Showing posts with label Tak. Show all posts
Showing posts with label Tak. Show all posts

Thursday, November 6, 2014

Soal Nikah Beda Agama, Perwakilan Buddha Tak Ambil Pusing


Ilustrasi pernikahan.

Jakarta (News Today) - Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) menjadi pihak terkait dalam sidang pengujian Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Dalam pandangannya, Walubi tidak mempersoalkan permohonan uji materi yang diajukan, terkait pernikahan pasangan beda agama.
"Kami tidak bicara secara eksplisit. Tapi kami usahakan tetap mengacu pada undang-undang," ujar Ketua Bidang Ajaran Walubi Suhadi Sendjaja, saat ditemui seusai mengikuti persidangan di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Rabu (5/11/2014).

Menurut Suhadi, Walubi tetap mengajak umat Buddha untuk mengupayakan pernikahan dengan pasangan yang seiman. Namun, jika pada kenyataannya terdapat pasangan calon suami istri yang salah satunya bukan beragama Buddha, Suhadi mengatakan, pihaknya akan tetap mengupayakan hingga perkawinan dapat tetap berlangsung.

Suhadi mengatakan, ajaran Buddha telah menjelaskan bahwa jodoh yang terkait dengan perkawinan telah ditentukan oleh Tuhan. Sedangkan dalam aspek hukum, sebut Suhadi, ajaran Buddha berpedoman pada karma, atau hubungan sebab-akibat.

"Jodoh itu sudah ditentukan, tergantung dharma dan karma. Yang nikah kan orangnya, bukan agamanya," kata Suhadi.

Hari ini, Mahkamah Konstitusi menggelar sidang kelima perkara pengujian konstitusionalitas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dengan agenda mendengarkan keterangan pihak terkait, yaitu MUI, PBNU, PGI, dan Walubi. Perkara ini teregistrasi dengan nomor 68/PUU-XII/2014.

Pemohon perkara ini adalah empat orang warga negara Indonesia atas nama Damian Agata Yuvens, Rangga Sujud Widigda, Varida Megawati Simarmata, dan Anbar Jayadi. Mereka menguji Pasal 2 ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1974, yang berbunyi, "Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu".

Pasal tersebut dinilai mengurangi hak konstitusional dan memaksa setiap warga untuk mematuhi hukum agama dalam perkawinan. Menurut pemohon, pasal tersebut mempersulit pasangan berbeda agama, untuk dapat melaksanakan perkawinan yang sah secara hukum.

Source : kompas

Sunday, November 2, 2014

Puan Maharani Tak Ingin Disebut "Gila" Hormat



Jakarta (News Today) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani tak sependapat jika dirinya dianggap "gila" hormat karena ingin dipanggil "Bu Menko" di acara resmi. Menurut Puan, panggilan bisa disesuaikan pada tempat dan kepentingannya.

"Panggilan kan bisa apa saja, mbak silakan, bu silakan," kata Puan kepada Kompas TV bersama Kompas.com dan Tribunnews, di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Jumat (31/10/2014).

Puan menjelaskan, dia tak pernah mempermasalahkan panggilan yang ditujukan kepadanya. Ia mengatakan, jauh sebelum menjadi menteri, ia merasa semua orang lebih sering memanggilnya sebagai "Mbak Puan".

Ketika menjabat sebagai Menko PMK, kata Puan, orang bisa saja memanggilnya dengan sebutan "Bu Menko". Baginya, panggilan "Bu Menko" hanya menyesuaikan tempat sesuai dengan kebiasaannya.

"Saya enggak akan mengomentari bagaimana panggilan tersebut. Sekarang yang penting bagaimana sesuai instruksi Pak Presiden bahwa semua kementerian harus mulai bekerja, sesuai nama kabinetnya, Kabinet Kerja," ucapnya.

Sebelumnya, saat acara serah terima jabatan menteri di Kantor Kemenko PMK, Puan mengungkapkan keinginannya dipanggil sebagai "Bu Menko" dalam acara resmi dan dipanggil "Mbak" dalam acara tidak resmi.

