Wednesday, August 29, 2012

Ketika "O Mago" Jadi "OMG"




Para pemain Braga meluapkan kegembiraannya setelah mengalahkan tuan rumah Udinese dalam laga play-off Liga Champions di Stadion Friuli, Udine, Selasa (28/8/2012). Braga menang adu penalti 5-4, setelah laga itu berakhir 1-1. Kedudukan itu sama dengan laga pertama, sepekan sebelumnya.

Udine (News Today) - Maksud hati Maicosuel melesatkan penalti indah, namun kenyataannya Beto malah menangkapnya demikian mudah. Kegagalan itu bernilai Rp 180 miliar. Oh my God... .

Laga kedua play-off Kualifikasi III Liga Champions 2012/13, Selasa atau Rabu (29/8/2012) dini hari WIB, antara Udinese versus wakil Portugal, Braga berlangsung hingga adu penalti, setelah kedua tim mengakhiri laga 120 menit dengan skor 1-1. Kedudukan itu sama dengan laga pertama sepekan lalu.

Saat skor penalti 2-2, Maicosuel maju sebagai eksekutor Udinese ketiga. Ia pun melesatkan penalti "cucchiaio" alias mencongkel bola. Ironisnya, kiper Braga, Beto, dengan mudah menangkapnya.

Bola tangkapan itu lantas ditendangnya jauh melejit ke angkasa. Seakan Beto ingin berseru mengekspresikan kegeramannya, "Sudahi saja eksekusi penalti tak masuk akal itu."

Bisa jadi, Beto pernah menyaksikan gaya penalti Andrea Pirlo ke gawang Joe Hart dan sudah punya perasaan Maicosuel akan melakukannya.

Dengan lesu, Maicosuel berjalan gontai meninggalkan titik putih menuju rekan-rekannya. Sepertinya, pria Brasil berusia 26 tahun itu tahu timnya bakal gagal. Dan, benar. Udinese harus kalah penalti 4-5 dari Braga dah harus melupakan ambisinya ke penyisihan grup Liga Champions.

Kegagalan Udinese itu adalah yang kedua secara beruntun. Musim lalu, Arsenal yang melipat impian "Le Zebrette" ke babak utama Liga Champions.

Kali ini, sudah jelas kambing hitam Udinese adalah Maicosuel yang berjuluk "O Mago". Sang Pesulap.

Mungkin jika tahu kegagalannya bernilai 15 juta euro (sekitar Rp 180 miliar) --perkiraan insentif UEFA kepada kontestan penyisihan grup Liga Champions--, Maicosuel harus berpikir untuk mengubah julukannya menjadi "Oh my God".

Source : kompas

0 komentar:

Post a Comment

Share

Twitter Facebook