Kedua buku itu ditulis Sari Pusparini Soleh dan diterbitkan PT Remaja Rosdakarya. Buku-buku itu ditemukan bersama dengan buku bantuan dana alokasi khusus (DAK) lainnya di SMP Muhammadiyah Slawi.
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Tegal Dimyati, Selasa (25/1/2011), mengatakan, sebenarnya substansi dari bantuan DAK adalah untuk peningkatan mutu pendidikan.
”Seharusnya, pemerintah memberikan bantuan buku-buku pelajaran atau pengayaan mata pelajaran untuk siswa. Apalagi Kabupaten Tegal masih membutuhkan buku-buku pelajaran,” ujarnya.
Buku-buku tentang SBY, lanjutnya, merupakan buku referensi yang sumber dananya dari DAK.
”Apabila sumber pembiayaan buku tersebut berasal dari uang pribadi SBY, tidak masalah buku itu dibagikan ke sekolah-sekolah. Akan tetapi, apabila menggunakan DAK, buku-buku itu harus ditarik,” tuturnya, Selasa (25/1/2011) kemarin.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Tegal Waudin mengatakan, pihaknya sedang mengkaji manfaat buku-buku tersebut bagi siswa. Apabila isinya bermanfaat bagi siswa, buku itu masih tetap bisa digunakan. Namun, apabila tidak bermanfaat, pihaknya akan memberikan masukan kepada pemerintah pusat serta meminta buku-buku itu segera ditarik.
”Yang perlu diketahui, Dikpora Kabupaten Tegal tidak pernah memesan buku-buku tersebut,” kata Waudin.
Source : kompas







0 komentar:
Post a Comment