Puan merasa lebih muda jika dirinya dipanggil dengan sebutan "Mbak". Ungkapan Puan ini kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Beberapa orang menilai Puan "gila" hormat karena ingin dipanggil "Bu Menko".

Source : kompas

Saturday, November 1, 2014

Manggas Rudy Terkejut dan Tak Percaya Dipecat Ahok


Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Manggas Rudy Siahaan

Jakarta (News Today) - Kepala Badan Kepegawaian Daerah DKI Jakarta I Made Karmayoga mengaku menerima telepon dari Manggas Rudy Siahaan sesaat sebelum jabatan Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI dicopot oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama. Kepada Made, Manggas mengaku tidak percaya dan masih kaget mendapat pemberitahuan pemecatan.

"Tadi pagi, sekitar pukul 06.00, Pak Rudy telepon saya tanya apa benar ada pelantikan dan posisinya diganti oleh Wakil (Kepala Dinas PU). Beliau kaget karena tidak diberi tahu sebelumnya," kata Made kepada Kompas.com, di Balaikota, Jumat (31/10/2014). 

Saat Manggas menanyakan perihal itu, Made hanya bisa memberikan jawaban normatif. Made tidak memberi tahu secara detail alasan Basuki memecat Manggas dari jabatannya serta menjadikannya sebagai staf. 

Mantan Sekretaris Bappeda DKI itu mengatakan bahwa perombakan pejabat ini merupakan hak prerogatif yang dimiliki gubernur, sementara BKD hanya pihak yang memfasilitasi penyelenggaraan pelantikan pejabat itu. 

"Semua penilaian kinerja pegawai itu hak prerogatif pimpinan (gubernur). Nah, berarti perombakan jabatan kepada Pak Rudy ini hasil penilaian Pak Gubernur sebagai pembina kepegawaian," kata Made.

Kemudian, bagaimana tanggapan Made atas absennya Manggas pada hari pelantikan? Padahal, sebelumnya Manggas telah diberi undangan untuk menghadiri pelantikan tersebut. 

"Nanti saya telepon beliau menanyakan alasannya (absen di pelantikan)," kata Made. Posisi Kepala Dinas PU DKI kini ditempati oleh Agus Priyono, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Dinas PU DKI.

Source : kompas

Friday, October 31, 2014

Ingin Berziarah ke Makam Ibunya, Susi Minta Tak Diliput Jurnalis


Petugas Protokoler Kementerian Kelautan dan Perikanan RI meningkatkan penjagaan di kediaman Menteri Susi di Pangandaran, Jumat (31/10/2014).

Pangandaran (News Today) - Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti akan langsung berziarah ke makam ibunya setiba di rumah pribadinya di Jalan Merdeka, Kabupaten Pangandaran, Sabtu (1/11/2014) besok. Susi dijadwalkan akan terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Pangandaran, Jawa Barat, besok pagi sekitar pukul 05.30. 

"Besok jadwalnya Bu Susi akan terbang di Bandara Halim pukul 05.30 pagi. Setelah tiba di sini, Bu Susi rencananya akan langsung berziarah ke makam ibunya yang berlokasi di belakang rumah ini," ujar Kepala Subbag Humas Kabupaten Pangandaran Megi R Parlumi kepada wartawan di rumah Susi Pudjiastuti, Jumat (31/10/2014) malam. 

Menurut Megi, sebelum Menteri Susi melakukan kunjungan kerja ke beberapa lokasi di Pantai Pangandaran, pemilik maskapai penerbangan Susi Air itu akan menuju rumah pribadinya dulu selepas pesawat yang ditumpanginya mendarat. Namun, saat berada di rumahnya, sesuai informasi pihak protokoler Kementerian Kelautan dan Perikanan, Menteri Susi tak diperbolehkan diliput oleh wartawan. 

