 6 Mei. Ikhsan hendak menjemput seorang tamu. Tamu tersebut sempat menghubungi Ikhsan namun Ikhsan tidak mengangkat ponselnya.
"HP-nya sampai mati. Mayatnya hampir membusuk juga. Kalau lihat dari posisi dia lagi tidur," jelasnya.
Polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh Ikhsan. Jenazah Ikhsan sudah dibawa keluarga ke Solo, tadi malam.
"Keluarga nggak mau diautopsi. Keluarga Sudah menerima keadaan, langsung dibawa ke Solo ke kediamannya," ucapnya.
"Ditemukan meninggal tapi dugaan paling besar kehabisan oksigen," kata Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta Kompol Roberto saat dihubungi detikcom, Rabu (9/5/2012).
Roberto mengatakan Ikhsan ditemukan tak bernyawa pada 8 Mei pukul 18.20 WIB oleh petugas sekuriti PT Angkasa Pura II. Petugas tersebut menemukan tubuh Ikhsan di dalam mobil yang terparkir di Terminal 2. Saat itu mobil dengan nomor polisi B 7278 AL yang ditiduri Ikhsan dalam posisi terkunci.
"Kunci dalam posisi on, jarum bensin dalam posisi E (empty/kosong), dan tombol knob AC di angka 1. Kayaknya ketiduran, bensin habis, terus bablas (meninggal-red)," ujarnya. Ada bercak darah keluar dari mulutnya.
Menurut Roberto, Ikhsan yang merupakan sopir PT Proses Bina Tama ini diketahui masuk ke tempat parkir tanggal 6 Mei. Ikhsan hendak menjemput seorang tamu. Tamu tersebut sempat menghubungi Ikhsan namun Ikhsan tidak mengangkat ponselnya.
"HP-nya sampai mati. Mayatnya hampir membusuk juga. Kalau lihat dari posisi dia lagi tidur," jelasnya.
Polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh Ikhsan. Jenazah Ikhsan sudah dibawa keluarga ke Solo, tadi malam.
"Keluarga nggak mau diautopsi. Keluarga Sudah menerima keadaan, langsung dibawa ke Solo ke kediamannya," ucapnya.
Source : Detik








0 komentar:
Post a Comment