Detroit (News Today) - Ketika General Motors memutuskan untuk tidak eksis lagi di situs jejaring sosial Facebook, justru Nissan melakukan sebaliknya. Merek terbesar kedua dari Jepang ini justru mau mengajak "Facebookers" untuk terlibat aktif menyiapkan produk-produk baru di masa mendatang.
Erich Marx, Director of Interactive and Social Media Marketing Nissan, mengatakan, situs jejaring sosial bisa digunakan sebagai cara spesial, terfokus pada satu kelompok, untuk menjawab apa yang tengah dihadapi insinyur dan manajer Nissan.
Upaya Nissan melibatkan lebih jauh masyarakat umum via situs jejaring sosial sudah dilakukan sejak tahun lalu. Bahkan, dalam 10 tahun ke depan berbagai persiapan menyangkut teknologi dan jenis kendaraan yang mau diluncurkan ke pasar.
Marx menyatakan, dirinya mengerti bahwa komunitas online bukan wadah yang tepat untuk melemparkan gambar mobil konsep yang sifatnya rahasia. Namun, dengan lebih dari 1 juta fans di Facebook dan situs jejaring sosial lain seperti Google+ dan Twitter merupakan kekuatan yang besar untuk konsultasi.
Erich Marx, Director of Interactive and Social Media Marketing Nissan, mengatakan, situs jejaring sosial bisa digunakan sebagai cara spesial, terfokus pada satu kelompok, untuk menjawab apa yang tengah dihadapi insinyur dan manajer Nissan.
Upaya Nissan melibatkan lebih jauh masyarakat umum via situs jejaring sosial sudah dilakukan sejak tahun lalu. Bahkan, dalam 10 tahun ke depan berbagai persiapan menyangkut teknologi dan jenis kendaraan yang mau diluncurkan ke pasar.
Marx menyatakan, dirinya mengerti bahwa komunitas online bukan wadah yang tepat untuk melemparkan gambar mobil konsep yang sifatnya rahasia. Namun, dengan lebih dari 1 juta fans di Facebook dan situs jejaring sosial lain seperti Google+ dan Twitter merupakan kekuatan yang besar untuk konsultasi.
Source : kompas








0 komentar:
Post a Comment