"Jadi, besok itu, Bu Susi ke sini dulu. Katanya, pihak protokoler meminta supaya tidak ada peliputan dulu oleh wartawan, termasuk saat Bu Susi melakukan ziarah ke makam ibunya yang lokasinya berada di belakang rumah ini," kata Megi sembari menujukkan lokasi makam ibunda Menteri Susi di belakang rumah pribadi Susi. 

Setelah kegiatan itu, kata Megi, Menteri Susi rencananya akan langsung bertemu dengan para nelayan dan warga dalam beberapa rangkaian kegiatan. Kegiatan itu salah satunya akan dipusatkan di tempat pelelangan ikan (TPI) di Pantai Timur Pangandaran. Menteri Susi akan melihat lokasi Pelabuhan Pangandaran. 

Dalam rangkaian kegiatan besok pun rencananya akan disertai dengan berbagai pertunjukan kreasi seni dari warga, salah satunya pagelaran wayang golek. 

"Ya, besok seluruh acara akan sampai malam. Kegiatan itu dibarengi rangkaian kreasi hiburan," tambah dia. 

Sampai malam ini, kediaman Menteri Susi masih dikerumuni banyak orang, termasuk petugas dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Terlihat beberapa pegawai di rumah Susi sedang memasang beberapa spanduk selamat datang untuk Menteri Susi Pudjiastuti.

Source : kompas

Thursday, October 30, 2014

KPK Tak Persoalkan Aziz Jadi Ketua Komisi III meski Dikaitkan dalam Kasus Korupsi



Jakarta (News Today) - Komisi Pemberantasan Korupsi tidak mempermasalahkan terpilihnya Aziz Syamsuddin sebagai ketua Komisi III DPR RI periode 2014-2019. Menurut juru bicara KPK Johan Budi, bukan kewenangan KPK untuk mencampuri urusan politik, termasuk dalam proses penentuan pimpinan di DPR.
"Hukum tidak mencampuri proses di DPR. Kalau kesepakatan dipilih ya silakan saja," ujar Johan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (29/10/2014).

Nama Aziz yang pada periode sebelumnya merupakan anggota Komisi III, pernah disebut oleh mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin terlibat dalam terlibat kasus dugaan korupsi simulator SIM Korlantas Polri.

Menanggapi dugaan keterlibatan Aziz, Johan tidak menjawabnya secara tegas. Ia mengatakan, kewenangan memilih ketua komisi di DPR sepenuhnya merupakan hak anggota dewan. Menurut dia, tidak perlu ada kekhawatiran KPK mengenai terpilihnya Aziz.

"Kita tidak ada kekhawatiran. Itu proses politik itu urusan politik di DPR sana. KPK urusannya itu hukum," ujarnya.

Pada Oktober 2012, Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis menuding Aziz sebagai salah satu anggota dewan yang terlibat sejumlah kasus penggiringan proyek di Kejaksaan. Saat itu, Yulianis bersaksi dalam persidangan terdakwa kasus dugaan korupsi proyek Kemenpora, Angelina Sondakh alias Angie, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Aziz juga pernah diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan proyek simulator ujian SIM pada Februari 2013. Saat itu, Aziz tetap bungkam meski dicecar berbagai pertanyaan terkait pemeriksaannya.

Source : kompas

Seminggu Lebih Tak Terlihat, SBY dan Ibu Ani "Selfie" di Sebuah Mal


Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhyono dan Ani Yudhoyono selfie bersama salah satu pasangan yang tengah berkunjung di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (29/10/2014).

(News Today) - Sembilan hari setelah meletakkan jabatannya, mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akhirnya kembali muncul ke hadapan publik. Kemunculan Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu terpantau dari akun Instagram milik Ani Yudhoyono, "aniyudhoyono".

Di dalam akun tersebut, Ani memposting tiga buah foto. Ketiga foto itu menunjukkan lokasi yang sama yakni di salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, Rabu (29/10/2014).

Foto pertama menggambarkan kegiatan SBY dan Ani yang tengah memomong cucu kedua mereka, Airlangga Satria Adhi Yudhoyono. Kedua orang itu terlihat berjalan dengan menggandeng Airlangga. Sementara Edhie Baskoro Yudhoyono, ayah Airlangga, terlihat berjalan di belakangnya.

