Showing posts with label Susi. Show all posts
Showing posts with label Susi. Show all posts

Saturday, March 7, 2015

Menteri Susi: Penggunaan Pukat Cincin akan Diatur



Jakarta (News Today)Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan pihaknya menerbitkan sejumlah kebijakan tak hanya untuk menjaga sumber daya laut, melainkan juga melestarikan profesi nelayan.

"Tidak hanya Ingin melindungi ikan saja, saya ingin melestarikan profesi nelayan untuk lestari, untuk menerus hasilnya sama. Jangan berpikir Tuhan akan kasih Indonesia terus menerus kan tidak mungkin itu," jelas Susi, Jumat (6/3/2015).

Selama masa jabatannya, Menteri Susi sudah mengeluarkan peraturan moratorium izin usaha melalui Permen 56 tahun 2014. Kemudian perihal alih muatan (transhipment) yang mengharuskan setiap kapal penangkap ikan dan kapal pengangkut ikan harus mendaratkan ikan di pelabuhan yang ditunjuk. 

Terbaru adalah soal larangan alat tangkap cantrang dan ke depan pihaknya akan mengatur alat tangkap purse seine atau pukat cincin. Menurutnya, tanpa aturan alat tangkap tersebut akan berbahaya.

Cara kerja pukat cincin adalah dengan melingkari suatu area yang menjadi tempat gerombolan ikan dengan jaring. Selanjutnya, jaring bagian bawah dikerucutkan, dengan demikian ikan-ikan terkumpul di bagian kantong.

"Caranya dengan mengatur jumlah tangkapan. Dengan mengatur alat tangkap. Yang tidak mendegradasi lingkungan, purse seinejika dilepas tanpa aturan akan berbahaya. Kita harus mulai ukur, wilayah tangkap berapa luasannya dan jumlah kapalnya berapa," jelas Susi.

Dalam diskusi tersebut, Menteri Susi juga memutuskan bahwa alat tangkap rawai tuna sebagai alat yang diperbolehkan dengan alasan tergolong ramah lingkungan. Diatur dengan ukuran di atas 30 GT diperbolehkan melakukan kegiatan penangkapan ikan pada jalur penangkapan III (12 mil laut ke atas). 

Sementara itu untuk kapal penangkap ikan yang menggunakan alat tangkap rawai tuna dan merupakan kapal buatan luar negeri dengan ukuran di atas 30 GT tidak diterbitkan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI).

Source : kompas

Wednesday, March 4, 2015

Menteri Susi Diledek Dubes karena Tak Berani Tenggelamkan Kapal Besar



Jakarta (News Today)Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku sering diejek oleh para duta besar di Indonesia. Menurut penjelasan Susi, ledekan tersebut dikarenakan para dubes memandang Susi hanya berani menenggelamkan kapal-kapal dengan ukuran kecil dan cenderung berasal dari negara yang tidak besar.
"Banyak dubes-dubes yang ngejek saya tiap pertemuan, 'You do not dare, do you? You only dare to small country, not to big country'. Jadi saya agak malu-malu jawabnya, 'Yes, I will'. Sejauh ini kita baru tenggelamkan di bawah 20, itu pun kata yangngeledek masih kecil 100-200 GT (gross tonage)," kata Susi yang langsung disambut tawa oleh para pejabat Kemenhub dalam Rakernas Ditjen Perhubungan Laut, di Kemenhub, Jakarta, Senin (2/3/2015).
Kemudian, berhubung dalam acara tersebut hadir pula Menko Bidang Kemaritiman Indroyono Soesilo, Susi langsung mencurahkan harapannya untuk bisa segera membalas ledekan para dubes dengan menenggelamkan kapal besar. Baru-baru ini, pemerintah memang berhasil menemukan tangkapan terbesar sepanjang sejarah RI, kapal raksasa asal Panama bernama MV Hai Fa.
"Saya berharap Pak Menko membantu percepatan kapal Hai Fa. Itu saya rasa sangat penting untuk menunjukkan bukti bahwa kita ini berdaulat. Rasanya sedih deh, Pak, kalau selevel menteri will-nya tidak terpenuhi, nanti akuntabilitas sebuah negara menjadi pertaruhan. Tidak usah semua, Pak, saya hanya mau dua SILO dan satu Hai Fa supaya ada bukti bahwa kita (Indonesia) tidak pandang bulu." ujar Susi.
Selain itu, dalam acara yang sama, Susi juga berharap bisa melakukan eksekusi langsung terhadap kapal yang terbukti melakukan pelanggaran. Namun, menurut dia, hingga saat ini belum ada yang berani melakukannya, baik itu dari pihak Kementerian Kelautan dan Perikanan maupun TNI AL.
"Sebetulnya ini mimpi saya untuk bisa melaksanakan eksekusi langsung, jadi tidak menunggu izin berlama-lama. Cuma exerciseini masih belum ada yang berani. PSDKP (Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan) tidak berani, Angkatan Laut tidak berani, kemudian KPLP (Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai) tidak bisa karena harus ada PSDKP," ucap Susi.
"Jadi mungkin suatu saat kita harus exercise patroli bersama. Tapi jangan patroli bersama, nanti malah bocor ya, Pak (Jonan)," kata Susi sembari tertawa.

