Spanduk pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), tampak masih terpampang di jembatan penyeberangan Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Minggu (8/7/2012). Padahal, mulai tanggal 8-10 Juli 2012 adalah hari tenang di mana kampanye dalam bentuk apa pun dilarang untuk dilakukan. (News Today) - Ketua Panitia Pengawas Pemilu DKI Jakarta Ramdhansyah menilai, masih banyaknya atribut kampanye pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta yang terpasang saat masa tenang bukanlah pelanggaran. Tim sukses bersama Satpol PP diminta untuk segera menertibkan atribut-atribut kampanye itu.
"Untuk itu kategorinya pasif, ya berarti bukan pelanggaran sehingga kami meminta petugas Satpol PP dan timses menuju lokasi tempatnya," ungkap Ramdhansyah, Minggu (8/7/2012) malam, saat dihubungi wartawan.
Ramdhansyah mengungkapkan, untuk pencopotan atribut kampanye seperti spanduk, baliho, hingga poster adalah kewajiban setiap tim sukses (timses). Namun, karena tim sukses tidak memiliki fasilitas untuk menurunkan atribut-atribut itu, maka akan dibantu Satpol PP.
Pada rapat pleno di Panwaslu DKI, Sabtu (6/7/2012), kata Ramdhan, beberapa tim sukses sudah mengirimkan timnya, yakni timses Jokowi-Ahok sebanyak 25 orang, timses Hendardji-Riza sebanyak 5 orang, serta timses Foke-Nara dan timses Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini sebanyak 10 orang.
"Kami sepakat berangkat semua dari Panwaslu untuk menurunkan alat peraga mulai pukul 24.00 di ring 1, yakni di jalan-jalan protokol," kata Ramdhan.
Ia berharap tiga hari masa tenang ini benar-benar digunakan timses untuk mencopot semua atribut kampanyenya.
Memasuki masa tenang pada tanggal 8-10 Juli 2012, sejumlah atribut kampanye mulai dari spanduk, baliho, hingga poster dan stiker mulai dicopot oleh para tim sukses dan Satpol PP. Namun, di beberapa jalan masih tampak atribut-atribut kampanye yang terpampang di ruang publik.
Salah satunya yang ditemukan Kompas.com di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Sebuah spanduk sepanjang 6 meter tampak membentang tepat di atas jembatan penyeberangan busway di depan Gedung Hero. Spanduk dengan dominasi warna merah itu bertuliskan "Jadilah Pemimpin Baru. Jokowi-Ahok 3".
Selain itu, pada spanduk tersebut juga terpampang wajah Jokowi, Ahok, dan Ketua Umum PDI P Megawati Soekarno Putri. Di sekitar dinding jembatan juga masih tampak menempel stiker dari pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, Hendardji Soepandji-Riza Patria dan Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini.
Di bagian bawah jembatan, tepatnya di trotoar para pejalan kaki, poster dan stiker Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini tampak mendominasi sepanjang tiang pancang jembatan yang berdiri di areal trotoar.
Komisi Pemilihan Umum Daerah DKI Jakarta sebelumnya menyatakan bahwa tanggal 8-10 Juli 2012 sebagai masa tenang. Setiap kandidat dilarang melakukan kampanye dalam bentuk apa pun, termasuk media-media outdoor.
Berdasarkan pengamatan Kompas.com, mulai Minggu (8/7/2012) dini hari sejumlah petugas Satpol PP tampak sudah melakukan penertiban di kawasan Rancho Indah, Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Atribut-atribut yang ditertibkan yakni spanduk dan baliho. Namun, stiker dan poster tampak masih belum dicopot oleh petugas Satpol PP.
Source : kompas







0 komentar:
Post a Comment