Thursday, March 1, 2012

Tangisan Haru dan Penerima Oscar Tertua




OLEH SUSIE BERINDRA

(News Today) - Aktris Octavia Spencer dan Christopher Plummer meraih Piala Oscar di ajang Academy Awards 2012 di Los Angeles. Spencer meraih gelar aktris pemeran pendukung terbaik, sedangkan Plummer menyabet aktor pemeran pendukung terbaik. Ini merupakan piala Oscar pertama bagi mereka.

Suasana haru menyelimuti ajang Academy Awards 2012 saat Spencer (39) menerima piala Oscar. Aktingnya dalam film The Help dinilai pantas untuk mendapat penghargaan tertinggi di dunia perfilman Amerika Serikat itu. Di Kodak Theater Hollywood, Spencer mendapatkan tepuk tangan panjang dari semua penonton yang berdiri. Sebelum Oscar kali ini, Spencer tak pernah dinominasikan dalam Academy Awards.

Spencer pun terlihat emosional. Dia juga meneteskan air matanya. ”Terima kasih kepada Academy yang telah memilih aku,” katanya.
Spencer tak kuasa melanjutkan kata-katanya. ”Aku akan turun panggung, aku panik. Terima kasih dunia.”

Tak kurang dari 16 penghargaan dan enam nominasi telah diraih Spencer untuk film yang sama. Terakhir, Februari 2012, Spencer mendapat penghargaan Pemeran Pendukung Terbaik dalam The British Academy of Film and Television Arts (BAFTA) 2012.

Dalam film The Help, Spencer berperan sebagai Minny Jackson. Film yang berlatar tahun 1960-an di Mississippi itu mengisahkan tiga wanita, yaitu Aibilleen Clark (Viola Davis), Minny Jackson (Octavia Spencer), dan Eugenia ”Skeeter” Phelan (Emma Stone). Film ini menceritakan bagaimana kehidupan pada awal tahun 1960-an saat masyarakat masih membedakan antara ras hitam dan putih.

Spencer lebih unggul bila dibandingkan dengan pemeran utama The Help, Viola Davis yang menjadi nominasi aktris terbaik. Davis kalah bersaing dengan aktris pemeran utama terbaik Meryl Streep yang cemerlang berperan di Iron Lady.

Di kalangan tenaga kerja domestik, Spencer dianggap mendapat kemenangan yang membanggakan untuk pembantu rumah tangga di mana pun berada. Di sisi lain, Spencer merasa pihak yang mendapatkan keuntungan dari kebijakan hak-hak sipil warga Afrika-Amerika pada tahun 1960-an. Dia memang dilahirkan dari seorang ibu yang mencari nafkah sebagai pembantu.

Anak keenam dari tujuh bersaudara itu mengawali karier aktingnya sebagai seorang perawat dalam film A Time to Kill yang mengangkat cerita novel John Grisham. Setelah itu, Spencer mendapat peran-peran kecil dalam beberapa film.

Beberapa kali, Spencer juga menjadi bintang tamu dalam film seri, seperti Raising the Bar, CSI: Crime Scene Investigation, dan NYPD Blue. Tetapi, dia menjadi lebih terkenal saat berakting sebagai Serenity Johson dalam Halfway Home dan sebagai Constance Grady dalam Ugly Betty.

Saat mengisi kuesioner dari The Academy of Motion Picture Arts and Sciences, Spencer menjawab, ibunya banyak memengaruhi kehidupannya. ”Saat pertama kali bisa melihat televisi, aku ingin berakting dan membuat film. Ibuku berkata kami bisa menjadi apa pun yang kami mimpikan. Dia mengatakan, bermimpilah sampai ke bulan dan bila kamu bisa mendarat di salah satu bintang, kamu akan baik-baik saja,” kata Spencer.

Spencer bertekad akan terus berakting, tetapi juga ingin menghasilkan sesuatu yang benar-benar murni dari dirinya. ”Aku tidak mempunyai target untuk apa yang kulakukan. Aku ingin menjadi produser. Aku ingin menjadi aktivis. Aku ingin proaktif memberi pekerjaan kepada semua orang,” katanya.
Christopher Plummer

Satu jam setelah Spencer membawa suasana haru, aktor Christopher Plummer menjadi orang berikutnya yang berbahagia. Plummer meraih penghargaan untuk aktingnya dalam film Beginners. Dia pun menjadi pemenang dengan usia tertua dalam ajang Academy Awards, yaitu 82 tahun.

Dalam film Beginners, Plummer memerankan Hal Fields, duda yang harus berterus terang kepada anaknya bahwa dia adalah seorang gay dan Arthur Christopher Orme Plummer menderita kanker stadium akhir. Sebelum mendapat Oscar, akting Plummer juga mendapatkan penghargaan dalam ajang Golden Globe dan BAFTA.

Meski tak muda lagi, penampilannya bisa mengalahkan nomine lainnya, seperti Kenneth Branagh (My Week with Marilyn), Jonah Hill (Moneyball), Nick Nolte (Warrior ), dan Max von Sydow (Extremely Loud & Incredibly Close).

Saat berada di panggung, Plummer memandang piala sambil berkata, ”Kamu hanya berbeda dua tahun dari aku, sayang. Ke mana saja kamu selama ini. Aku mengaku, ketika pertama kali dilahirkan dari rahim ibuku, aku sudah belajar berpidato untuk Oscar ini.”

Dia pun mendapat tepuk tangan meriah dari hadirin Academy Awards ke-84 ini. Plummer merupakan artis asal Kanada yang sudah meraih banyak penghargaan di negerinya sendiri ataupun di beberapa negara, seperti Inggris, AS, dan Austria. Dia mengawali kariernya dengan menjadi pemain teater, film, dan aktor televisi.

Pertama kali bermain film pada tahun 1958, dengan judul Stage Struck. Tahun 1965, Plummer berperan sebagai duda Captain Georg Ludwig von Trapp dalam film Sound of Music. Film itulah yang melambungkan namanya.

Tak hanya berakting, Plummer pun mempunyai kegiatan lain, yakni menulis. Dia dan Sir Neville Marriner pernah menulis ulang kisah Shakespeare’s Henry V.

Sebelum Plummer, George Burns yang berusia 80 tahun pada tahun 1975 meraih Oscar untuk permainannya dalam The Sunshine Boys dan Jessica Tandy (80) meraih Oscar 1998 untuk aktingnya dalam Driving Miss Daisy.

”Kukira Charlie Chaplin yang paling tua menerima Oscar, yaitu pada usia 83 tahun. Bukankah begitu? Maksudku, penghargaan penghormatan dari Academy Awards, apa pun adalah Oscar,” ungkap Plummer setelah menerima Oscar.

Siapa pun yang mendapatkan piala paling bergengsi di dunia ini tentu saja akan sangat bangga. Bahkan, mereka pun ingin mengulanginya. Seperti yang disampaikan Plummer, ”Piala ini membuatku semakin bersemangat dan aku berharap bisa mendapatkan lagi, sepuluh tahun mendatang.”

Source : kompas

0 komentar:

Post a Comment

Share

Twitter Facebook