Showing posts with label Jadi. Show all posts
Showing posts with label Jadi. Show all posts

Friday, November 7, 2014

Satu Candi di Kompleks Prambanan Jadi Museum Gempa


Candi Apit Utara di kompleks candi Prambanan di jadikan museum pengingat kedasyatan gempa Yogya Mei 2006 lalu

Yogyakarta (News Today) - Gempa 6,5 skala richter yang menguncang DI Yogyakarta, selain merobohkan rumah warga, juga merusak banyak bangunan cagar budaya termasuk candi di Kompleks Prambanan. 

Setelah 8 tahun dilakukan penanganan dengan melakukan metode konsolidasi atau memperkuat struktur bangunan, kini candi yang terkenal dengan legenda Roro Jongrang itu sudah dapat dinikmati lagi. Termasuk bangunan candi terbesarnya, yakni Candi Siwa. 

Candi Siwa, merupakan bangunan terakhir yang selesai dikerjakan, dan hari ini, Rabu (5/11/2014) candi ini mulai dibuka kembali untuk wisatawan. "Dulu 2013 yang masuk dibatasi dan harus pakai helem karena belum sepenuhnya selesai. Sekarang sudah selesai dan dibuka kembali untuk wisatawan," ucap Kepala Seksi Pelindungan, Pengembangan dan Pemanfaatan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DIY, Wahyu Astuti.

Mengingat peristiwa gempa bumi yang mengguncang DIY dan sekitarnya terbilang besar hingga merusak sebagian bangunan cagar budaya, termasuk Candi Prambanan. Maka ada satu bangunan candi di kompleks Prambanan yang susunan batunya disengaja tidak begitu rapi dibandingkan yang lainnya.

Candi yang lokasinya ada di sebelah utara Candi Siwa ini dijadikan sebagai museum, pengingat kedasyatan gempa bumi 2006. "Itu Candi Apit Utara, memang susuan batunya sedikit pritil-pritil (tersusun tidak rata). Itu dijadikan museum, pengingat gempa tahun 2006," ucap Wahyu. 

Meski terlihat susunannya tidak rata dan rapi, pengunjung tidak perlu takut karena dalam proses konsolidasi sela-sela batu telah direkatkan dengan injeksi. Memasukan perekat berbahan campuran pasir, kapur, dan zeolit. "Bahanya dari campuran alami. Tapi cukup kuat," tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Candi Siwa di ini resmi dibuka untuk wisatawan. Pembukaan Candi Siwa ini secara simbolis dilakukan oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Kacung Marijan. 

Source : kompas

Thursday, November 6, 2014

Bintang Olahraga Afsel Jadi Incaran Perampok


Kapten Tim Nasional Afrika Selatan, Senzo Meyiwa, meninggal karena ditembak oleh orang tak dikenal, Minggu (26/10/2014).

Johannesburg (News Today) - Orang-orang bersenjata masuk ke rumah dan merampok orangtua bintang sepak bola Afrika Selatan, Sibusiso Vilakazi, di Soweto, Johannesburg, Sabtu (1/11/2014) malam lalu.

Vilakazi yang saat itu tengah tidur di bagian belakang rumah menyebut, para perampok itu sebenarnya mengincar dirinya. "Orang-orang itu mencari saya," kata Vilakazi, kapten klub Bidved Wits.

Para perampok itu meminta orangtua Vilakazi untuk menyerahkan kunci mobil sebelum menjarah ponsel, uang tunai, televisi, dan bahkan cincin kawin milik kedua orangtua Vilakazi tersebut.

"Semua terjadi saat saya tidur dan saya tidak mendengar apa pun," kata Vilakazi. "Bayangkan bila saya terbangun dan apa yang akan terjadi."

Peristiwa ini terjadi hanya dua pekan setelah peristiwa pembunuhan penjaga gawang timnas Afrika Selatan, Senzo Meyiwa. Kapten timnas Bafana-Bafana tersebut ditembak dalam sebuah peristiwa perampokan yang menurut polisi salah alamat.

Peristiwa pembunuhan yang menimpa Meyiwa telah mengguncangkan seluruh negeri dan menimbulkan kekhawatiran soal keamanan negeri tersebut.

