Showing posts with label Pelaku. Show all posts
Showing posts with label Pelaku. Show all posts

Thursday, November 6, 2014

Putra Amien Rais Berharap Pelaku Teror Mendapat Hidayah


Pendiri dan mantan Ketua Partai Amanat Nasional Amien Rais

(News Today) - Hanafi Rais, putra dari Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, tidak ingin berspekulasi mengenai motif teror berupa penembakan mobil milik ayahnya. Ia berharap pelaku segera tertangkap.

Hanafi mengaku yakin bahwa pelaku teror pasti menyadari kesalahan yang dilakukannya. Namun, karena hal itu menyangkut masalah hukum, ia memilih untuk menyerahkan semua prosesnya kepada kepolisian. 

"Saya meyakini hati nurani pelaku menentang tindakannya sendiri, semoga Allah SWT memberi hidayah," kata Hanafi, saat dihubungi, Kamis (6/11/2014).

Saat ini, kata Hanafi, dia masih berada di Jakarta. Ia akan segera kembali ke Yogyakarta untuk mengetahui informasi mengenai teror yang diterima Amien secara mendalam. 

"Di Jogja ditempati bapak, ibu, sama adik. Ada pembantu juga sama satpam. Setelah ini, saya akan kembali ke Jogja," ujarnya.

Source : kompas

Monday, April 28, 2014

Pelaku Bunuh Diri Tiga Kali Terlibat Pencabulan di JIS

Lima Orang Tersangka Pelecehan Seksual Terhadap Siswa Jakarta International School

Jakarta, (News Today) - AZ, salah satu pelaku kekerasan seksual murid TK Jakarta International School (JIS) diketahui mencabuli murid di sekolah itu sebanyak tiga kali. 

Seperti yang telah diberitakan, AZ yang merupakan tersangka ke-enam kasus kekerasan seksual JIS, meninggal dunia di kamar mandi toilet Mapolda Metro Jaya. Pelaku diduga bunuh diri terkait kasus itu. 

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, kepada wartawan, di Mapolda Metro Jaya, Minggu (27/4/2014). 

AZ disebut melakukan perbuatan kekerasan seksual tersebut dalam waktu yang berbeda mulai Februari dan Maret 2014. "Pertama di bulan Februari, kedua dan ketiga dilakukan pada bulan Maret," ujar Rikwanto. 

AZ melakukan aksi bejatnya itu bersama tersangka ZA, AW dan SY di toilet Anggrek JIS. Kekerasan seksual itu dilakukan terhadap AK (6), murid TK yang menjadi korban. Perbuatan itu dimulai oleh SY, ZA, dan AW, yang disusul terakhir AZ. 

Kali kedua, kejadian terjadi pada 17 Maret 2014, AZ bersama tiga orang sebelumnya itu melakukan aksinya lagi. Namun, kepada petugas para pelaku mengaku tidak tahu siapa nama korban. 

Pada kekerasan yang dilakukan kali kedua itu, Rikwanto menyatakan para pelaku membagi tugas. Ada yang bertugas memegangi korban ada pula yang menjaga bagian depan pintu.

Sedangkan untuk ketiga kali, kejahatan seksual itu dilakukan lagi pada 20 Maret 2014, di toilet gymnastic sekolah JIS. Lokasinya berdekatan dengan sebuah kolam renang. Bersama teman-temannya AZ mencabuli seorang bocah yang hingga kini belum diketahui identitasnya.

Source : kompas

Pelaku Pelecehan Siswa JIS Mengaku Pernah Jadi Korban WNA Mirip Buronan FBI

Lima Orang Tersangka Pelecehan Seksual Terhadap Siswa Jakarta International School

Jakarta, (News Today) - Salah satu tersangka pelaku kekerasan seksual di Taman Kanak-kanak Jakarta International School (JIS) berinisial ZA (28) mengaku pernah mengalami pelecehan seksual oleh seorang warga negara asing (WNA). Kepada polisi, ZA mengaku kejadian itu dialami ketika masih remaja.

"Dia mengaku sendiri. Kejadian itu saat dia berumur 14 tahun di bundaran Pondok Indah," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto saat dihubungi Kompas.com, Minggu (27/4/2014).

Menurut Rikwanto, kala itu ZA dipanggil seseorang yang berada di dalam mobil di kawasan tersebut. ZA menurutinya dan datang ke mobil tersebut. ZA mengenali orang yang memanggilnya adalah seorang WNA. "Kemudian dia dirayu dan disodomi di situ, tetapi dia tidak tahu siapa WNA itu," ujar Rikwanto.

Setelah dipaksa, ZA diberi uang Rp 20.000 oleh pelaku. Hal ini terungkap dalam pengakuan ZA kepada polisi, belasan tahun setelah dia menjadi tersangka kasus yang pernah dialaminya.

Rikwanto mengatakan, dalam pemeriksaan terhadap ZA, polisi menanyakan kepadanya tentang William James Vahey, seorang buron Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat dalam kasus paedofil. Penyidik menunjukkan foto wajah Vahey kepada ZA dan ia mengakui bahwa wajah WNA yang pernah menyodomi berwajah sama dengan Vahey.

"Kita sodori kepada dia dan dia bilang, 'Ya, dia orangnya seperti ini (Vahey)'," kata Rikwanto.

Vahey telah meninggal dunia setelah melakukan bunuh diri di Luverne, Minnesota, AS, bulan lalu. Peristiwa itu terjadi dua hari setelah seorang hakim federal di Houston mengatakan bahwa pihak berwenang bisa mencari salah satu flash disk Vahey yang diduga berisi foto-foto yang menggambarkan kekerasan seksual terhadap anak-anak. Ada sejumlah foto dari setidaknya 90 korban, yang berasal dari tahun 2008, dan FBI sedang mendorong terduga korban lain untuk memberikan laporan.

FBI menyebutkan, foto-foto dalam flash disk yang diduga milik Vahey itu menunjukkan sejumlah anak laki-laki berusia 12-14 tahun dalam keadaan tertidur atau tidak sadarkan diri. Foto-foto tersebut memiliki keterangan dan tanggal yang merujuk ke tempat-tempat Vahey sebelumnya bepergian bersama para siswa.

Source : kompas

Share

Twitter Facebook