Showing posts with label Berita Terkini. Show all posts
Showing posts with label Berita Terkini. Show all posts

Monday, March 9, 2015

Ahok: Saya Masih Lebih Santun Kok, Enggak Pakai Bahasa Kasar



(News Today)Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kembali meminta maaf kepada warga Ibu Kota karena mempertontonkan pertunjukan politik yang tidak baik. Terlebih lagi, rapat mediasi bersama DPRD DKI Jakarta dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di kantor Kemendagri, Kamis (5/3/2015) kemarin, berujung ricuh.  

"Saya cuma minta maaf sama warga DKI, tergantung bagaimana warga DKI menilai saya. Saya masih lebih santun kok. Cumanunjuk biasa, enggak pakai bahasa kasar," kata Basuki di Balai Kota, Jumat (6/3/2015).  

Mediasi antara Pemprov DKI Jakarta dan Pimpinan DPRD DKI memang diwarnai adanya umpatan-umpatan yang tidak pantas. Ada yang memaki Basuki dengan sebutan binatang. Ada juga pimpinan DPRD DKI yang menyebut Basuki tak beretika menekan pimpinan SKPD.

"Siapa bilang saya kasar? Saya enggak pernah maki-maki (anggota) DPRD lho. Kemarin pas saya akting membentak ke Pak Anas (Wali Kota Jakbar), eh mereka (anggota DPRD) langsung teriakin an****, ba*****, goblok; keluar semua. Saya pikir, ternyata Ahok lebih santun sedikit dari DPRD," kata Basuki.

Source : kompas

Sentul Jadi Sirkuit Balap Ferrari, Ini Alasannya



Jakarta (News Today)Adalah hal yang menarik saat Ferrari menunjuk Sirkuit Sentul sebagai salah satu trek yang akan dipakai dalam ajang Ferrari Challenge (FC) 2015. Lintasan satu-satunya kebanggaan Indonesia itu akan penuh ingar-bingar suara mesin Ferrari yang digeber berbagai pebalap non-profesional dari seluruh dunia, 2 Agustus 2015 mendatang.

Sentul akan menggelar seri ke-5 FC seri Asia Pasifik selain sirkuit-sirkuit dengan nama besar seperti Sepang-Malaysia, Fuji-Jepang, Shanghai-China, dan Zhuhai-China. Kemungkinan Bahrain atau Abu Dhabi juga akan menjadi penyelenggara seri terakhir.

Meski banyak orang Indonesia menganggap remeh sirkuit Sentul, namun pada kenyataannya FIA mengakui trek sepanjang 4,2 meter itu sebagai salah satu lintasan yang layak menggelar event internasional.

Apalagi, menurut Arie Christopher, CEO PT Citra Langgeng Otomotif (distributor resmi Ferrari di Indonesia), Indonesia dipandang sebagai negara dengan potensi pasar yang besar untuk penjualan Ferrari.

"Seharusnya kita berbangga punya fasilitas untuk mengehelat balapan internasional. Pembicaraan soal Sentul ini sudah dilakukan 2-3 tahun lalu dan sudah dilakukan inspeksi berkali-kali, baik dari FIA mau pun Ferrari," jelas Arie dalam konferensi pers Ferrari Team Indonesia di showroom Ferrari Jakarta, (6/3/2015).

Ditegaskan Arie, Sirkuit Sentul sudah diciptakan unuk balap mobil single seater, bahkan F1. Cuma memang dari sisi perawatan bisa lebih baik. Sentul pun masih punya waktu beberapa bulan sampai Agustus 2015 saat Ferrari Challenge berlangsung untuk melakukan perbaikan.

Source : kompas

Sidak ke Gudang Bulog, Ganjar Temukan 248 Ton Beras Berkualitas Buruk



Banjarnegara (News Today)Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan inspeksi mendadak (sidak) di gudang logistik milik Bulog Kabupaten Banjarnegara, Jumat (6/3/2015) siang.

Dalam sidak tersebut, politisi PDIP itu menemukan ratusan ton beras yang berkualitas rendah dan tidak layak konsumsi. Beras-beras yang ditemukan itu merupakan beras lama yang tidak didistribusikan sejak bulan Oktber tahun 2014 lalu.