Vilakazi sendiri baru saja bergabung dengan tim Bafana-Bafana yang akan menjamu Sudan pada 15 November di Durban sebelum menghadapi Nigeria pada 19 November.

Source : kompas

Penjaja Seks di Pasar Gamblok Menyaru Jadi Penjual Pakaian Bekas


Petugas medis dari RSUD Ambarawa sedang melakukan VCT terhadap salah seorang PSK yang terjaring dikawasan pasar Gamblok, Ambarawa, Rabu (5/11/2014) siang.

Ambarawa (News Today) - Kusmini (51), warga Dusun Sumber, Desa Ngampin, Kecamatan Ambarawa bersikeras dirinya bukan pekerja seks komersial (PSK). Saat terjadi razia, Rabu (5/11/2014) sekira pukul 09.00, dia mengaku sedang membeli bubur di kawasan Pasar Gamblok, Jalan Brigjend Sudiarto, Ambarawa.

Namun toh, wanita setengah baya ini yang mempunyai kuku bercat merah tua ini dipaksa masuk ke dalam mobil patroli bak terbuka milik polisi. Bersama belasan PSK yang terjaring Operasi Pekat yang digelar aparat Polsek Ambarawa bekerjasama dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI). 

"Saya itu lapar, terus beli bubur. Saya lihat ada rame-rame di situ, terus seorang polisi ambil tangan saya sembari berujar 'ayo buk, katut kowe' (kamu ikut)," kata Kusmini di Mapolsek Ambarawa. 

Sebelumnya, aksi kejar-kejaran dalam operasi ini pun tak terhindarkan. Petugas membawa 12 PSK yang kemudian digiring ke Mapolsek Ambarawa. Di sana satu per satu  wanita itu kemudian diwajibkan menjalani Voluntary Counseling Test. "Saya malu, deg-degan. Tadi sepanjang jalan terus saya tutupi muka ini. Aduh gimana ini mas? Saya malah kepikiran sekarang," keluh Kusmini. 

Pasar Gamblok Ambarawa selama ini memang dikenal sebagai salah satu kawasan esek-esek kelas bawah. Di sini para PSK rata-rata sudah berumur. Berbeda dengan lokalisasi atau kawasan esek-esek lainnya, para PSK di Pasar Gamblok ini tidak menjajakan diri secara vulgar. 

Mereka biasanya berkamuflase sebagai pedagang rombengan (pakaian bekas) dan membaur dengan pedagang lainnya. Salah satu keunikan lainnya dari para PSK di Pasar Gamblok ini adalah jam operasional mereka yang mengikuti ritme pedagang, yakni pagi hingga sore hari.

"Jam edarnya pagi sampai sore. Kalau pas ada pelanggan, barang dagangannya dititipkan ke yang lain. Panennya kalau pas pasaran pon, berbarengan dengan keramaian pasar hewan Ambarawa," kata salah satu PSK yang enggan disebutkan namanya. 

Kusmini sendiri mengaku, sesekali ikut berjualan pakaian bekas di Pasar Gamblok. Namun saat terjadi razia tersebut, wanita yang mengaku sudah memiliki 11 cucu dan 2 buyut ini sedang libur berjualan karena suami pemilik dagangan meninggal dunia.

"Rencananya saya mau rewang di tempat ibu angkat saya yang saya ikuti jualan ini. Saya itu malah sering menasehati mbak-mbaknya itu, cari uang mbok jangan begitu. Cari yang halal. Ee saya malah kena razia juga. Saya ini bukan PSK lho mas," ujarnya. 

Koordinator Wilayah PKBI Kabupaten Semarang, M Pujiyanto menyakini tak mungkin mereka salah "menangkap" PSK di Pasar Gamblok. Sebab sebelum dilakukan penangkapan, timnya sudah melakukan pemetaan dengan lengkap dan teliti.

"Biasanya nanti pas ada konseling pribadi, mereka mulai ngaku. Seperti kemarin waktu kita jaring tiga PSK, sampai di Polsek tetap enggak ngaku," kata dia.

