Showing posts with label agar. Show all posts
Showing posts with label agar. Show all posts

Saturday, November 8, 2014

Batal Beli iPhone 6, Turis Ini Berlutut agar Toko Ponsel Singapura Kembalikan Uangnya


Pham Van Thoai, seorang pekerja pabrik asal Vietnam, yang merasa dikerjai saat berniat membeli sebuah iPhone 6 di Singapura.

Singapura (News Today) - Niat seorang turis Vietnam untuk memberi hadiah ulang tahun berupa sebuah iPhone 6 kepada pacarnya ketika keduanya melancong di Singapura berantakan, bahkan berujung pilu. 

Saat berbelanja di Sim Lim Square di negara kota itu, pria Vietnam bernama Pham Van Thoai tersebut bukannya mendapatkan ponsel pintar incarannya. Dia malah kehilangan uangnya, yang nilainya lebih dari tiga bulan gajinya, setelah membatalkan pembelian yang menurut pihak toko sudah disepakati.

Insiden tersebut merupakan sengketa terbaru yang melibatkan sebuah toko ponsel di tempat itu, yang sebelumnya menjadi berita utama di negara tersebut setelah dilaporkan mengembalikan uang pelanggan dalam bentuk uang koin sejumlah 1.010 dollar Singapura atau Rp 9,5 juta.

Straitstimes online, Selasa (4/11/2014), melaporkan bahwa Pham, seorang pekerja pabrik, sangat putus asa sampai harus berlutut saat memohon kepada karyawan toko itu agar mengembalikan uangnya yang diperolehnya dengan susah payah. Namun, dia hanya mendapatkan kurang dari separuh dari apa yang telah bayarkannya. 

Ceritanya bermula saat Pham, yang sedang berlibur dengan pacarnya di Singapura, ingin memberi pacarnya itu iPhone terbaru sebagai hadiah ulang tahun. Dia menyerahkan uang 950 dollar Singapura (Rp 8,9 juta) untuk mendapatkan sebuah iPhone 6 di Mobile Air. Dia sudah hendak meninggalkan toko ketika pegawai toko memintanya untuk membayar uang tambahan 1.500 dollar sebagai biaya garansi. Pham terkejut. Ia tidak bersedia dan membatalkan pembelian. Namun, pihak toko mengatakan, uang yang dibayarkan tidak dapat dikembalikan utuh.

Pria 30 tahun itu membeberkan rinci kasus itu kepada wartawan koran lokal berbahasa China, Lianhe Zaobao, pada hari Senin. "Saya hanya seorang pekerja pabrik, dengan penghasilan sekitar 200 dollar Singapura per bulan. Angka 950 dollar Singapura merupakan upah untuk beberapa bulan. Itu merupakan harga yang besar buat saya. Saya benar-benar sedih," katanya.

Dia mengatakan, dirinya telah diminta untuk menandatangani sebuah perjanjian, tetapi tidak menelitinya karena bahasa Inggrisnya tidak begitu bagus, dan dia berpikir Singapura merupakan tempat yang aman untuk berbelanja. "Ketika mereka bertanya, apakah saya ingin garansi satu tahun atau dua tahun, saya berasumsi bahwa garansi satu tahun itu gratis, jadi saya jawab satu tahun. Dia tidak mengatakan saya harus membayar," katanya kepada Zaobao.

Dia diberi tahu bahwa jika dia tidak membayar garansi, dia tidak bisa membawa ponsel itu.

Pham mengatakan, dia sampai berlutut dan memohon agar uangnya dikembalikan, tetapi mereka hanya menertawakannya. Mereka akhirnya sepakat untuk mengembalikan 600 dollar Singapura kepadanya, tetapi pacarnya menolak untuk pergi tanpa sisa uang itu dan kemudian menelepon polisi.

Ketika polisi tiba, staf Mobile Air mengatakan, Pham telah menandatangani perjanjian dengan mereka dan menawarkan untuk mengembalikan uangnya hanya 70 dollar Singapura.

