Showing posts with label Masuk. Show all posts
Showing posts with label Masuk. Show all posts

Friday, November 7, 2014

Lima Negara Ini Bakal Dapat Bebas Visa Masuk ke Indonesia


Sejumlah warga asing berlatih membatik di Tembi Rumah Budaya, Desa Timbulharjo, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta, Jumat (15/6/2012). Paket belajar membatik secara singkat semakin banyak ditawarkan oleh para pelaku industri pariwisata Yogyakarta dalam rangkaian tur yang mereka kelola.

Jakarta (News Today) - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman menargetkan peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dari sebanyak 10 juta kunjungan pada 2015, menjadi 20 juta kunjungan pada 2020.

Ada dua langkah yang akan dilakukan untuk mencapai target tersebut. Langkah pertama yakni, memberlakukan bebas visa masuk Indonesia. Menteri Koordinator Kemaritiman, Indroyono Soesilo, menuturkan Keputusan Presiden tengah disusun dan segera akan ditandatangani. 

"Keputusan rakor ini direncanakan diusulkan lima negara mendapat bebas visa masuk ke Indonesia yaitu Tiongkok, Australia, Jepang, Rusia, dan Korea Selatan," kata dia ditemui di Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, Rabu (5/11/2014). 

Dengan kegiatan bebas visa masuk ini diharapkan ada tambahan kunjungan wisman sekitar 500.000 setahun. Indroyono menyampaikan untuk ini pemerintah Indonesia memang harus merogoh kocek sebesar 11,5 juta dollar AS, untuk membebaskan fee visa masuk. 

Namun, dengan potensi kunjungan dan pengeluaran wisman, maka pemasukan yang akan didapat minimal sebesar 540 juta dollar AS per tahun, dengan asumsi tiap wisman mengeluarkan 1.200 dollar AS. 

Adapun langkah kedua yakni memberikan akses kemudahan izin untuk kapal-kapal yacth, atau kapal pesiar, dan kapal layar internasional. "Kedatangan kapal wisata, kapal yatch, kapal layar internasional itu, disepakati tim yang dibuat oleh satu pintu, online yang dibuat Kemenlu itu yang diperkuat," lanjut dia. 

Indroyono menuturkan, saat ini tim telah melakukan ujicoba, dan hasilnya, perizinan masih selesai dalam 2-3 hari. Indroyono menambahkan, tim menargetkan perizinan selesai dalam satu hari. 

"Dengan demikian ada 1.500 kapal layar seluruh dunia masuk ke Indonesia, langsung masuk ke wilayah kita, ke kabupaten pesisir," ucap dia. 

Dengan perizinan yang lebih mudah, artinya ini menjadi ajang adu promosi antar kabupaten untuk menarik wisatawan sebanyak mungkin. "Karena mau dibuka begini, para Bupati silakan promosikan kabupatennya," tukas Indroyono.

Source : kompas

Sunday, November 2, 2014

Suparmi Menangis, Putrinya Masuk Bui gara-gara Facebook


Air mata Suparmi tak terbendung ketika menceritakan peristiwa yang dialami oleh putri kesayanganya Ervani Emihandayani (29) di Kantor LBH Yogyakarta

Yogyakarta (News Today) - Air mata Suparmi tak terbendung ketika menceritakan peristiwa yang dialami oleh putri kesayangannya, Ervani Emihandayani (29), di kantor LBH Yogyakarta, Jumat (31/10/2014).

Kepada wartawan, Suparmi menuturkan, putrinya adalah sosok yang sabar dan sopan. Ervani juga perempuan yang cerdas dan tabah, meski diakui bahwa cobaan hidup tak pernah berhenti mendera kehidupan Ervani. 

Suparmi mengaku tidak menyangka hanya karena menceritakan kegundahan hati di media sosial, putrinya itu harus berurusan dengan hukum. Bahkan, saat ini anak pertamanya itu harus mendekam di bui. Dia menjadi tahanan di Wirogunan. "Saya sedih, sedih sekali. Kenapa hanya gara-gara itu (Facebook) bisa jadi begini, anak saya ditahan," ucap Suparmi.