PKBI mencatat, di kawasan Gamblok ini terdapat 20 PSK yang beroperasi. Namun dalam razia tersebut, tiga PSK berhasil kabur dari kejaran petugas. "Kami terpaksa menakuti mereka. Kalau tidak mau akomodatif, njenengan (anda) kena denda maksimal lima puluh juta lho," kata Pujiyanto mengungkapkan trik agar para PSK bersedia mengikuti VCT. 

Sementara itu, Kepala Polsek Ambarawa, AKP Fadli mengatakan, kegiatan razia PSK ini menindaklanjuti keluhan masyarakat mengenai praktik prostitusi di kawasan Pasar Gamblok. Sebelumnya juga dilakukan kegiatan serupa, di mana terjaring tiga PSK dan satu di antaranya dinyatakan positif HIV AIDS.

"PSK di kawasan Gamblok yang berhasil kita amankan ada 12 orang. Kita bekerjasama dengan PKBI, kita lakukan cek darah, sebab saat operasi pertama, tiga orang terjaring, satu di antaranya positif," ujar Kepala Polsek. 

Selanjutnya, terhadap ke 12 PSK tersebut, akan dilakukan proses hukum berupa tindak pidana ringan (tipiring), dan jika ada PSK yang dinyatakan positif HIV AIDS akan mendapatkan penanganan dari tim PKBI. 

"Proses hukum tetap kita berlakukan, untuk mengantisipasi HIV AIDS yang bisa merugikan masyarakat," kata dia.

Source : kompas

Sunday, November 2, 2014

Greysia Polii Mengaku Jadi "Korban" Rexy Mainaky


Greysia Polii (kiri) bersama Rexy Mainaky (tengah) dan Nitya Krishinda Maheswari (kanan) dalam acara #ANGKAT RAKETMU, 

Jakarta (News Today) - Peraih medali emas Asian Games Incheon lalu, Greysia Polii, mengaku dirinya memilih menjadi pemain bulu tangkis karena kagum pada penampilan senior-seniornya, Ricky Subagja dan Rexy Mainaky, melalui layar televisi.

"Setiap kali menyaksikan Kak Ricky dan Rexy melalui layar televisi, saya selalu terbayang bagaimana bisa keliling dunia sebagai pemain bulu tangkis," kata Greysia saat mengikuti acara #ANGKAT RAKETMU di Jakarta, Jumat (31/10/2014). "Jadi, boleh dibilang saya ini 'korban' mereka," ujarnya.

Pasangan Ricky Subagja/Rexy Mainaky merupakan ganda putra terbaik Indonesia pada 1990-an dan bahkan meraih medali emas di Olimpiade Atlanta pada 1996 lalu. Baik Ricky maupun Rexy saat ini merupakan tokoh-tokoh kunci di pelatnas bulu tangkis Cipayung.

Gerakan #ANGKAT RAKET merupakan gerakan yang digagas Coca-Cola dan PP PBSI untuk memperbanyak atau mengaktifkan kembali lapangan-lapangan bulu tangkis ynag berada di permukiman-permukiman di seluruh wilayah Indonesia. Pengaktifan kembali ini diharapkan dapat merangsang anak-anak atau remaja untuk mulai bermain bulu tangkis.

"Saya beruntung di kampung saya di Winangun, Manado, ada lapangan bulu tangkis. Jadi, biasanya setelah menyaksikan para bintang bulu tangkis melalui siaran televisi, saya buru-buru ke lapangan dan bermain bulu tangkis. Tanpa raket sungguhan, namun raket kayu," kata Greysia. Ya, potongan kayu yang lebih mirip bet tenis meja.

Namun, minimnya fasilitas ini tidak membuat kecil hati Greysia kecil. Dengan dukungan keluarga, akhirnya ia bisa meneruskan keinginannya berlatih bulu tangkis di Pulau Jawa sebelum akhirnya masuk Pelatnas Cipayung.

"Jadi, saya senang sekali kalau ada usaha memperbanyak lapangan bulu tangkis di lingkungan perumahan atau taman-taman. Karena melalui fasilitas lapangan seperti itu, bahkan dengan raket kayu itulah, saya akhirnya dapat keliling dunia untuk mengharumkan nama negara Indonesia," kata Greysia lagi.