"Ya tadi saya sidak di Bulog. Beras kualitasnya jelek. Saya minta beras itu tidak dibagi ke masyarakat," kata Ganjar. 

Beras-beras berkualitas rendah tersebut diminta untuk tidak dibagi ke mayarakat. Ganjar juga menginginkan agar Bulog segera menyerap beras dari petani secepatnya. Sementara itu, beras yang terlanjur dibagikan di masyarakat jika berkualitas rendah agar ditarik kembali dan diganti yang baru. Pihaknya ingin agar masyarakat diberi produk yang bagus. "Jangan sampai tertunda pembeliannya. Percepat," perintahnya.

Jika pembelian cepat, pasokan serta harga beras akan kembali stabil. Hanya saja, lanjut Ganjar, Bulog mengaku tidak bisa langsung mengeksekusi beras dari petani karena harga masih melambung tinggi.

Harga tertinggi yang ditetapkan Bulog masih dibawah harga pasaran. Jika Usai disidak, pihak Bulog berhanji akan melaporkan temuan tersebut ke Pusat agar tidak dibagikan. Pasalnya 248 ton beras yang ditemukan berkualitas buruk, disarankan agar beras diubah menjadi tepung. "Bulog berjanji akan mengatasi itu," cetusnya.

Source : kompas

Sunday, March 8, 2015

Ini Anggota DPRD yang Kedapatan Marah-marah Saat Mediasi dengan Ahok



Jakarta (News Today)Sejumlah anggota DPRD DKI kedapatan marah-marah, seusai rapat mediasi antara Pemerintah Provinsi DKI dan DPRD DKI, di Kementerian Dalam Negeri, Kamis (5/3/2015), kemarin. 

Dalam video yang diunggah oleh Pemprov DKI, mereka yang terlihat tak bisa menyembunyikan kekesalannya adalah Wakil Ketua DPRD Abraham "Lulung" Lunggana, serta dua anggota Komisi E, Fahmi Zulfikar Hasibuan dan Tubagus Arif.

Diduga, kekesalan ketiganya ditujukan kepada Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama. 

Kemarahan ketiganya kemungkinan besar disebabkan tindakan Ahok, sapaan Basuki, sebelumnya yang terlihat memarahi Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi, terkait pengadaan perangkat penyedia daya listrik uninterruptible power supply (UPS) di wilayahnya.

Dalam video tersebut, Lulung terlihat mengeluarkan kata-kata ke arah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

"Ini kan (pengadaan UPS) hasil pembahasan, SKPD harus tegas, kalau tidak sewenang-wenang dia," ujar politisi PPP itu.

Sementara itu, Arif melontarkan teriakan "sangat memalukan" yang diucapkan berulang-ulang.

Sedangkan Fahmi terdengar melontarkan pernyataan keras ke arah barisan tempat duduk para kepala SKPD. Pernyataannya mirip pernyataan yang dilontarkan Lulung, yakni ajakan untuk melawan Ahok.

"Kalian jangan takut dipecat. Jabatan hanya sementara, tetapi harga diri!" ujar politisi Hanura itu.
Di luar ketiganya, terdengar pula teriakan-teriakan lainnya. Namun tak jelas sumbernya.

Teriakan tersebut diantara berbunyi:

"Kalian lawan harusnya, lawan itu. Tidak berhak dia itu jadi gubernur."

"Semua SKPD dibuat merana, kasihan bapak-bapak ini"

Teriakan lainnya adalah teriakan caci maki yang diduga berasal dari arah barisan belakang.

Sebagai informasi, rapat mediasi antara Pemerintah Provinsi DKI dan DPRD DKI berlangsung secara tertutup. 

Dengan demikian, di dalam ruangan itu kemungkinan besar hanya ada jajaran pejabat Pemprov DKI, anggota DPRD, dan staf Kemendagri.

