Showing posts with label Mengaku. Show all posts
Showing posts with label Mengaku. Show all posts

Sunday, November 2, 2014

Greysia Polii Mengaku Jadi "Korban" Rexy Mainaky


Greysia Polii (kiri) bersama Rexy Mainaky (tengah) dan Nitya Krishinda Maheswari (kanan) dalam acara #ANGKAT RAKETMU, 

Jakarta (News Today) - Peraih medali emas Asian Games Incheon lalu, Greysia Polii, mengaku dirinya memilih menjadi pemain bulu tangkis karena kagum pada penampilan senior-seniornya, Ricky Subagja dan Rexy Mainaky, melalui layar televisi.

"Setiap kali menyaksikan Kak Ricky dan Rexy melalui layar televisi, saya selalu terbayang bagaimana bisa keliling dunia sebagai pemain bulu tangkis," kata Greysia saat mengikuti acara #ANGKAT RAKETMU di Jakarta, Jumat (31/10/2014). "Jadi, boleh dibilang saya ini 'korban' mereka," ujarnya.

Pasangan Ricky Subagja/Rexy Mainaky merupakan ganda putra terbaik Indonesia pada 1990-an dan bahkan meraih medali emas di Olimpiade Atlanta pada 1996 lalu. Baik Ricky maupun Rexy saat ini merupakan tokoh-tokoh kunci di pelatnas bulu tangkis Cipayung.

Gerakan #ANGKAT RAKET merupakan gerakan yang digagas Coca-Cola dan PP PBSI untuk memperbanyak atau mengaktifkan kembali lapangan-lapangan bulu tangkis ynag berada di permukiman-permukiman di seluruh wilayah Indonesia. Pengaktifan kembali ini diharapkan dapat merangsang anak-anak atau remaja untuk mulai bermain bulu tangkis.

"Saya beruntung di kampung saya di Winangun, Manado, ada lapangan bulu tangkis. Jadi, biasanya setelah menyaksikan para bintang bulu tangkis melalui siaran televisi, saya buru-buru ke lapangan dan bermain bulu tangkis. Tanpa raket sungguhan, namun raket kayu," kata Greysia. Ya, potongan kayu yang lebih mirip bet tenis meja.

Namun, minimnya fasilitas ini tidak membuat kecil hati Greysia kecil. Dengan dukungan keluarga, akhirnya ia bisa meneruskan keinginannya berlatih bulu tangkis di Pulau Jawa sebelum akhirnya masuk Pelatnas Cipayung.

"Jadi, saya senang sekali kalau ada usaha memperbanyak lapangan bulu tangkis di lingkungan perumahan atau taman-taman. Karena melalui fasilitas lapangan seperti itu, bahkan dengan raket kayu itulah, saya akhirnya dapat keliling dunia untuk mengharumkan nama negara Indonesia," kata Greysia lagi.

Source : kompas

Monday, April 28, 2014

Pelaku Pelecehan Siswa JIS Mengaku Pernah Jadi Korban WNA Mirip Buronan FBI

Lima Orang Tersangka Pelecehan Seksual Terhadap Siswa Jakarta International School

Jakarta, (News Today) - Salah satu tersangka pelaku kekerasan seksual di Taman Kanak-kanak Jakarta International School (JIS) berinisial ZA (28) mengaku pernah mengalami pelecehan seksual oleh seorang warga negara asing (WNA). Kepada polisi, ZA mengaku kejadian itu dialami ketika masih remaja.

"Dia mengaku sendiri. Kejadian itu saat dia berumur 14 tahun di bundaran Pondok Indah," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto saat dihubungi Kompas.com, Minggu (27/4/2014).

Menurut Rikwanto, kala itu ZA dipanggil seseorang yang berada di dalam mobil di kawasan tersebut. ZA menurutinya dan datang ke mobil tersebut. ZA mengenali orang yang memanggilnya adalah seorang WNA. "Kemudian dia dirayu dan disodomi di situ, tetapi dia tidak tahu siapa WNA itu," ujar Rikwanto.

Setelah dipaksa, ZA diberi uang Rp 20.000 oleh pelaku. Hal ini terungkap dalam pengakuan ZA kepada polisi, belasan tahun setelah dia menjadi tersangka kasus yang pernah dialaminya.

Rikwanto mengatakan, dalam pemeriksaan terhadap ZA, polisi menanyakan kepadanya tentang William James Vahey, seorang buron Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat dalam kasus paedofil. Penyidik menunjukkan foto wajah Vahey kepada ZA dan ia mengakui bahwa wajah WNA yang pernah menyodomi berwajah sama dengan Vahey.

"Kita sodori kepada dia dan dia bilang, 'Ya, dia orangnya seperti ini (Vahey)'," kata Rikwanto.

Vahey telah meninggal dunia setelah melakukan bunuh diri di Luverne, Minnesota, AS, bulan lalu. Peristiwa itu terjadi dua hari setelah seorang hakim federal di Houston mengatakan bahwa pihak berwenang bisa mencari salah satu flash disk Vahey yang diduga berisi foto-foto yang menggambarkan kekerasan seksual terhadap anak-anak. Ada sejumlah foto dari setidaknya 90 korban, yang berasal dari tahun 2008, dan FBI sedang mendorong terduga korban lain untuk memberikan laporan.

FBI menyebutkan, foto-foto dalam flash disk yang diduga milik Vahey itu menunjukkan sejumlah anak laki-laki berusia 12-14 tahun dalam keadaan tertidur atau tidak sadarkan diri. Foto-foto tersebut memiliki keterangan dan tanggal yang merujuk ke tempat-tempat Vahey sebelumnya bepergian bersama para siswa.

Source : kompas

Share

Twitter Facebook