SBY sendiri tampak mengenakan kemeja kotak-kotak warna hijau lengan pendek dengan celana panjang warna hitam. Di saku bajunya, SBY terlihat mengantongi sebuah pulpen berwarna emas. Sementara Ani terlihat mengenakan batik warna hijau muda lengan tigaperempat dengan celan panjang warna hitam.

Pemandangan unik, justru terlihat pada foto kedua. Di dalam foto itu SBY dan Ani terlihat berfoto selfie dengan sepasang pria dan wanita yang menjadi pengunjung pusat perbelanjaan itu. Baik SBY maupun Ani, keduanya terlihat tersenyum melayani permintaan warga untuk berfoto bersama.

Sedangkan di foto terakhir yang diunggah, seorang perempuan yang memegang sebuah kamera terlihat sedang mempertontonkan hasil rekaman kamera video kepada Airlangga. Saat direpro, aksi menggemaskan Airlangga itu rupanya telah disukai sebanyak 11.500 kali.

Source : kompas

Tuesday, October 28, 2014

Dua Pria Terlibat "Carok" di Jalan Raya, Warga Tak Berani Melerai


Ilustrasi

Bangkalan (News Today) - Pembacokan di tengah keramaian warga di Jalan RA Kartini, Kota Bangkalan, Jawa Timur, Senin (27/10/2014), membuat warga histeris. Korban pembacokan diketahui bernama Fandi, warga Desa Arosbaya, Kecamatan Arosbaya, Bangkalan, sedangkan pelaku pembacokan diketahui berinisial UD, warga Kelurahan Bancaran, Kecamatan Kota Bangkalan. 

Uus, salah satu warga yang mengetahui kejadian, mengatakan, kedua pria itu kejar-kejaran dari arah barat alun-alun Kota Bangkalan. UD mengendarai motor lengkap dengan helmnya, sedangkan Fandi berjalan kaki. 

Sampai di depan sebuah toko swalayan, Fandi terjatuh dan UD langsung mengayunkan celuritnya. Menurut Uus, korban berlumuran darah. Setelah mengayunkan celuritnya sekali lagi, UD lalu pergi.

"UD kemudian lari menggunakan motornya ke arah barat," imbuh Uus. 

Warga pun tidak ada yang berani untuk melerai aksi tersebut. Menurut dia, setelah aksi itu usai, seorang anggota TNI datang dari arah timur. Fandi langsung dinaikkan ke dalam bak mobil pikapdengan kondisi berlumuran darah. Fandi dibawa ke Rumah Sakit Bangkalan dalam keadaan sekarat.

Source : kompas

Pengamat Nilai Ada Sejumlah Menteri yang Tak Layak Masuk Kabinet Jokowi



(News Today) - Presiden Joko Widodo telah mengumumkan 34 menteri yang mengisi Kabinet Kerja. Namun, ada sejumlah menteri yang dianggap kurang layak untuk mengisi kabinet tersebut. Menurut pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah, Pangi Syarwi Chaniago, setidaknya ada tiga menteri yang tidak layak masuk ke kabinet.

Mereka adalah Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil.

"Jokowi menunjuk Susi menurut saya bukan alasan atau pertimbangan kapasitas dan kompetensi keahlian. Kemungkinan alasan nomor satu menunjuk Susi Pudjiastuti adalah alasan donatur pilpres," kata Pangi kepada Kompas.com, Senin (27/10/2014).

Sementara itu, terkait Rini, menurut dia, mantan Ketua Tim Transisi itu diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan pesawat tempur Sukhoi milik TNI Angkatan Udara dan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Pangi pun mempertanyakan Komisi Pemberantasan Korupsi yang tidak memasukkan Rini ke dalam rapor merah kabinet Jokowi.

