Showing posts with label Mirip. Show all posts
Showing posts with label Mirip. Show all posts

Saturday, November 8, 2014

Ahok: KIS dan BPJS Kesehatan Mirip, Hanya KIS Itu Bahasa Politiknya Saja


Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat memberi sambutan dalam Seminar Sehari Mengatasi Banjir di Jakarta, Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Kamis (30/10/2014).

Jakarta (News Today) - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama mengatakan, program Kartu Indonesia Sehat (KIS) tidak berbeda dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. 

Karena itu, kata Basuki, warga Jakarta tidak perlu pusing akibat banyaknya sistem jaminan kesehatan ini.  

"KIS sama BPJS Kesehatan itu mirip. Cuma KIS itu bahasa politiknya saja," kata Basuki, di Balaikota, Kamis (6/11/2014).

Menurut dia, saat ini, KJS pun sudah melebur setelah peluncuran BPJS Kesehatan. Sebab, lanjut dia, semua sistem jaminan kesehatan serupa. Hanya saja, cakupan penerima BPJS Kesehatan lebih luas dibanding KJS yang hanya diterima oleh warga pemilik KTP DKI. 

Jaminan kesehatan ini berdasarkan UU SJSN (Sistem Jaminan Sosial Nasional) yang telah ditetapkan pada 19 Oktober 2014. "BPJS Kesehatan sudah sesuai UU SJSN dan sudah jalan kok," ujarnya.

Presiden Joko Widodo telah meluncurkan KIS di Kantor Pos Besar, Jakarta Pusat, 3 November 2014 lalu, bersamaan dengan peluncuran Kartu Indonesia Pintar (KIP), dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). 

Program tersebut untuk mengantisipasi rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. "Untuk menjaga daya beli masyarakat dan yang jelas untuk memberikan pelayanan kesehatan dan pendidikan," kata Jokowi.

Program KIS akan menggunakan anggaran dana BPJS Kesehatan. Yang membedakan KIS dengan layanan BPJS adalah (kartu KIS) bisa dipakai di mana saja, sementara BPJS hanya bisa digunakan di wilayah tempat kartu diterbitkan.

Source : kompas

Monday, April 28, 2014

Pelaku Pelecehan Siswa JIS Mengaku Pernah Jadi Korban WNA Mirip Buronan FBI

Lima Orang Tersangka Pelecehan Seksual Terhadap Siswa Jakarta International School

Jakarta, (News Today) - Salah satu tersangka pelaku kekerasan seksual di Taman Kanak-kanak Jakarta International School (JIS) berinisial ZA (28) mengaku pernah mengalami pelecehan seksual oleh seorang warga negara asing (WNA). Kepada polisi, ZA mengaku kejadian itu dialami ketika masih remaja.

"Dia mengaku sendiri. Kejadian itu saat dia berumur 14 tahun di bundaran Pondok Indah," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto saat dihubungi Kompas.com, Minggu (27/4/2014).

Menurut Rikwanto, kala itu ZA dipanggil seseorang yang berada di dalam mobil di kawasan tersebut. ZA menurutinya dan datang ke mobil tersebut. ZA mengenali orang yang memanggilnya adalah seorang WNA. "Kemudian dia dirayu dan disodomi di situ, tetapi dia tidak tahu siapa WNA itu," ujar Rikwanto.

Setelah dipaksa, ZA diberi uang Rp 20.000 oleh pelaku. Hal ini terungkap dalam pengakuan ZA kepada polisi, belasan tahun setelah dia menjadi tersangka kasus yang pernah dialaminya.

Rikwanto mengatakan, dalam pemeriksaan terhadap ZA, polisi menanyakan kepadanya tentang William James Vahey, seorang buron Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat dalam kasus paedofil. Penyidik menunjukkan foto wajah Vahey kepada ZA dan ia mengakui bahwa wajah WNA yang pernah menyodomi berwajah sama dengan Vahey.

"Kita sodori kepada dia dan dia bilang, 'Ya, dia orangnya seperti ini (Vahey)'," kata Rikwanto.

Vahey telah meninggal dunia setelah melakukan bunuh diri di Luverne, Minnesota, AS, bulan lalu. Peristiwa itu terjadi dua hari setelah seorang hakim federal di Houston mengatakan bahwa pihak berwenang bisa mencari salah satu flash disk Vahey yang diduga berisi foto-foto yang menggambarkan kekerasan seksual terhadap anak-anak. Ada sejumlah foto dari setidaknya 90 korban, yang berasal dari tahun 2008, dan FBI sedang mendorong terduga korban lain untuk memberikan laporan.

FBI menyebutkan, foto-foto dalam flash disk yang diduga milik Vahey itu menunjukkan sejumlah anak laki-laki berusia 12-14 tahun dalam keadaan tertidur atau tidak sadarkan diri. Foto-foto tersebut memiliki keterangan dan tanggal yang merujuk ke tempat-tempat Vahey sebelumnya bepergian bersama para siswa.

Source : kompas

Share

Twitter Facebook