Monday, September 12, 2011

Bus Sumber Kencono Dipelesetkan Jadi "Sumber Bencono"




Surabaya, Indonesia (News Today) - Akibat seringnya mengalami kecelakaan, masyarakat pun memelesetkan Bus Sumber Kencono menjadi sumber bencono atau sumber bencana. Pelesetan itu telah menjadi stigma negatif terhadap bus tersebut.

Terakhir, Bus Sumber Kencono bernomor polisi W 7181 UY bertabrakan dengan minibus Elf AG 7103 ML di jalan bypass Mojokerto, Senin (12/9/2011) dini hari, yang mengakibatkan 19 orang tewas dan beberapa luka-luka.

Pada Mei lalu, Bus Sumber Kencono terlibat kecelakaan dengan truk yang mengangkut buruh tebu di Desa Pajaran, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, yang mengakibatkan 10 orang tewas dan 3 luka-luka. Dalam kecelakaan itu dipastikan pihak sopir Bus Sumber Kencono salah karena menyalip dari sebelah kiri.

Selama kurun 2009-210 terjadi beberapa kali kecelakaan yang melibatkan Bus Sumber Kencono dengan total korban meninggal dunia 23 orang. Termasuk saat dua Lebaran lalu ketika Bus Sumber Kencono akhirnya dibakar massa karena menabrak sepeda motor di Ngawi.

Sebagian masyarakat memilih tidak mau menaiki Bus Sumber Kencono karena rekam jejak yang buruk (angka kecelakaan tinggi).

"Dibayari dan diberi makan sekalipun saya tidak mau kalau harus naik Sumber Kencono. Saya benar-benar kapok. Pernah saya naik dari Caruban (Madiun) ke Surabaya. Sopirnya ugal-ugalan. Jalannya bus kayak setan. Perut rasanya kayak dikocok. Penumpang seperti gabah ditampi. Sopir tidak mengindahkan peringatan penumpang agar berhati-hati dan memperlambat mobilnya," ujar Diyah, warga Desa Kaligunting, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun.

Hal senada disampaikan Yaris, warga kota Malang. Saya trauma betul naik Sumber Kencono. Perjalanan Surabaya-Madiun walau hanya sekitar 3,5 jam, rasanya seperti sehari penuh. Mau ganti bus sudah tidak punya uang. Sumpah selamanya saya tidak akan naik sumber bencono itu, katanya.

Pelesetan yang kemudian menjadi stigma ini semakin memperkuat seruan Gubernur Jatim Soekarwo, setelah Sumber Kencono kecelakaan di Saradan, agar izin trayek bus itu dicabut. Seruan itu kini diulangi Wakil Gubernur Jatim Saifulah Yusuf.

Source : kompas

0 komentar:

Post a Comment

Share

Twitter Facebook