"Menko Perekonomian Sofyan Djalil juga sempat 'tercolek' kasus skandal Century. Kalau seperti ini komposisi Kabinet Kerja Jokowi, kita enggak bisa terlalu banyak berharap, walaupun ada beberapa nama menteri yang punya kapasitas juga," ujarnya.

Source : kompas

Wednesday, May 7, 2014

Manfaat Tak Terduga dari Biji Nangka

Biji Nangka

(News Today) - Sehabis menikmati buah nangka, seringkali orang langsung membuang bijinya. Namun sebenarnya ada banyak manfaat yang bisa diperoleh darinya. Selain tinggi protein, karbohidrat, serat, vitamin A, C, dan B, biji nangka juga dilengkapi dengan kalsium, seng, dan fosfor.
Biji nangka juga dikenal dengan fitonutriennya seperti lignan, isoflavon, dan saponin yang merupakan antioksidan yang membantu mencegah kanker. Nah, untuk lebih mengerti lagi manfaat biji nangka, berikut pemaparannya.

1. Melawan keriput
Kandungan antioksidan yang tinggi pada biji nangka bisa melawan penuaan di wajah. Campurkan saja biji nangka dengan susu dingin, kemudian hancurkan biji hingga halus dan ratakan pada wajah. Jika dilakukan rutin, keriput di wajah pun akan berkurang.

2. Mencegah konstipasi
Makan biji nangka secara rutin akan memberikan manfaat bagi kesehatan. Kandungan kaya seratnya akan mencegah konstipasi. Biji nangka juga dapat dimanfaatkan dalam upaya pengeluaran racun atau detoks dari tubuh.

3. Membersihkan noda pada kulit
Siapa sangka biji nangka bisa membuat kulit lebih mulus? Campurkan biji nangka kering ke dalam susu dan madu. Setelah beberapa waktu, hancurkan biji menjadi pasta dan ratakan pada kulit yang bernoda, setelah kering, bilas dengan air bersih.

4. Mengatasi stres dan penyakit kulit
Diketahui tinggi protein dan mikronutrien lainnya, biji nangka pun baik digunakan sebagai bahan terapi penyakit kulit dan mengatasi stres. Rutin makan biji nangka juga menjaga kulit tetap lembab alami.

5. Memberikan volume pada rambut
Biji nangka memiliki manfaat besar terhadap menjaga aliran darah tetap baik. Sementara aliran darah yang baik diperlukan untuk pertumbuhan rambut yang sehat. Ditambah lagi, makan biji nangka juga baik untuk menjaga kadar gula darah karena kaya akan mangan.

6. Mencegah anemia
Biji nangka mengandung zat besi yang dibutuhkan oleh tubuh dalam menghindari anemia.

7. Mencegah rambut rontok
Di dalam biji nangka, terdapat kandungan vitamin A yang menjaga penglihatan. Namun tak hanya itu, vitamin A yang berasal dari biji nangka juga berfungsi untuk melawan kerontokan rambut.

8. Menambah kenikmatan seksual
Biji nangka dapat dipanggang seperti chestnut. Biji nangka panggang dianggap sebagai afrodisiak yang baik untuk meningkatkan gairah bercinta.

Source : kompas

Tuesday, May 6, 2014

Tak Jadi Caplok BTN, Bank Mandiri Akan Rombak Komisaris


Jakarta (News Today) - Pemerintah melalui Kementerian BUMN diketahui akan merombak jajaran dewan komisaris PT Bank Mandiri Tbk. 

Seorang pejabat di Kementerian BUMN menyebutkan akan ada dua komisaris yang akan diganti dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang akan digelar 21 Mei 2014. "Kemungkinan yang akan diganti adalah Wahyu Hidayat dan Agus Suprijanto," ujarnya Selasa (6/5/2014).

Dia menyebutkan Wahyu Hidayat akan ditarik dari Bank Mandiri untuk disiapkan menduduki jabatan sebagai komisaris PT Semen Indonesia Tbk. Sementara itu, Agus Suprijanto akan digantikan oleh pejabat dari Kementerian Keuangan lainnya.