Source : kompas

Buyung Minta KPK Bentuk Dewan Pengawas



Jakarta (News Today)Kuasa hukum Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Adnan Buyung Nasution menilai, Komisi Pemberantasan Korupsi perlu membentuk Dewan Pengawas KPK. Dewan tersebut, kata Adnan, akan mengawasi kerja pimpinan KPK.
"Jangan lagi ada perbuatan kesewenang-wenangan. Oleh karena itu, menurut saya, mesti ada badan pengawas yang setiap hari ada di sini," ujar Adnan di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (6/3/2015).
Adnan berkaca pada dua pimpinan KPK nonaktif yang dijerat sebagai tersangka dalam kasus pidana. Menurut Adnan, dengan terbentuknya Dewan Pengawas, maka tidak ada lagi penyalahgunaan wewenang oleh pimpinan dan pejabat struktural di KPK.
"Jadi setiap hari menilai apakah benar penetapan tersangka, atau sudah cukup bukti. Jangan tergantung pimpinan dan para penyidik aja," kata Adnan.
Adnan menegaskan bahwa dalam menjalankan tugasnya memberantas korupsi, KPK bisa saja melakukan kesalahan. Jika penyimpangan kewenangan terus dilakukan, kata dia, maka perlahan-lahan KPK bisa hancur.
"Saya ingin mempertahankan KPK karena kita perlu pemberantasan korupsi. Tapi orang-orang yang ada di KPK mesti orang yang integritasnya tinggi, sehingga tidak ada lagi kepentingan untuk tampil panggung. Tidak perlu showing off, merasa diri jagoan dan berbuat sewenang-wenang," kata Adnan.
Selain itu, Adnan meminta pemerintah segera membentuk tim Panitia Seleksi Pimpinan KPK untuk mengganti para pimpinan dan pimpinan KPK sementara. Ia berharap pimpinan KPK mendatang diisi oleh orang-orang muda yang berintegritas dan mampu mempelajari sejarah KPK dengan baik.
"Saya harapkan pemerintah segera membuat Pansel untuk memilih orang-orang baru yang lebih muda-muda dan mau belajar dari sejarah KPK. Bagaimanapun juga KPK harus kita pertahankan, kita perkokoh," ujar dia.

Source : kompas

Kesepian Ditinggal Istri, Bapak Perkosa Satu Anak Kembarnya



Nunukan  (News Today)Kesepian setelah ditinggal oleh istrinya setahun yang lalu, LD (53), warga Desa Maspul, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, memperkosa salah satu anak kembarnya yang baru berusia 16 tahun untuk memenuhi hasratnya. 

Selama sembilan bulan dari bulan Juli 2014, M (16), anak keduanya yang lahir kembar menjadi sasaran pelampiasan nafsu bejat bapak kandungnya. Mereka sebenarnya tinggal bertiga di rumah yang agak terpencil dari rumah warga lainnya tersebut. Selain LD dan M, ada B yang merupakan kakak kembaran M. 

Namun, situasi rumah yang agak sepi membuat LD berani melakukannya.

“Ayah kandungnya melakukan itu saat pulang ke rumah dari sawah. Melihat anaknya sudah di rumah dan sendiri sehingga dipaksalah dia melakukan hal itu. Perbuatan itu dilakukan sudah tak terhitung dari bulan Juli dan terakhir itu dilakukan tanggal 3 Maret 2014 lalu,“ ujar Kapolres Nunukan, Christian Tory, Jumat (6/3/2015). 

Dari pengakuan korban, dirinya tidak berani melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib karena takut setelah diancam oleh ayah kandungnya. Setiap ada kesempatan, LD selalu memaksa putri kandungnya tersebut melayani hasrat bejatnya.

”Saya menanyakan kepada yang bersangkutan memang ada paksaan. Korban melakukan itu karena dalam keadaan terpaksa dan menangis. Dia tidak melapor karena dalam keadaan terancam dan ketakutan,” tambah Christian. 

Kelakuan LD terungkap saat B, kakak kandung M, melaporkan kelakuan bejat ayah kandungnya ke polisi. Bahkan untuk memperkuat laporannya, B sempat mendokumentasikan kegiatan bejat ayah kandungnya saat memperkosa adiknya tersebut. 