Source : kompas

Thursday, October 30, 2014

KPK Tak Persoalkan Aziz Jadi Ketua Komisi III meski Dikaitkan dalam Kasus Korupsi



Jakarta (News Today) - Komisi Pemberantasan Korupsi tidak mempermasalahkan terpilihnya Aziz Syamsuddin sebagai ketua Komisi III DPR RI periode 2014-2019. Menurut juru bicara KPK Johan Budi, bukan kewenangan KPK untuk mencampuri urusan politik, termasuk dalam proses penentuan pimpinan di DPR.
"Hukum tidak mencampuri proses di DPR. Kalau kesepakatan dipilih ya silakan saja," ujar Johan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (29/10/2014).

Nama Aziz yang pada periode sebelumnya merupakan anggota Komisi III, pernah disebut oleh mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin terlibat dalam terlibat kasus dugaan korupsi simulator SIM Korlantas Polri.

Menanggapi dugaan keterlibatan Aziz, Johan tidak menjawabnya secara tegas. Ia mengatakan, kewenangan memilih ketua komisi di DPR sepenuhnya merupakan hak anggota dewan. Menurut dia, tidak perlu ada kekhawatiran KPK mengenai terpilihnya Aziz.

"Kita tidak ada kekhawatiran. Itu proses politik itu urusan politik di DPR sana. KPK urusannya itu hukum," ujarnya.

Pada Oktober 2012, Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis menuding Aziz sebagai salah satu anggota dewan yang terlibat sejumlah kasus penggiringan proyek di Kejaksaan. Saat itu, Yulianis bersaksi dalam persidangan terdakwa kasus dugaan korupsi proyek Kemenpora, Angelina Sondakh alias Angie, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Aziz juga pernah diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan proyek simulator ujian SIM pada Februari 2013. Saat itu, Aziz tetap bungkam meski dicecar berbagai pertanyaan terkait pemeriksaannya.

Source : kompas

Wednesday, October 29, 2014

Erick Thohir Kembali Jadi Sasaran "Bully" di Italia


Erick Thohir

Milan (News Today) - Presiden klub Inter Milan asal Indonesia, Erick Thohir, kembali jadi sasaran pelecehan di Italia. Kali ini seperti yang dimuat di kolom media.

Thohir, yang juga pemilik klub MLS, DC United, membeli mayoritas saham Inter Milan pada tahun lalu. Ia membeli 70 persen saham milik presiden sebelumnya, Massimo Moratti, yang telah berkiprah di klub selama 18 tahun.

Pekan lalu, Presiden Sampdoria, klub Seri A lainnya, Massimo Ferrero, meminta maaf kepada Thohir karena menyebutnya sebagai orang Filipina. Ferrero bukan hanya salah menyebut kebangsaan Thohir, ia juga mengeluarkan kata-kata, "Usir saja orang Filipina itu..."

Ejekan buat Thohir kali ini datang dari Evelina Christillin melalui blog-nya yang kemudian dikutip media Italia, termasuk La Gazzetta della Sport edisi Rabu (29/10/2014). Christillin bukan orang sembarangan. Ia pernah menjadi ketua panitia pelaksanaan Olimpiade Musim Dingin di Torino pada 2006 lalu.

"Apa yang tersisa pada Inter tanpa Moratti? Orang Indonesia bertubuh kecil dan gemuk telah mengambil alih (klub) dari Moratti dan kini memiliki mayoritas saham," tulis Christillin dengan nada berbau rasial.

Christillin bahkan menggunakan istilah Italia,"cicciobello a mandorla" atau seorang berwajah kekanakan dan mata sipit, istilah bernada rasial yang kebanyakan digunakan untuk orang berwajah Asia.

Masyarakat Italia secara umum dikenal sebagai salah satu paling rasialis di daratan Eropa. Beberapa pemain sepak bola berkulit hitam, seperti Mario Ballotelli dan Kevin Prince Boateng, pernah menjadi sasaran pelecehan bernada rasial oleh penonton Liga Seri-A.

Pekan lalu, Ferrero yang baru saja mengambil alih Sampdoria mengeluarkan pernyataan salah tentang Thohir dalam wawancara dengan Rai Sport. Pihak manajemen Sampdoria kemudian mengeluarkan permintaan maaf kepada Erick Thohir maupun rakyat Filipina. "Saya hanya ingin membela Moratti atas apa yang telah ia berikan buat Inter dan Italia selama 20 tahun."

