Showing posts with label Ibunya. Show all posts
Showing posts with label Ibunya. Show all posts

Friday, October 31, 2014

Ingin Berziarah ke Makam Ibunya, Susi Minta Tak Diliput Jurnalis


Petugas Protokoler Kementerian Kelautan dan Perikanan RI meningkatkan penjagaan di kediaman Menteri Susi di Pangandaran, Jumat (31/10/2014).

Pangandaran (News Today) - Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti akan langsung berziarah ke makam ibunya setiba di rumah pribadinya di Jalan Merdeka, Kabupaten Pangandaran, Sabtu (1/11/2014) besok. Susi dijadwalkan akan terbang dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, menuju Pangandaran, Jawa Barat, besok pagi sekitar pukul 05.30. 

"Besok jadwalnya Bu Susi akan terbang di Bandara Halim pukul 05.30 pagi. Setelah tiba di sini, Bu Susi rencananya akan langsung berziarah ke makam ibunya yang berlokasi di belakang rumah ini," ujar Kepala Subbag Humas Kabupaten Pangandaran Megi R Parlumi kepada wartawan di rumah Susi Pudjiastuti, Jumat (31/10/2014) malam. 

Menurut Megi, sebelum Menteri Susi melakukan kunjungan kerja ke beberapa lokasi di Pantai Pangandaran, pemilik maskapai penerbangan Susi Air itu akan menuju rumah pribadinya dulu selepas pesawat yang ditumpanginya mendarat. Namun, saat berada di rumahnya, sesuai informasi pihak protokoler Kementerian Kelautan dan Perikanan, Menteri Susi tak diperbolehkan diliput oleh wartawan. 

"Jadi, besok itu, Bu Susi ke sini dulu. Katanya, pihak protokoler meminta supaya tidak ada peliputan dulu oleh wartawan, termasuk saat Bu Susi melakukan ziarah ke makam ibunya yang lokasinya berada di belakang rumah ini," kata Megi sembari menujukkan lokasi makam ibunda Menteri Susi di belakang rumah pribadi Susi. 

Setelah kegiatan itu, kata Megi, Menteri Susi rencananya akan langsung bertemu dengan para nelayan dan warga dalam beberapa rangkaian kegiatan. Kegiatan itu salah satunya akan dipusatkan di tempat pelelangan ikan (TPI) di Pantai Timur Pangandaran. Menteri Susi akan melihat lokasi Pelabuhan Pangandaran. 

Dalam rangkaian kegiatan besok pun rencananya akan disertai dengan berbagai pertunjukan kreasi seni dari warga, salah satunya pagelaran wayang golek. 

"Ya, besok seluruh acara akan sampai malam. Kegiatan itu dibarengi rangkaian kreasi hiburan," tambah dia. 

Sampai malam ini, kediaman Menteri Susi masih dikerumuni banyak orang, termasuk petugas dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Terlihat beberapa pegawai di rumah Susi sedang memasang beberapa spanduk selamat datang untuk Menteri Susi Pudjiastuti.

Source : kompas

Thursday, October 30, 2014

Bocah Ini Tewas karena Melindungi Ibunya dari Siksaan Tetangga


ilustrasi

Bulukumba (News Today) - Seorang bocah tewas setelah melindungi ibunya dari siksaan tetangga di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Tias meninggal akibat punggungnya terkena tikaman badik hingga tembus ke dada. 

Peristiwa itu terjadi pada Selasa kemarin (28/10/2014) di Dusun Batukeke, Desa Bontobangun, Kecamatan Rilauale, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Awalnya, pelaku, IR (25), tersinggung oleh ucapan korban, Hafisah (35), yang tak lain adalah tetangga dan sepupunya sendiri. Adu mulut pun terjadi, tetapi sempat dilerai oleh sejumlah tetangga. 

Setelah dilerai, IR kemudian meninggalkan rumahnya selama tiga jam dan pulang dengan kondisi mabuk sekitar pukul 17.30 Wita. Saat itulah, pelaku langsung mendatangi korban yang tengah menjemur gabah di depan rumahnya. Satu tikaman badik mengenai punggung Hafisah hingga membuat perempuan itu berteriak histeris. 

Dua anak korban, Rafli (3) dan Tias Pratiwi (9), yang menyaksikan kejadian tersebut, berupaya menolong ibunya dengan cara memeluk tubuh ibunya yang sudah bersimbah darah. Pelukan kedua anak korban tidak membuat pelaku berhenti membabatkan badiknya. Pelaku kembali menikam Hafsiah, tetapi kali ini mengenai kedua anak korban.

Pelaku kemudian diamankan warga. Selanjutnya, pelaku menyerahkan diri ke Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Rilaulae. Sementara itu, ketiga korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Sultan Daeng Raja Bulukumba untuk mendapatkan perawatan medis. Namun, naas, nyawa Tias Sapitri tak tertolong karena tikaman badik menembus punggung hingga ke dadanya. Tias dimakamkan pada pukul 10.00 Wita pada Rabu (29/10/2014). 

"Ada dendam sengketa batas tanah, jadi sedikit-sedikit bertengkar antar-tetangga, padahal masih sepupu," kata Akbar, salah seorang warga setempat. 

Kasat Reskrim Polres Bulukumba AKP Jamal Faturakhman menduga, motif dari aksi penikaman itu ialah karena ada unsur dendam dalam keluarga. 

"Diduga permasalahannya persoalan dendam, tetapi ini baru sementara karena olah TKP masih berlangsung. Kita lihat saja nanti setelah rampung penyelidikannya," kata AKP Jamal. 

Jika memenuhi unsur perencanaan pembunuhan dan melukai anak di bawah umur hingga meninggal, pelaku dapat dikenakan pasal berlapis dengan ancaman 15 hingga 20 tahun penjara.

Source : kompas

Share

Twitter Facebook