Friday, February 18, 2011

Rabies di Dunia Renggut 55.000 Korban




Sanur (News Today) - Kasus rabies akibat gigitan anjing dan kelelawar yang melanda sejumlah negara di belahan dunia semakin mengkhawatirkan karena telah merenggut korban jiwa mencapai 55.000 orang setiap tahunnya.

"Rabies merenggut korban jiwa paling banyak di India yakni 10.000 orang dan di China 3.000 orang setiap tahunnya," kata Direktur Operasional Bisnis untuk Produksi Hewan Kesayangan Merial yang berpusat di Atlanta, AS, Dr Alanso Masias di Sanur, Bali, Rabu (16/2/2011).

Ketika tampil sebagai salah seorang pembicara pada seminar yang digelar Asosiasi Dokter Hewan Praktisi Hewan Kecil Indonesia (ADHPHK) Komisariat Daerah Bali, ia mengatakan sejumlah negara kini mengalami masalah yang cukup serius dalam menanggulangi rabies.

Ia mengatakan, pengalaman dari sejumlah negara yang terjangkit rabies dalam melakukan tindakan eliminasi bukan cara yang tepat untuk menanggulangi penyakit yang mematikan tersebut.

"Eliminasi terhadap anjing, justru akan menimbulkan risiko lebih berat, karena datangnya anjing-anjing dari suatu daerah yang tidak tervaksin dan populasinya setiap tahun akan bertambah 30 persen," ujar Masias yang melayani pengadaan vaksin untuk memberikan kekebalan terhadap anjing dari penyakit rabies di berbagai negara, termasuk Indonesia, khususnya Bali.

Ia menjelaskan, langkah yang paling tepat dalam menanggulangi rabies dengan memberikan vaksinasi secara berkesinambungan minimal sekali dalam setahun yang menjangkau sedikitnya 70 persen dari populasi anjing yang ada di daerah bersangkutan.

Upaya tersebut disertai pula dengan melakukan sterilisasi terhadap anjing pejantan dan betina, sebagai upaya mengendalikan pertumbuhan populasi yang sangat cepat itu.

"Semua itu memerlukan dukungan dan peran serta masyarakat untuk secara aktif terlibat dalam menanggulangi masalah rabies," tutur Masias.

Hal penting lainnya adalah para dokter hewan ikut memberikan sosialisasi kepada masyarakat, kaena anjing yang divaksin secara berkesinambungan minimal sekali dalam setahun tidak akan menularkan rabies.

"Sebaliknya gigitan anjing dari binatang yang tidak pernah divaksin, harus segera mendapat suntikan vaksin anti rabies (VAR), sebelum menimbulkan kefatalan," ujarnya.

Source : kompas

0 komentar:

Post a Comment

Share

Twitter Facebook