Erick Thohir merupakan pengusaha muda Indonesia pemilik Mahaka Media Group. Selain sepak bola, ia juga aktif dalam perkembangan olahraga bola basket di Indonesia dan Asia.

Source : kompas

Monday, October 27, 2014

Ketua DPRD DKI: Ahok Tetap Akan Jadi Gubernur

Wakil Ketua DPD PDI-P DKI Jakarta yqng juga calon Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi

Jakarta (News Today) - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengatakan bahwa sampai saat ini Mahkamah Agung belum juga memberikan jawaban terkait konsultasi dewan tentang keputusan kepastian Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama naik jabatan menjadi pejabat definitif. 

"Kita sudah berkonsultasi ke MA dan menunggu hasilnya seperti apa. Namun, belum ada jawaban. Suratnya sudah ada di Mendagri," kata Pras saat ditemui di Gedung DPRD DKI, Senin (27/10/2014). [Baca: Ahok: Saya Jadi Gubernur, Tidak Dapat Diganggu Gugat]

Meski mengaku masih menunggu keputusan yang diberikan oleh MA melalui Kemendagri, secara pribadi, Pras menilai Ahok kemungkinan besar tetap akan jadi pejabat definitif. 

Ia menilai, saat terpilih bersama Joko Widodo pada perhelatan Pilkada DKI 2012, dasar hukum yang digunakan adalah UU Nomor 32 Tahun 2004. "Jadi, apa pun ceritanya, Ahok akan tetap naik jadi gubernur. Ini kan inkracht, tetapi jalannya akan dikonsultasikan dengan Kemendagri," ucap politisi PDI Perjuangan ini. [Baca: Batu Sandungan Gerindra untuk Ahok...] 

Munculnya polemik soal peraturan yang digunakan untuk penunjukan gubernur definitif DKI menimbulkan perseteruan antara Ahok dan Wakil Ketua DPRD M Taufik. 

Seperti diberitakan, Ahok mengatakan, berdasarkan UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, wakil kepala daerah secara otomatis menggantikan posisi gubernur yang meninggal dunia atau mengundurkan diri. [Baca: "Pak Ahok Kan Bos Saya, Saya Akan Ikut Perintah"]

Namun, menurut Taufik, UU itu tidak berlaku seiring dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2014 tentang perubahan pemilihan kepala daerah. 

Apabila merujuk peraturan itu, kata Taufik, kepala daerah yang mengundurkan diri tidak otomatis digantikan oleh wakil kepala daerahnya. Apabila masa jabatan kepala daerah yang mengundurkan diri masih di atas 18 bulan, penggantinya dipilih oleh DPRD. DPRD dapat mengajukan dua calon nama pengganti kepala daerah yang mangkat atau mengundurkan diri.

Source : kompas

Tuesday, May 6, 2014

Tak Jadi Caplok BTN, Bank Mandiri Akan Rombak Komisaris


Jakarta (News Today) - Pemerintah melalui Kementerian BUMN diketahui akan merombak jajaran dewan komisaris PT Bank Mandiri Tbk. 

Seorang pejabat di Kementerian BUMN menyebutkan akan ada dua komisaris yang akan diganti dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang akan digelar 21 Mei 2014. "Kemungkinan yang akan diganti adalah Wahyu Hidayat dan Agus Suprijanto," ujarnya Selasa (6/5/2014).

Dia menyebutkan Wahyu Hidayat akan ditarik dari Bank Mandiri untuk disiapkan menduduki jabatan sebagai komisaris PT Semen Indonesia Tbk. Sementara itu, Agus Suprijanto akan digantikan oleh pejabat dari Kementerian Keuangan lainnya.

Saat dikonfirmasi mengenai informasi itu, Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Nixon Napitupulu belum memberikan jawaban.

Hari ini Bank Mandiri mengumumkan akan menggelar RUPSLB yang berisi perombakan susunan pengurus perseroan. Hal ini berbeda dengan rencana sebelumnya, di mana bank BUMN ini akan menggelar RUPSLB untuk meminta restu pemegang saham dalam rangka mengakuisisi PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN).