Berkat laporan B dan barang bukti berupa foto kelakuan bejatnya, LD digelandang ke kantor polisi.

”Yang melaporkan kakaknya, mereka tinggal bertiga di rumah jadi M sempat lapor ke B dan B memfoto kejadian saat bapaknya memperkosa adiknya,” ujar Christian. 

Saat ini, LD diamankan di Kantor Kepolisian Sektor Nunukan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Rencananya, pihak kepolisian akan menjerat pelaku dengan UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Kita masih memeriksa. Kita akan jerat dengan pasal perlindungan anak,” tandas Christian.

Source : kompas

BCA: Hanya 43 Nasabah yang Terkena "Sinkronisasi Token" saat Akses Internet Banking



Jakarta (News Today)PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mengungkapkan jumlah nasabah yang terkena masalah "Sinkronisasi Token" saat mengakses Internet Banking sebanyak 43 nasabah, dan bukan 1.000 nasabah sebagaimana diberitakan sebelumnya.

Sekretaris Perusahaan BCA Inge Setiawati dalam penjelasan resminya kepada Kompas.com Jumat (6/3/2015) menuturkan jumlah itu diketahui setelah perseroan melakukan konfirmasi data nasabah. "Berdasarkan konfirmasi jumlah nasabah yang terkena 'sinkronisasi token' adalah sebanyak 43 nasabah," tulis Inge.

Sebelumnya, Direktur Utama BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan masalah tersebut tidak membuat perseroan mengganti sistem yang sudah ada. Pasalnya, kata dia, hal tersebut disebabkan virus yang mengenai komputer personal nasabah.

"Token masih pakai yang lama, tidak diubah-ubah. Tokennya tidak salah. Itu terjadi karena virus di PC customer. Ini yang susah karena hal tersebut tidak bisa kita cegah. Penanggulangannya dengan telepon bagian Halo BCA. Nanti ada tim yang memberikan antivirus, dibereskan, baru lakukan transaksi," lanjut Jahja.

Masalah "Sinkronisasi Token" beredar informasi di media sosial, di mana seorang nasabah BCA yang merasa bahwa rekeningnya dibobol setelah dia berulang kali gagal melakukan transaksi internet banking BCA. Saat nasabah tersebut melakukan login, muncul tampilan "sinkronisasi token" dan menyebabkan komputer hang.

Setelah melakukan restart dan kembali login ke internet banking BCA, nasabah mendapati uangnya telah berkurang sebesar Rp 13 juta. Menurut Jahja, BCA sudah melakukan sosialisasi terhadap temuan tersebut melalui layanan Halo BCA dan juga media sosial. Jahja menyarankan untuk menelepon ke Halo BCA 500-888 jika terjadi permintaan memasukkan token berulang-ulang.

Source : kompas

Jika APBD Tak Disahkan, Ahok Siapkan Strategi Ini



Jakarta (News Today)Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok telah menginstruksikan Sekretaris Daerah Provinsi DKI selaku Ketua Tim Penyusunan Anggaran Daerah (TPAD) untuk menyiapkan revisi anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Ahok mengaku punya misi yang lebih mulia daripada membiarkan margin anggaran siluman dikerat oknum tak bertanggung jawab.

"Saya sudah perintahkan. Tidak ada kompromi satu sen pun untuk memasukkan program yang Rp 12,1 triliun. Itu program enggak guna. Kita masih mau bangun sekolah lebih baik," ujar Ahok di Balai Kota DKI, Jumat (6/3/2015).

Mantan Bupati Belitung Timur itu meyakini bahwa RAPBD usulan eksekutif yang diajukan ke Mendagri dapat dikabulkan. Sebab, Ahok menilai anggaran siluman yang muncul tidak memberi dampak positif bagi pembangunan di Ibu Kota.

"Kita tinggal menunggu surat Mendagri. Tanggal 13 Maret masuk, kami punya waktu tujuh hari untuk bahas lagi dengan Banggar (Badan Anggaran)," kata eks anggota DPR RI tersebut.

