Sumenep, Indonesia (News Today) - Pimpinan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tidak menerima laporan adanya peredaran pupuk bersubsidi yang diduga palsu di wilayah tersebut.Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan (Disperta) Sumenep, Bambang Heriyanto, Senin (21/3/2011) menjelaskan, sejak beberapa waktu lalu, pihaknya memang menerima informasi adanya temuan peredaran pupuk yang diduga palsu oleh petani di daerah lain.
"Namun, untuk di Sumenep, hingga sekarang kami tidak menerima laporan adanya peredaran pupuk yang diduga palsu tersebut," katanya di Sumenep.
Ia mengatakan, pihaknya melalui tim pengawas pupuk secara rutin memang melakukan pemantauan dan pengawasan atas peredaran dan pendistribusian pupuk bersubsidi.
"Hingga sekarang pun belum ada temuan tentang peredaran pupuk yang diduga palsu itu di Sumenep. Kami juga sudah meminta para penyuluh lapangan untuk berkoordinasi dengan pada pimpinan kelompok tani terkait informasi peredaran pupuk yang diduga palsu tersebut," ucapnya.
Bambang berharap para petani membeli pupuk bersubsidi di kios pengecer resmi yang ditunjuk sebagai penyalur pupuk bersubsidi di Sumenep.
"Jangan terpancing dengan harga pupuk bersubsidi yang lebih murah dibanding di kios pengecer resmi. Informasinya, harga jual pupuk yang diduga palsu dan beredar di daerah lain itu lebih murah," ujarnya.
Jenis pupuk yang diduga palsu itu bermerek hampir sama dengan pupuk bersubsidi yang diproduksi PT Petrokimia Gresik. Pupuk berjenis NPK tersebut, ditemukan dan sempat dibeli oleh petani di wilayah Kabupaten Tulungagung dan dilaporkan ke Dinas Pertanian setempat.
Pada kemasan pupuk yang diduga palsu tersebut, tak ada keterangan zat kimia sama sekali, sebagaimana pupuk bersubsidi yang diproduksi PT Petrokimia Gresik.
Source : kompas







0 komentar:
Post a Comment