Saat dikonfirmasi mengenai informasi itu, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Nixon Napitupulu belum memberikan jawaban.

Hari ini Bank Mandiri mengumumkan akan menggelar RUPSLB yang berisi perombakan susunan pengurus perseroan. Hal ini berbeda dengan rencana sebelumnya, di mana bank BUMN ini akan menggelar RUPSLB untuk meminta restu pemegang saham dalam rangka mengakuisisi PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN).

Namun, rencana akuisisi itu dibatalkan seiring dengan terbitnya surat edaran dari Seskab yang melarang seluruh menteri mengambil kebijakan yang kontroversial, termasuk akuisisi BTN oleh Mandiri.

Sementara itu, BTN pada hari yang sama juga menggelar RUPSLB dalam rangka mengganti susunan pengurus perseroan.

Source : kompas

Kata Ruhut, Mega Mesti "Sowan" ke SBY agar Jokowi Tak Kalah

Putri Soekarno, Megawati Soekarnoputri dan Wakil Presiden Boediono hadir dalam pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soekarno dan Muhammad Hatta yang diberikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, Rabu (7/11/2012). Presiden dan Wakil Presiden pertama Republik Indonesia tersebut dinilai berperan penting dalam perjuangan kemerdekaan dan menggagas serta menciptakan landasan konsititusional Republik Indonesia yakni Undang-Undang Dasar 1945.

Jakarta (News Today) - Di samping mempersiapkan pembentukan poros baru, Partai Demokrat juga masih ingin berkoalisi dengan PDI Perjuangan untuk menghadapi pemilu presiden mendatang. Juru bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul menyarankan agar Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri membuka pintu untuk menjalin komunikasi dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono.

"Sudahlah Bu Mega, sowan sajalah ke Pak SBY karena Pak SBY itu pemegang kartu Joker. Dia king maker," ujar Ruhut saat dihubungi, Selasa (6/5/2014).

Menurut dia, Partai Demokrat kini mempersiapkan Pramono Edhie Wibowo sebagai salah satu bakal calon wakil presiden yang akan ditawarkan ke partai lain. Salah satunya ke PDI-P untuk berduet bersama bakal capres PDI-P, Joko Widodo alias Jokowi.

"Kalau sekarang PDI-P tidak mau buka pintu dengan Demokrat, dia akan kalah karena koalisi sekarang berkumpul di kubu Prabowo. Jadi baik-baiklah Pak SBY dan Bu Mega ini," ucap anggota Komisi III DPR ini.

Ruhut melanjutkan, Demokrat mengajukan nama Pramono kepada Jokowi lantaran mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu memiliki kedekatan dengan Megawati. Pada saat Megawati menjabat sebagai Wakil Presiden dan akhirnya menjadi Presiden, adik ipar SBY itu menjadi ajudan Mega.

"Jadi chemistry sudah dapat. Kalau nggak buka pintu untuk Demokrat, memangnya PDI-P mau oposisi terus selama 15 tahun? Pak SBY sekarang sudah membuka pintu, tinggal menunggu Bu Mega saja," katanya.

SBY dalam wawancara yang diunggah ke situ YouTube mengungkapkan keinginannya berkomunikasi dengan Megawati. Dia berharap, komunikasi dengan Megawati bisa terjadi seperti halnya komunikasi yang ia lakukan dengan tokoh-tokoh partai politik lain.

"Saya ini ingin berkomunikasi dengan siapa pun, termasuk dengan Ibu Megawati sepanjang komunikasi itu berlangsung dengan baik, berangkat dari niat yang baik pula, dan semuanya tentu untuk kepentingan bangsa dan negara. Terlebih ketika kita sedang memikirkan siapa pempimpin bangsa yang akan datang. Komunikasi seperti itu diperlukan," kata Presiden Yudhoyono.

Hingga saat ini, Jokowi didukung oleh Partai Nasdem dan PKB. Namun, belum diumumkan siapa bakal calon presiden yang akan mendampingi Jokowi.

Source : kompas

Share

Twitter Facebook