Lalu bagaimana seandainya DPRD DKI tetap menolak?

"Kami akan menyusun sendiri dengan jumlah nominal seperti APBD 2014. Kami ajukan pergub ke Mendagri. Nanti Mendagri akan menyeleksi langsung, bagus atau enggak, sesuai atau enggak. Begitu diketok, jalan seperti biasa," ujarnya.

Source : kompas

Buron 3 Bulan, Lelaki yang Bacok Suami Mantan Istri Dibekuk



Ambon (News Today)SE (30), warga Air Besar, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, pelaku pembacokan terhadap suami mantan istrinya CM (28), akhirnya ditangkap anggota satuan buru sergap Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease. Sebelumnya, SE sempat buron selama lebih dari tiga bulan.

SE ditangkap di kampung halamannya di Desa Asilulu, Kecamatan Leihitu, Kamis kemarin. SE tidak melakukan perlawanan apapun ketika dibekuk. Dia langsung dibawa ke Kantor Polres Pulau Ambon. 

Humas Polres Pulau Am¬bon dan Pulau-pulau Lease Iptu Meity Jacobus, Jumat (6/3/2015) mengatakan, setelah melakukan aksi pembacokan dan kabur, SE langsung masuk dalam target operasi polisi. Namun, upaya polisi untuk menangkap SE baru berhasil setelah melakukan pengejaran selama lebih dari 3 bulan. 

Atas perbuatannya itu, SE dijerat dengan Pasal 351 KUHP ayat 1 dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Diberitakan sebelumnya, SE ditetapkan sebagai tersangka setelah membacok CM,  warga Air Besar, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, yang adalah suami dari mantan isterinya, hingga mengalami luka di kepala dan kedua tangannya. 

Akibat perbuatan SE, CM harus menjani perawatan intensif di rumah sakit. Diduga, SE berbuat nekat karena terbakar cemburu melihat rumah tangga mantan istrinya.

Source : kompas

Telkomsel Disadap, Kominfo Minta BIN Ikut Turun Tangan



Jakarta (News Today)Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tak mau memberikan komentar banyak terkait dimata-matainya jaringan telekomunikasi Indonesia terutama Telkomsel oleh Australia dan New Zealand.

Meski begitu, terkait dengan keamanan telekomunikasi dan cyber nasional, Komimfo mengaku tak bisa bekerja sendiri. Badan Intelejen Negara (BIN) pun diminta membantu pengawasan sistem telekomunikasi dan cyber nasional.

"Dalam soal keamanan telekomunikasi atau cyber misalnya, tidak bisa Kominfo (kerja) sendiri yang harus jalan, ada BIN yang juga harus jalan, semua sektor harus jalan karena keamanan nasional itu kalau misal keunggulan kita itu harus didukung oleh cyber security yang kuat bukan hanya Kominfo sendiri yang jalan," ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Kominfo Sadjan di Kantor BKPM, Jakarta, Jumat (6/3/2015).

Selain harus melibatkan BIN, pengawasan jaringan telekomunikasi dan cyber nasional juga harus didukung oleh Kementerian Pertahanan. Bahkan, kata dia, TNI juga harus dilibatkan. 

Sementara itu, kata Sadjan, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sudah memberikan rekomendasi kepada Kominfo untuk berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan terkait sistem keamanan telekomunikasi dan cyber nasional. Dia pun mengungkapkan bahwa saat ini komunikasi dengan berbagai instansi tersebut sedang berjalan dan berharap ada Undang-undang khusus yang mengatur sistem keamanan cyber tersebut.

"Dari tahun 2010 sampai 2015 ini DPR berharap bahwa ada sistem atau Undang-undang untuk mengatur sistem cyber nasional," kata dia. 

Sebelumnya, Australia dan Selandia Baru disebut-sebut menyadap jaringan telekomunikasi Indonesia. Kedua negara tersebut bekerja sama mencegat lalu lintas milik Telkomsel yang mempunyai 122 juta pelanggan. Demikian dokumen yang dibocorkan mantankontraktor Badan Keamanan Nasional (NSA)AS Edward Snowden, seperti dikutip Australia The Sidney Morning Herald (SMH), Kamis (5/3/2015).

