Saturday, November 1, 2014

ISIS Tawarkan Uang, Bocah Austria Siap Ledakkan Stasiun KA





Stasiun kereta api Westbanhof, Vienna, Austria.

Vienna (News Today) - Seorang bocah laki-laki berusia 14 tahun yang dicurigai merencanakan serangkaian serangan bom di Vienna, Austria, ditahan kepolisian negeri itu.

Kepada polisi, bocah ini mengakui, dia dijanjikan uang sebesar 25.000 dollar AS atau lebih dari Rp 300 juta oleh Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) untuk melakukan serangkaian serangan.

Kepolisian Austria tidak diidentifikasi karena bocah itu masih di bawah umur. Namun, media Austria menyebut bocah itu bernama Mertkan G, putra seorang imigran Turki, yang sudah tinggal di Austria selama delapan tahun.

Setelah ditahan pada Selasa (28/10/2014), bocah itu mengaku berencana memasang peledak di Westbahnhof, stasiun kereta api paling sibuk di Austria, yang melayani 40.000 penumpang sehari.

Polisi sejauh ini belum memberikan konfirmasi bahwa bocah itu direkrut ISIS lewat internet dan dijanjikan hadiah uang. Namun, seorang juru bicara kejaksaan mengatakan, bocah itu berhubungan dengan "sejumlah kontak".

"Dia mengaku berencana menanam peledak di sejumlah lokasi sibuk di Vienna," kata Michaella Obenaus, juru bicara jaksa penuntut di kota St Polten, kota kediaman bocah tersebut. Harian Kronen Zeitung mengabarkan, bocah tersebut direkrut ISIS lewat internet dan dijanjikan "posisi khusus" sebagai imbalan melakukan serangan bom, selain imbalan berupa uang. 

Kronen Zeitung menambahkan, ISIS juga merekrut dua bocah lain untuk melakukan serangan serupa dan kini keduanya masih dalam pengejaran aparat kepolisian. Namun, surat-surat kabar lain menyebut penyidik yakin Mertkan G bekerja seorang diri dan tidak terlibat perekrutan anggota lain.

Bocah ini tinggal bersama orangtuanya di kota kecil, St Polten, yang tak jauh dari ibu kota Vienna. Dia dikenal sangat mendukung ISIS, tetapi kawan-kawannya tak menganggap semua pembicaraannya serius.

Rencana bocah ini terungkap setelah sejumlah guru yang prihatin atas sikapnya, yang kerap mengancam, melaporkan hal itu kepada polisi. Selanjutnya, polisi memantau semua kegiatan dunia maya bocah tersebut.

Source : kompas

0 komentar:

Post a Comment

Share

Twitter Facebook