Pontianak (News Today) - Orangutan yang dievakuasi dari Wajok Hilir, Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat, akhirnya mati pada Rabu (29/8/2012) sekitar pukul 22.30 WIB. Orangutan jantan dewasa itu mati dalam perjalanan untuk menjalani perawatan ke Ketapang.
Manajer Program World Wide Fund for Nature Indonesia Kalimantan Barat Hermayani Putera, Kamis (30/8/2012), mengatakan, orangutan mati saat dalam perjalanan menuju pusat rehabilitasi dan konservasi International Animal Rescue (IAR) Ketapang.
Rabu sore, orangutan yang semula dirawat di Daops Manggala Agni Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalbar, Rasau Jaya, Kubu Raya, dibawa ke Ketapang. "Saat ini tim dari beberapa lembaga sedang mencari tempat otopsi dan menyiapkan peralatan di Pontianak. Sebagian anggota tim juga sedang menyiapkan penyimpanan mayat," kata Hermayani.
Sampai saat ini belum diketahui penyebab kematian orangutan itu. Sejak Sabtu lalu, orangutan berumur sekitar 17 tahun itu diketahui berada di kebun warga. Pada Senin lalu, orangutan itu berhasil dievakuasi dengan luka bakar di beberapa bagian tubuh. Orangutan itu mengalami luka bakar di pohon kelapa yang pelepahnya terbakar setelah pengasapan menimbulkan percikan api.
Sepanjang hari Minggu lalu, orangutan itu sudah tiga kali ditembak menggunakan bius, tetapi tak berhasil dilumpuhkan. Baru pada Senin sore, tembakan obat bius berhasil.
Source : kompas







0 komentar:
Post a Comment