Dokumen tersebut mengungkapkan bahwa Direktorat Sinyal Australia bekerja sama dengan Biro Keamanan Komunikasi Selandia Baru memata-matai jaringan telekomunikasi Indonesia dan Pasifik Selatan.

Australia dan Selandia Baru mencegat komunikasi satelit dan kabel telekomunikasi bawah laut, dan berbagai data dari panggilan telepon, email, dan pesan media sosial.

Source : kompas

Mediasi Buntu, Kegiatan Terganggu



Jakarta (News Today)Rapat mediasi antara Pemerintah Provinsi dan DPRD DKI Jakarta yang digelar Kementerian Dalam Negeri, Kamis (5/3), berakhir buntu. Kedua pihak bersikukuh dengan APBD versi masing-masing. Kebuntuan terjadi pada saat kegiatan operasional pemerintah di tingkat terbawah mulai terganggu.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan masih menunggu hasil penetapan Kementerian Dalam Negeri atas Rancangan APBD 2015. Kemendagri menyatakan akan memutuskan Rancangan APBD DKI paling lambat 13 Maret.

Gubernur Basuki Tjahaja Purnama memastikan semua pelayanan publik, terutama di bidang kesehatan, pendidikan, dan sarana umum, tidak terganggu dengan menggunakan anggaran yang mendahului.

Basuki menyatakan, pihaknya telah merancang risiko akibat molornya pembahasan APBD 2015. Dia memastikan pelayanan dasar warga DKI Jakarta tidak terganggu, terutama layanan kesehatan, pendidikan, serta penanganan sampah, jalan rusak, dan genangan.

Namun, dia mengakui molornya penetapan APBD berdampak terhadap keterlambatan pembayaran tunjangan kinerja daerah bagi pegawai negeri sipil.

”Semua (pelayanan publik) tetap berjalan. Proses tender (untuk proyek pembangunan atau pengadaan barang dan jasa) juga sudah dimulai. Silakan saja yang mau ikut tender,” ujarnya.

Namun, kegiatan operasional pemerintah di tingkat terbawah mulai terganggu. Sejumlah aparat di tingkat kecamatan dan kelurahan mendesak pemerintah segera mengambil sikap terkait kisruh APBD DKI ini.

Desakan itu disampaikan karena sudah tiga bulan terakhir kegiatan operasional pelayanan harus ditanggung secara pribadi oleh sejumlah pejabat. Seperti dituturkan Camat Kepulauan Seribu Utara, Agus Setiawan, yang menalangi beberapa pengeluaran di kecamatan.

”Bersama teman-teman, kami menanggung biaya listrik, air, dan alat tulis kantor, juga untuk membayar gaji tenaga kontrak. Tentunya agar pelayanan tetap berjalan,” ujar Agus.

Agus menambahkan, untuk sementara pihaknya masih bisa menalangi kebutuhan operasional tersebut. Namun, jika kisruh ini berjalan terlalu lama, beban mereka akan semakin berat.

Hal senada diutarakan Masud Hamid, Lurah Pulau Tidung, Kepulauan Seribu. Menurut Masud, dalam tiga bulan terakhir, ia dan aparat kelurahan lain telah mengeluarkan anggaran pribadi sebesar Rp 80 juta untuk menanggulangi biaya operasional.

”Apalagi minggu ini kami mengadakan festival di pulau. Tentu anggarannya besar dan tidak bisa menunggu APBD disahkan terlebih dahulu,” ucap Masud.

Ia pun berharap agar APBD yang disahkan adalah anggaran yang sesuai e-budgeting. Pasalnya, dalam anggaran versi DPRD, total anggaran Kelurahan Pulau Tidung dipotong Rp 520 juta dari total anggaran sekitar Rp 4,9 miliar sesuai input di katalog.

”Semua dipotong, termasuk honor ketua RT/RW, dan tenaga kontrak. Belum lagi kegiatan aspirasi masyarakat dalam musrenbang. Kalau dikurangi, tentu harus disusun ulang lagi yang akan membuat program berubah,” tambah Masud.