Source : kompas

Friday, October 31, 2014

Ingin Berziarah ke Makam Ibunya, Susi Minta Tak Diliput Jurnalis


Petugas Protokoler Kementerian Kelautan dan Perikanan RI meningkatkan penjagaan di kediaman Menteri Susi di Pangandaran, Jumat (31/10/2014).

Pangandaran (News Today) - Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti akan langsung berziarah ke makam ibunya setiba di rumah pribadinya di Jalan Merdeka, Kabupaten Pangandaran, Sabtu (1/11/2014) besok. Susi dijadwalkan akan terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Pangandaran, Jawa Barat, besok pagi sekitar pukul 05.30. 

"Besok jadwalnya Bu Susi akan terbang di Bandara Halim pukul 05.30 pagi. Setelah tiba di sini, Bu Susi rencananya akan langsung berziarah ke makam ibunya yang berlokasi di belakang rumah ini," ujar Kepala Subbag Humas Kabupaten Pangandaran Megi R Parlumi kepada wartawan di rumah Susi Pudjiastuti, Jumat (31/10/2014) malam. 

Menurut Megi, sebelum Menteri Susi melakukan kunjungan kerja ke beberapa lokasi di Pantai Pangandaran, pemilik maskapai penerbangan Susi Air itu akan menuju rumah pribadinya dulu selepas pesawat yang ditumpanginya mendarat. Namun, saat berada di rumahnya, sesuai informasi pihak protokoler Kementerian Kelautan dan Perikanan, Menteri Susi tak diperbolehkan diliput oleh wartawan. 

"Jadi, besok itu, Bu Susi ke sini dulu. Katanya, pihak protokoler meminta supaya tidak ada peliputan dulu oleh wartawan, termasuk saat Bu Susi melakukan ziarah ke makam ibunya yang lokasinya berada di belakang rumah ini," kata Megi sembari menujukkan lokasi makam ibunda Menteri Susi di belakang rumah pribadi Susi. 

Setelah kegiatan itu, kata Megi, Menteri Susi rencananya akan langsung bertemu dengan para nelayan dan warga dalam beberapa rangkaian kegiatan. Kegiatan itu salah satunya akan dipusatkan di tempat pelelangan ikan (TPI) di Pantai Timur Pangandaran. Menteri Susi akan melihat lokasi Pelabuhan Pangandaran. 

Dalam rangkaian kegiatan besok pun rencananya akan disertai dengan berbagai pertunjukan kreasi seni dari warga, salah satunya pagelaran wayang golek. 

"Ya, besok seluruh acara akan sampai malam. Kegiatan itu dibarengi rangkaian kreasi hiburan," tambah dia. 

Sampai malam ini, kediaman Menteri Susi masih dikerumuni banyak orang, termasuk petugas dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Terlihat beberapa pegawai di rumah Susi sedang memasang beberapa spanduk selamat datang untuk Menteri Susi Pudjiastuti.

Source : kompas

Share

Twitter Facebook