Thursday, March 1, 2012

Jero: Pemerintah dan Rakyat Berkorban




Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik (kanan) didampingi Wakil Menteri Widjajono Partowidagdo mengadakan jumpa pers di Kantor ESDM, Jakarta, Senin (20/2/2012).

Jakarta, Indonesia (News Today) - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik, mengatakan pemerintah dan rakyat sama-sama berkorban dalam mengamankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pasalnya, sejumlah asumsi yang dipatok dalam anggaran itu sudah melenceng seiring dengan perubahan kondisi ekonomi global.

"Arahan Pak Presiden yang perlu saya sampaikan juga, kalau kantong kita kempes maka jangan rakyat saja disuruh berkorban. Pemerintah harus juga berkorban," ujar Jero, usai menghadiri rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, di DPR, Selasa (28/2/2012) malam.

Ia menyebutkan, pengorbanan pemerintah yakni dengan mengurangi APBN di kementerian. Maksudnya, pemerintah dapat menunda proyek yang belum mendesak untuk dikerjakan. Penundaan proyek-proyek pemerintah ini ditujukan untuk menyelamatkan APBN. "Proyek-proyek atau pembangunan gedung yang bisa ditunda ke tahun 2013, tundalah," tambah dia.

Pengetatan anggaran ini tidak lain sebagai upaya menyesuaikan APBN karena perubahan ekonomi global. Jero menyebutkan, sejumlah asumsi dalam APBN 2012 sudah melenceng jauh. Salah satunya adalah asumsi harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) yang dipatok 90 dollar AS per barrel. Padahal ICP per Januari 2012 saja sudah mencapai angka 115 dollar AS per barrel.

Sekalipun berusaha irit, tapi pemerintah tetap berjanji untuk melindungi masyarakat miskin. Akan ada kompensasi yang diberikan oleh pemerintah. Kompensasi itu direncanakan meliputi pangan, pendidikan, hingga transportasi. "APBN ini perlu diselamatkan karena ini masa depan negara kita," tegasnya.

Oleh karena itu, pemerintah sekarang ini sedang berusaha menyesuaikan APBN dengan melakukan perubahan terhadap sejumlah asumsinya.

Source : kompas

0 komentar:

Post a Comment

Share

Twitter Facebook