Showing posts with label Menteri. Show all posts
Showing posts with label Menteri. Show all posts

Thursday, November 6, 2014

Keliling IIBF 2014, Menteri Pariwisata Dapat Banyak Kejutan


Pada kunjungannya ke IIBF 2014, Menteri Pariwisata, Arief Yahya sempat mencicip pembuatan Kiswah yaitu kain hitam pembungkus Ka'Bah, Selasa (4/11/2014) di stan buku asal Arab Saudi

Jakarta (News Today)Tepat pukul 19.00, Selasa (4/11/2014) Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengunjungi Indonesia International Book Fair (IIBF) yang diselenggarakan di Istora Senayan. Meskipun pameran buku internasional yang diadakan oleh Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) pada malam itu tak terlalu ramai, tetapi sambutan atas kedatangan Menpar dilakukan dengan hangat.
Malam itu, Arief memulai langkahnya dengan mengunjungi stan dari perwakilan Kedutaan Besar Arab Saudi. Sambutan terus menghampirinya. Mulai dari diajak berkeliling untuk melihat-lihat papan bergambar bangunan bersejarah di Arab sana hingga ikut mencicip pembuatan kain hitam pembungkus Kabah. Pengunjung yang datang pun tak kalah hangat sambutannya. Arief malam itu dijejali beberapa orang-orang yang mau mengambil gambarnya. Sebagai tanda mata, ia juga mendapat satu bingkai besar bergambar Kabah dari salah satu stan Arab Saudi.
Senyumnya tak habis-habis malam itu. Beberapa kali ia melontarkan ucapan terima kasih dalam bahasa Arab. "Syukron, syukron," ungkapnya.
Pesan dari Menteri Pariwisata untuk dinding inspirasi Korea saat kunjungannya di IIBF 2014, Selasa (4/11/2014)
Selain stan Saudi Arabia, Arief sempat mengunjungi stan Korea dan Malaysia. Pada dinding inspirasi Korea, ia sempat menulis satu pesan dengan menempelkan secarik kertas bertuliskan "Welcome to IIBF 2014, tertanda Arief Yahya".
Kejutan tak habis begitu saja, sampai di stan Malaysia, Arief juga sempat diberikan beberapa buku anak saat mengunjungi stan penerbit buku Erlangga. "Terima kasih ya," ungkapnya sambil lalu.
IIBF 2014 diselenggarakan oleh Ikapi dengan menggandeng 10 negara di luar Indonesia. Di antaranya, Saudi Arabia, Jepang, Korea, Tiongkok, Malaysia, Singapura, Mesir, Pakistan, Kanada dan Taiwan. 

Source : kompas

Wednesday, October 29, 2014

Jokowi Ternyata Beri 80 Nama Calon Menteri ke KPK, 10 Diberi Catatan


Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Abraham Samad (kiri) dan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo seusai menandatangani komitmen dan sosialisasi pengendalian gratifikasi di Balaikota, Jakarta Pusat, Selasa (4/3/2014). Provinsi DKI Jakarta menempati posisi tertinggi pelaporan gratifikasi tahun 2013 yang mencapai 970 laporan. 

Jakarta (News Today) - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad mengatakan, sebelum mengumumkan kabinetnya, Presiden Joko Widodo mengajukan sekitar 80 nama calon menteri kepada KPK untuk ditelusuri rekam jejaknya. Dari 80 orang tersebut, kata Samad, lebih dari 10 yang diberi tanda merah dan kuning oleh KPK.

"Yang pertama (diajukan) ada 42. Itu saya hitung-hitung jumlahnya ada 80 nama yang dikirim ke KPK dan lebih dari 10 yang diberi catatan," ujar Samad di Gedung KPK, Jakarta, Senin (27/10/2014).

Meski begitu, Samad mengaku tidak mengingat siapa saja yang diberi catatan negatif oleh KPK. Ia pun tidak dapat menjawab secara pasti saat ditanya apakah ada menteri di Kabinet Kerja yang masuk ke dalam catatan tersebut.

"Saya kesulitan mengingat mana yang saya berikan tanda merah dan kuning. Kalau anda persilakan saya satu atau dua hari ke depan untuk menelisik, memeriksa kembali, saya beri tahu kepada anda," ujarnya.

Menurut Samad, pemberian label merah mau pun kuning dari KPK tidak lantas menjadi patokan bahwa orang tersebut bersih atau tidak. Bahkan, kata Samad, bisa saja menteri yang lolos dari catatan negatif KPK justru terjerumus korupsi saat melihat kesempatan itu terbuka lebar.

"Untuk menentukan orang itu baik atau tidak, akan terlihat nanti setelah dia menduduki posisi itu. Kan ada orang yang tidak tahan godaan," kata Samad.

Samad menilai, reaksi penentangan dari masyarakat dan LSM terhadap kabinet yang baru terbentuk semestinya dapat dijadikan acuan untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan. Dengan demikian, kata Samad, titik lemah pemerintahan dapat direkonstruksi setelah adanya upaya evaluasi itu.

"Misalnya begini. kalau dari hasil evaluasi ada titik lemah dalam bidang C, B, A, itu kan harus direkonstruksi kembali supaya hal yang minus jadi plus," ujarnya.

Source : kompas

Tuesday, October 28, 2014

Pengamat Nilai Ada Sejumlah Menteri yang Tak Layak Masuk Kabinet Jokowi



(News Today) - Presiden Joko Widodo telah mengumumkan 34 menteri yang mengisi Kabinet Kerja. Namun, ada sejumlah menteri yang dianggap kurang layak untuk mengisi kabinet tersebut. Menurut pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah, Pangi Syarwi Chaniago, setidaknya ada tiga menteri yang tidak layak masuk ke kabinet.

Mereka adalah Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil.

"Jokowi menunjuk Susi menurut saya bukan alasan atau pertimbangan kapasitas dan kompetensi keahlian. Kemungkinan alasan nomor satu menunjuk Susi Pudjiastuti adalah alasan donatur pilpres," kata Pangi kepada Kompas.com, Senin (27/10/2014).

Sementara itu, terkait Rini, menurut dia, mantan Ketua Tim Transisi itu diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan pesawat tempur Sukhoi milik TNI Angkatan Udara dan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Pangi pun mempertanyakan Komisi Pemberantasan Korupsi yang tidak memasukkan Rini ke dalam rapor merah kabinet Jokowi.

"Menko Perekonomian Sofyan Djalil juga sempat 'tercolek' kasus skandal Century. Kalau seperti ini komposisi Kabinet Kerja Jokowi, kita enggak bisa terlalu banyak berharap, walaupun ada beberapa nama menteri yang punya kapasitas juga," ujarnya.

Source : kompas

Share

Twitter Facebook