Setelah ada intervensi dari Asosiasi Konsumen Singapura (atau Case), dia mendapat pengembalian sebesar 400 dollar Singapura, tetapi masih tersisa sebesar 550 dollar Singapura.

"Saya akan pulang dalam dua hari, dan saya tidak ingin ada masalah, jadi saya memutuskan untuk menerima pengembalian parsial itu," kata Pham. Dia menambahkan, dirinya tidak yakin Case akan bisa mendapatkan pengembalian penuh dari dananya itu. 

Mobile Air menjadi berita utama di Singapura pada pekan lalu karena membayar uang 1.010 dollar dalam bentuk uang koin kepada seorang perempuan yang telah memenangkan klaim terhadap toko itu di Small Claims Tribunal.

Source : kompas

Tuesday, May 6, 2014

Kata Ruhut, Mega Mesti "Sowan" ke SBY agar Jokowi Tak Kalah

Putri Soekarno, Megawati Soekarnoputri dan Wakil Presiden Boediono hadir dalam pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soekarno dan Muhammad Hatta yang diberikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/11/2012). Presiden dan Wakil Presiden pertama Republik Indonesia tersebut dinilai berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan dan menggagas serta menciptakan landasan konsititusional Republik Indonesia yakni Undang-Undang Dasar 1945.

Jakarta (News Today) - Di samping mempersiapkan pembentukan poros baru, Partai Demokrat juga masih ingin berkoalisi dengan PDI Perjuangan untuk menghadapi pemilu presiden mendatang. Juru bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul menyarankan agar Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri membuka pintu untuk menjalin komunikasi dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

"Sudahlah Bu Mega, sowan sajalah ke Pak SBY karena Pak SBY itu pemegang kartu Joker. Dia king maker," ujar Ruhut saat dihubungi, Selasa (6/5/2014).

Menurut dia, Partai Demokrat kini mempersiapkan Pramono Edhie Wibowo sebagai salah satu bakal calon wakil presiden yang akan ditawarkan ke partai lain. Salah satunya ke PDI-P untuk berduet bersama bakal capres PDI-P, Joko Widodo alias Jokowi.

"Kalau sekarang PDI-P tidak mau buka pintu dengan Demokrat, dia akan kalah karena koalisi sekarang berkumpul di kubu Prabowo. Jadi baik-baiklah Pak SBY dan Bu Mega ini," ucap anggota Komisi III DPR ini.

Ruhut melanjutkan, Demokrat mengajukan nama Pramono kepada Jokowi lantaran mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu memiliki kedekatan dengan Megawati. Pada saat Megawati menjabat sebagai Wakil Presiden dan akhirnya menjadi Presiden, adik ipar SBY itu menjadi ajudan Mega.

"Jadi chemistry sudah dapat. Kalau nggak buka pintu untuk Demokrat, memangnya PDI-P mau oposisi terus selama 15 tahun? Pak SBY sekarang sudah membuka pintu, tinggal menunggu Bu Mega saja," katanya.

SBY dalam wawancara yang diunggah ke situ YouTube mengungkapkan keinginannya berkomunikasi dengan Megawati. Dia berharap, komunikasi dengan Megawati bisa terjadi seperti halnya komunikasi yang ia lakukan dengan tokoh-tokoh partai politik lain.

"Saya ini ingin berkomunikasi dengan siapa pun, termasuk dengan Ibu Megawati sepanjang komunikasi itu berlangsung dengan baik, berangkat dari niat yang baik pula, dan semuanya tentu untuk kepentingan bangsa dan negara. Terlebih ketika kita sedang memikirkan siapa pempimpin bangsa yang akan datang. Komunikasi seperti itu diperlukan," kata Presiden Yudhoyono.

Hingga saat ini, Jokowi didukung oleh Partai Nasdem dan PKB. Namun, belum diumumkan siapa bakal calon presiden yang akan mendampingi Jokowi.

Source : kompas

Share

Twitter Facebook