Jakarta, Indonesia (News Today) - Pengusaha merasa belum didukung pemerintah untuk memajukan industri dalam bersaing dengan barang-barang impor. Pemerintah saja masih membeli barang impor murah dari China.Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Erwin Aksa saat ditemui di sebuah rumah makan di Jakarta Pusat, Jumat (25/3/2011).
"Anggaran belanja pemerintah harusnya untuk membeli barang dari dalam negeri. Jangan kita ingin APBN murah tapi beli barang China, makanya kita beli barang dalam negeri," tutur Erwin.
Pernyataan ini dilontarkan Erwin menanggapi isu banjir barang impor dari China pasca penerapan ASEAN-China Free Trade Area (AC-FTA).
Erwin mengatakan, saat ini tak hanya pemerintah, perbankan pun tak mendukung kemajuan industri dalam negeri. Terlihat dari tingginya bunga kredit yang ditetapkan sampai saat ini.
"Suku bunga yang nyaman itu harusnya single digit sekitar 9-10%. Pengusaha sekarang malas jadi produsen, lebih baik dagang barang impor," jelasnya.
"Sekarang buat apa bangun pabrik, kita bisa telepon China dan dikirim lewat pabrik. Kalau jadi penjual, barang tak laku bangkrut tinggal tutup, gudang kosong. Kalau bangun pabrik susah, belum nutupin utang bank, PHK karyawan, jalan rusak, demo-demo orang," tukasnya.
Source : detik







0 komentar:
Post a Comment