Namun, rencana akuisisi itu dibatalkan seiring dengan terbitnya surat edaran dari Seskab yang melarang seluruh menteri mengambil kebijakan yang kontroversial, termasuk akuisisi BTN oleh Mandiri.

Sementara itu, BTN pada hari yang sama juga menggelar RUPSLB dalam rangka mengganti susunan pengurus perseroan.

Source : kompas

Pernikahan Briptu Eka Jadi Hari Patah Hati Nasional

Foto Briptu Eka dan Kompol R Bagoes Wibisono yang beredar di media sosial

Solo (News Today) - Pengguna akun jejaring sosial Twitter diramaikan dengan pemberitaan menikahnya polwan cantik Briptu Eka Frestya. Beberapa pengguna Twitter, khususnya kaum adam menanggap menikahnya Briptu Eka merupakan hari patah hati nasional.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Briptu Eka merupakan polwan cantik yang terkenal berkat penampilannya membawakan pantauan lalu lintas di salah satu stasium televisi swasta. Berkat wajahnya yang cantik namanya begitu cepat melejit. Bak selebritis, wajahnya kerap tampil sebagai bintang tamu dalam berbagai program acara televisi.

Berita menikahnya Briptu Eka dikomentari beragam dari berbagai pengguna Twitter. Sebagian besar kaum adam menyayangkan menikahnya Briptu Eka. Bahkan mereka menganggapnya sebagai hari berkabung atau hari patah hati nasional.

Berikut beberapa komentar yang berhasil dihimpun Solopos.com, Senin (5/5/2014) di linimassa Twitter:

“Patah hati nasional #Briptuekanikah,” ujar ?@dhenny_deka.

“Pak @SBYudhoyono , mohon tanggal 4 Mei ditetapkan sebagai Hari Patah Hati Nasional. #BriptuEkaNikah #Nyesek”, ujar pemilik akun @kresnobirowo.

Pemilik akun @fandyagita juga mengungkapkan hal serupa, “Terus nek ngene aku kudu piye jal?? #patahhatinasional #briptuekanikah #jomblonangisnasional.”

Briptu Eka menikah dengan Kompol R Bagoes Wibisono pada Sabtu (3/4/2015) di Balai Sarbini Jakarta Selatan. Suami Briptu Eka merupakan perwira polisi di Polda Metro Jaya. Kompol Bagoes pernah menjabat sebagai Kapolsek Kelapa Dua Depok setelah sebelumnya juga sempat menjabat sebagai Kepala Satuan Narkoba Bandara Soekarno-Hatta.

Source : solopos.com

Jadi Terdakwa, Mendagri Usulkan Penonaktifan Atut sebagai Gubernur Banten


Gubernur Banten, Atut Chosiyah bersiap menjalani sidang perdananya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Selatan, Selasa (6/5/2014). Pada kasus ini, Atut diduga terlibat dalam sengketa Pilkada Lebak.

Jakarta (News Today) - Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi telah menandatangani surat usulan penonaktifan Atut Chosiyah sebagai Gubernur Banten. Usulan tersebut setelah perkara Atut terkait dugaan suap sengketa pemilihan kepala daerah Lebak, Banten, mulai disidangkan di Pengadilan Tipikor Jakarta.

"Tadi saya sudah menandatangani usulan penonaktifan Bu Atut kepada Pak Presiden," ujar Gamawan di Jakarta, Selasa (6/5/2014).

Sebelumnya, Gamawan mengatakan bahwa penonaktifan Atut sebagai Gubernur Banten hanya dapat dilakukan jika yang bersangkutan telah menjadi terdakwa. Hal itu menanggapi tuntutan Pimpinan KPK Bambang Widjojanto agar Mendagri segera menonaktifkan politisi Partai Golkar itu.

"Standarnya seperti itu. Ketika seseorang sudah dinyatakan sebagai tersangka dan sudah ditahan, maka KPK sudah membuat surat untuk dilakukan pemberhentian sementara," Bambang.

Menurut Bambang, seorang pejabat negara yang menjadi tersangka dan ditahan KPK harus segera dinonaktifkan karena tidak lagi efektif menjalankan pemerintahan. Selain itu, akan merugikan negara karena tidak ada kontribusi.