Suparmi mengaku sudah mempunyai firasat buruk ketika putrinya dipanggil polisi pada 9 Juli 2014. Firasat itu pun menjadi kenyataan karena saat malam hari suami Ervani, Alfa Janto, hanya pulang sendirian dari kantor polisi. "Saya tanya kok Ervani tidak ikut pulang, Alfa hanya diam," ujar Suparmi. 

Setelah terus-menerus didesak, Alfa menjawab bahwa istrinya ditahan karena tulisannya di Facebook yang diduga mencemarkan nama baik. "Saya langsung lemas, nangis, tidak percaya anak saya ditahan gara-gara Facebook," tuturnya sambil mengusap air matanya. 

Suparmi berharap, permasalahan yang dialami anaknya bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan sehingga Ervani tidak perlu ditahan dan dapat kembali ke tengah-tengah keluarga. 

Diberitakan sebelumnya, peristiwa ini bermula ketika pada 13 Maret 2014, Alfa yang bekerja sebagai petugas keamanan di toko Jolie Jogja Jewellery menolak untuk dimutasi oleh perusahaannya ke Cirebon. 

Alfa menolak karena tidak ada perihal mutasi pegawai di perjanjian awal. Oleh karena itu, Alfa Janto diberikan dua opsi, yakni mengundurkan diri dari perusahaan atau mau dimutasi. "Saya cerita ke istri dan dia jadi syok dengan dua pilihan itu," ujar Alfa.

Setelah mendengar cerita dari suaminya, pada 30 Mei 2014, Ervani Emihandayani curhat dengan menulis di media sosial grup Facebook Jolie Jogja Jewellery soal kejadian yang dialami oleh suaminya.

"Iya sih pak Har baik, yang nggak baik itu yang namanya Ayas dan spv lainnya. Kami rasa dia nggak pantas dijadikan pimpinan Jolie Jogja Jewellery. Banyak yang lebay dan masih labil seperti anak kecil!" tulis Ervani di grup Facebook.

Karena tulisannya itu, pada 9 Juni 2014 Ayas yang namanya disebut dalam posting itu lantas melaporkan Ervani Emihandayani ke polisi. Berdasarkan laporan itu, pada 9 Juli 2014 Ervani lantas dipanggil polisi untuk dimintai keterangan. Hari itu juga, menurut Alfa, istrinya langsung ditetapkan sebagai tersangka.

Ervani saat ini ditahan sementara di Rutan Wirogunan dengan tuduhan pelanggaran Undang-Undang ITE Pasal 27 ayat 3 dan Pasal 45, serta UU KUHP Pasal 310 dan Pasal 311.

Source : kompas

Tuesday, October 28, 2014

Pengamat Nilai Ada Sejumlah Menteri yang Tak Layak Masuk Kabinet Jokowi



(News Today) - Presiden Joko Widodo telah mengumumkan 34 menteri yang mengisi Kabinet Kerja. Namun, ada sejumlah menteri yang dianggap kurang layak untuk mengisi kabinet tersebut. Menurut pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah, Pangi Syarwi Chaniago, setidaknya ada tiga menteri yang tidak layak masuk ke kabinet.

Mereka adalah Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil.

"Jokowi menunjuk Susi menurut saya bukan alasan atau pertimbangan kapasitas dan kompetensi keahlian. Kemungkinan alasan nomor satu menunjuk Susi Pudjiastuti adalah alasan donatur pilpres," kata Pangi kepada Kompas.com, Senin (27/10/2014).

Sementara itu, terkait Rini, menurut dia, mantan Ketua Tim Transisi itu diduga terlibat dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan pesawat tempur Sukhoi milik TNI Angkatan Udara dan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Pangi pun mempertanyakan Komisi Pemberantasan Korupsi yang tidak memasukkan Rini ke dalam rapor merah kabinet Jokowi.

"Menko Perekonomian Sofyan Djalil juga sempat 'tercolek' kasus skandal Century. Kalau seperti ini komposisi Kabinet Kerja Jokowi, kita enggak bisa terlalu banyak berharap, walaupun ada beberapa nama menteri yang punya kapasitas juga," ujarnya.

Source : kompas

Share

Twitter Facebook