Warga mencari ikan diantara tumpukan sampah dari Kali Cipinang, Jakarta Timur, Kamis (15/7/2010). Sampah dari Kali Cipinang lambat laun mengotori Banjir Kanal Timur yang telah tembus ke laut Marunda di Jakarta Utara. Jakarta, Indonesia (News Today) - Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta mulai melakukan kegiatan membersihkan sampah di sepanjang Kanal Banjir Timur (KBT). Pembersihan sampah ini dilakukan agar aliran air dari Kali Cipinang, Sunter, Buaran, Jati Kramat, dan Cakung bisa tertampung dan dibuang ke laut. Kegiatan pembersihan sampah yang memakan waktu empat bulan mulai Februari 2011 tersebut membutuhkan dana Rp 3 miliar.
Hal ini diungkapkan Kepala Bidang Pemeliharaan Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum Tarjuki, Kamis (24/3/2011) di Jakarta. "Waktu pengerjaan diperkirakaan empat bulan dan dilakukan dalam tiga bagian. Dua semester pertama tahun 2011, semester berikutnya 2012. Dana yang dibutuhkan mencapai Rp 3 miliar," ucap Tarjuki.
Alokasi dana semester pertama sebesar Rp 1,5 miliar. Sisanya akan digabungkan dalam dana multitahun hingga 2012. "Untuk yang semester kedua akan dilakukan lelang pembersihan sampah di KBT sehingga ke depan pembersihan KBT akan dikelola pihak ketiga. Untuk yang sekarang ini dilakukan dengan swakelola," katanya.
Adapun proses pembersihan sampah yang dilakukan yakni dengan mengangkut 86,94 meter kubik sampah per hari. Sebanyak 50 petugas dikerahkan untuk melakukan pembersihan ini. "Sampah yang diambil difokuskan di lima titik sepanjang 23 kilometer," ujar Tarjuki.
Kelima titik itu adalah di jembatan Jalan Cipinang Indah, jembatan Jalan Pembina, jembatan Jalan H Miran, jembatan Jalan Rawa Bebek, dan Pintu Air Malaka.
Selain itu, Tarjuki menjelaskan bahwa pihaknya sudah memasang sekat bambu untuk membantu pengangkutan sampah. "Alat yang digunakan berupa rakit yang ditempatkan di beberapa titik," ucap Tarjuki.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Ery Basworo menyadari bahwa sampah di KBT cukup banyak sehingga rawan menyumbat aliran sungai yang akan dibuang ke laut. Ery menyalahkan banyaknya warga yang masih tidak disiplin dan membuang sampah sembarangan di lokasi itu. "Kalau tidak banyak yang membuang sampah ke sana, kapasitas KBT lebih besar dan aliran air bisa lebih lancar," tandasnya.
Source : kompas







0 komentar:
Post a Comment