Atut didakwa menyuap Akil Mochtar selaku Ketua Mahkamah Konstitusi saat itu untuk memengaruhi putusan sengketa pemilihan kepala daerah Kabupaten Lebak, Banten. Dalam dakwaan, Atut memerintahkan adiknya, Tubagus Chaeri Wardana atau Wawan, untuk menyediakan uang Rp 3 miliar sesuai permintaan Akil.

Uang itu untuk membantu memenangkan pasangan calon bupati dan wakil bupati Lebak, Amir Hamzah dan Kasmin. Namun, akhirnya Wawan hanya menyanggupi Rp 1 miliar. Uang itu rencananya akan diberikan ke Akil melalui pengacara Amir-Kasmin bernama Susi Tur Andayani.

Dalam Pilkada Lebak, Amir-Kasmin kalah suara dari pasangan Iti Oktavia Jayabaya-Ade Sumardi. Atas kekalahan itu, Amir mengajukan keberatan hasil Pilkada Lebak ke MK. Dalam sidang pleno, MK akhirnya mengabulkan gugatan Amir dan memutuskan membatalkan keputusan KPU Lebak tentang hasil penghitungan perolehan suara Pilkada Lebak. MK kemudian memerintahkan KPU Lebak melaksanakan pemungutan suara ulang.

Source : kompas

Monday, April 28, 2014

Pelaku Pelecehan Siswa JIS Mengaku Pernah Jadi Korban WNA Mirip Buronan FBI

Lima Orang Tersangka Pelecehan Seksual Terhadap Siswa Jakarta International School

Jakarta, (News Today) - Salah satu tersangka pelaku kekerasan seksual di Taman Kanak-kanak Jakarta International School (JIS) berinisial ZA (28) mengaku pernah mengalami pelecehan seksual oleh seorang warga negara asing (WNA). Kepada polisi, ZA mengaku kejadian itu dialami ketika masih remaja.

"Dia mengaku sendiri. Kejadian itu saat dia berumur 14 tahun di bundaran Pondok Indah," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto saat dihubungi Kompas.com, Minggu (27/4/2014).

Menurut Rikwanto, kala itu ZA dipanggil seseorang yang berada di dalam mobil di kawasan tersebut. ZA menurutinya dan datang ke mobil tersebut. ZA mengenali orang yang memanggilnya adalah seorang WNA. "Kemudian dia dirayu dan disodomi di situ, tetapi dia tidak tahu siapa WNA itu," ujar Rikwanto.

Setelah dipaksa, ZA diberi uang Rp 20.000 oleh pelaku. Hal ini terungkap dalam pengakuan ZA kepada polisi, belasan tahun setelah dia menjadi tersangka kasus yang pernah dialaminya.

Rikwanto mengatakan, dalam pemeriksaan terhadap ZA, polisi menanyakan kepadanya tentang William James Vahey, seorang buron Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat dalam kasus paedofil. Penyidik menunjukkan foto wajah Vahey kepada ZA dan ia mengakui bahwa wajah WNA yang pernah menyodomi berwajah sama dengan Vahey.

"Kita sodori kepada dia dan dia bilang, 'Ya, dia orangnya seperti ini (Vahey)'," kata Rikwanto.

Vahey telah meninggal dunia setelah melakukan bunuh diri di Luverne, Minnesota, AS, bulan lalu. Peristiwa itu terjadi dua hari setelah seorang hakim federal di Houston mengatakan bahwa pihak berwenang bisa mencari salah satu flash disk Vahey yang diduga berisi foto-foto yang menggambarkan kekerasan seksual terhadap anak-anak. Ada sejumlah foto dari setidaknya 90 korban, yang berasal dari tahun 2008, dan FBI sedang mendorong terduga korban lain untuk memberikan laporan.

FBI menyebutkan, foto-foto dalam flash disk yang diduga milik Vahey itu menunjukkan sejumlah anak laki-laki berusia 12-14 tahun dalam keadaan tertidur atau tidak sadarkan diri. Foto-foto tersebut memiliki keterangan dan tanggal yang merujuk ke tempat-tempat Vahey sebelumnya bepergian bersama para siswa.

Source : kompas

Share

Twitter Facebook