Thursday, September 23, 2010

JK: Masalah Listrik di Indonesia Tak Pernah Selesai




Yogyakarta, Indonesia (News Today) - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan kebijakan ekonomi Indonesia terutama bidang energi masih lemah. Akibatnya harga energi di dalam negeri jauh lebih tinggi dan lebih mahal dibanding dengan negara lain.

"Contohnya PLN, untuk kebutuhan listrik kita itu ibarat sudah ada di lampu merah. Biayanya lebih tinggi dibanding energi lain," kata Jusuf Kalla dalam acara talk show dalam rangka Lustrum XI Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Unievrsitas Gadjah Mada (UGM) di Hyatt Regency Hotel, di Jl Paladan Tentara Pelajar, Kamis (23/9/2010).

Menurut JK lemahnya kebijakan ekonomi di Indonesia itu terjadi karena beberapa hal. Salah satunya diantaranya adalah kebijakan energi yang masih lemah sehingga harga energi di dalam negeri jauh lebih tinggi dibanding dengan negara lain.

"Ini mengakibatkan daya saing kita menurun. Bayangkan, membeli energi saja kita sudah mengeluarkan cost yang tinggi. Sementara itu kita juga menjual energi keluar negeri seperti gas ke negara lain dengan harga yang murah," katanya.

Dia mengatakan ada tiga hal yang membuat ekonomi Indonesia mahal. Pertama, bunga yang sangat tinggi mencapai 12-14 persen. Sedangkan negara lain seperti China hanya sekitar 5 persen setahun.

Kedua, energi yang mahal terutama masalah listrik. Ketiga, adalah biaya infrastruktur yang mahal. "Soal listrik sejak saya dulu sampai sekarang belum teratasi, saya juga tidak tahu berhentinya di mana," ungkap JK.

JK menambahkan tahun 2010 ini, Indonesia hanya menempati urutan ke 8 dalam hal pertumbuhan ekonomi di tingkat Asean. Sedang urutan pertama masih ditempati oleh Singapura. Indonesia hanya berada di atas Birma dan Myanmar.

"Mungkin ada yang salah dengan kebijakan ekonomi kita ini. Saran saya harus berani melakukan perubahan. Jangan takut dengan aturan. Peraturan itu yang membuat kita. Itu bisa kita perbaiki. Undang-Undang Dasar saja bisa kita ubah, kenapa undang-undang atau peraturan lainnya tidak. Itu kan yang membuat kita. Yang penting harus berani dengan catatan pemimpinnya harus berani bertanggung jawab," pungkas JK.

Source : detikNews

0 komentar:

Post a Comment

Share

Twitter Facebook