Jakarta, Indonesia (News Today) - Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen membenahi sistem transportasi di DKI Jakarta. Disadari saat ini masalah lalu lintas, seperti kemacetan, sudah parah. ”Kami bersama-sama dengan Gubernur DKI Jakarta masih berupaya emaksimal mungkin membenahi sistem transportasi, baik itu MRT (mass rapid transit), monorel, dan sebagainya. Kami sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mengurai masalah kemacetan,” ujar Menteri Perhubungan Freddy Numberi kepada para wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (24/3/2011).
Hal ini disampaikan menanggapi kritikan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri terkait sistem transportasi di Indonesia. Politisi Partai Demokrat ini mengatakan, dalam waktu dekat Kemhub akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait sistem transportasi di Ibu Kota. Dikatakan pula perlu ada peraturan-peraturan baru yang dibuat untuk membenahi sistem transportasi di DKI Jakarta.
Secara terpisah, Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha juga mengakui sistem transportasi di DKI Jakarta perlu segera dibenahi.
Seperti diwartakan, Megawati menyayangkan sikap pemerintah yang dinilainya selalu mengulur-ulur waktu untuk membangun infrastruktur jalan hingga pelosok Nusantara. Padahal, masyarakat sangat membutuhkannya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup mereka dan menggerakkan perekonomian.
Megawati menilai pemerintah lamban menentukan prioritas hanya karena perdebatan soal kualitas infrastruktur. ”Misalnya, bisakah aspal hotmix sampai jalan-jalan hingga kabupaten atau desa. Kalau pakai aspal Buton diolah lagi bisa? Bisa, tapi itu mutunya jelek. Saya katakan, enggak perlu mutu dulu. Yang penting ada jalan. Seperti pepatah bilang tiada rotan akar pun jadi,” kata Megawati ketika membuka seminar nasional PDI-P bertajuk ”Pembangunan Infrastruktur Transportasi untuk Menyejahterakan Rakyat” di Gedung MPR/DPR hari ini.
Menurut Ketua Umum PDI-P ini, memang penting untuk menghitung kebutuhan infrastruktur yang akan dibangun dan kekuatan keuangan dalam negeri untuk membiayainya. Hanya saja, jika memang dibutuhkan, menurut Mega, uang pasti bisa dicari. Pemerintah seharusnya fokus pada prioritas-prioritas pembangunan infrastruktur sesuai kebutuhan masyarakat serta cara untuk mewujudkannya, apakah digilir sesuai prioritas atau dilakukan secara simultan.
”Contoh yang paling konkret adalah India. Ketika saya bertemu dengan Presiden dan Perdana Menterinya, saya tanya sekian juta orang India kok bisa bekerja terus. Waktu itu, Perdana Menteri bilang bahwa filosofi kami adalah selalu bergerak dengan apa pun juga. Kalau ada pedati, kuda, motor, mobil, apa saja, kami bergerak. Lalu jejaring jalan, kalau ada kerikil, tanah, aspal, ya apa saja yang ada, kami gunakan,” ujarnya.
Hal ini disampaikan menanggapi kritikan mantan Presiden Megawati Soekarnoputri terkait sistem transportasi di Indonesia. Politisi Partai Demokrat ini mengatakan, dalam waktu dekat Kemhub akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait sistem transportasi di Ibu Kota. Dikatakan pula perlu ada peraturan-peraturan baru yang dibuat untuk membenahi sistem transportasi di DKI Jakarta.
Secara terpisah, Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha juga mengakui sistem transportasi di DKI Jakarta perlu segera dibenahi.
Seperti diwartakan, Megawati menyayangkan sikap pemerintah yang dinilainya selalu mengulur-ulur waktu untuk membangun infrastruktur jalan hingga pelosok Nusantara. Padahal, masyarakat sangat membutuhkannya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup mereka dan menggerakkan perekonomian.
Megawati menilai pemerintah lamban menentukan prioritas hanya karena perdebatan soal kualitas infrastruktur. ”Misalnya, bisakah aspal hotmix sampai jalan-jalan hingga kabupaten atau desa. Kalau pakai aspal Buton diolah lagi bisa? Bisa, tapi itu mutunya jelek. Saya katakan, enggak perlu mutu dulu. Yang penting ada jalan. Seperti pepatah bilang tiada rotan akar pun jadi,” kata Megawati ketika membuka seminar nasional PDI-P bertajuk ”Pembangunan Infrastruktur Transportasi untuk Menyejahterakan Rakyat” di Gedung MPR/DPR hari ini.
Menurut Ketua Umum PDI-P ini, memang penting untuk menghitung kebutuhan infrastruktur yang akan dibangun dan kekuatan keuangan dalam negeri untuk membiayainya. Hanya saja, jika memang dibutuhkan, menurut Mega, uang pasti bisa dicari. Pemerintah seharusnya fokus pada prioritas-prioritas pembangunan infrastruktur sesuai kebutuhan masyarakat serta cara untuk mewujudkannya, apakah digilir sesuai prioritas atau dilakukan secara simultan.
”Contoh yang paling konkret adalah India. Ketika saya bertemu dengan Presiden dan Perdana Menterinya, saya tanya sekian juta orang India kok bisa bekerja terus. Waktu itu, Perdana Menteri bilang bahwa filosofi kami adalah selalu bergerak dengan apa pun juga. Kalau ada pedati, kuda, motor, mobil, apa saja, kami bergerak. Lalu jejaring jalan, kalau ada kerikil, tanah, aspal, ya apa saja yang ada, kami gunakan,” ujarnya.
Source : kompas








0 komentar:
Post a Comment