Hal itu dibenarkan Bupati Kepulauan Seribu Tri Djoko Margianto. ”Dana siluman di APBD tidak ada di wilayah kami. Akan tetapi, dana kecamatan, dinas, dan kelurahan terpotong sekitar 10 persen,” ucapnya.

Di Jakarta Selatan, sejumlah camat dan lurah menandatangani surat pernyataan ketegasan menolak dana siluman dalam APBD 2015. Camat Jagakarsa Fidiyah Rokhim mengatakan, dirinya menolak anggaran yang tak sesuai pengajuan.

Tak berhenti

Sekretaris Daerah DKI Saefullah menambahkan, pihaknya menunggu keputusan Kemendagri atas hasil evaluasi APBD DKI hingga 13 Maret. Setelah itu, Pemprov akan membahasnya bersama Badan Anggaran DPRD DKI hingga tujuh hari. ”Jika sepakat, terbitlah peraturan daerah. Namun, jika tak terjadi kesepakatan, kami mengeluarkan peraturan gubernur dengan persetujuan Kemendagri,” ujarnya.

Kemendagri menegaskan, proses evaluasi APBD DKI 2015 tak akan berhenti sekalipun upaya mediasi pemerintah dan DPRD DKI tidak mencapai titik temu. ”Kemendagri sudah cukup mendengar klarifikasi dari kedua belah pihak sebagai bahan evaluasi APBD. Evaluasi akan tetap dilanjutkan, dan dalam waktu dekat Mendagri akan mengeluarkan keputusan tentang hasil evaluasi APBD,” ujar Sekretaris Jenderal Kemendagri Yuswandi A Temenggung seusai memimpin proses mediasi dan klarifikasi APBD DKI di kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis.

Di Makassar, Sulawesi Selatan, Mendagri Tjahjo Kumolo kembali menekankan harapannya agar Pemprov dan DPRD DKI mencapai kesepakatan agar masyarakat tidak telantar. ”Kami punya kewajiban jangan sampai warga Jakarta marah karena pembangunan terhenti, anggaran belanja aparatur terhenti, hanya karena proses politik dan hukum,” kata Tjahjo.

Direktur Eksekutif Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah Robert Endi Jaweng pesimistis kedua pihak bisa mencapai titik temu sekalipun masih ada waktu untuk dialog. ”Hal ini disayangkan karena relasi pemerintah dan DPRD tak hanya diperlukan saat membahas APBD 2015, tetapi juga saat Perubahan APBD, APBD tahun berikutnya, peraturan daerah, dan penyelenggaraan pemerintahan lainnya,” ujar Robert.

Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch Ade Irawan mengatakan, keterlambatan pengesahan APBD DKI 2015 memang akan membuat pelayanan publik terganggu. Namun, menurut dia, yang seharusnya lebih dikhawatirkan adalah apabila dana siluman Rp 12,1 triliun yang muncul dalam APBD 2015 akhirnya disahkan.

Sementara itu, Polda Metro Jaya telah memeriksa sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov DKI dalam kasus pengadaan alat catu daya listrik cadangan (UPS) pada APBD DKI 2014.

”Salah seorang di antaranya merupakan pejabat pembuat komitmen pengadaan UPS tahun 2014,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Komisaris Besar Martinus Sitompul. Polda juga terus memeriksa sejumlah saksi terkait kasus itu.

Source : kompas

Ini Aksi "Diving" Paling "Lebay"?



Kiev (News Today)Gelandang Metalurh Donetsk, Oleksandr Noyok, mendadak menjadi pemberitaan media-media Eropa. Namun, media-media justru memberitakan Noyok karena aksidiving-nya yang terlalu berlebihan.

Pada laga antara Metalurh melawan Karpaty Lviv di Obolon Arena, Kiev, 1 Maret lalu, Noyok tergeletang di lapangan setelah berbenturan dengan salah satu pemain Karpaty. Namun, wasit Yaroslav Kozyk tidak menanggapi hal itu sebagai sebuah pelanggaran.

Noyok sendiri malah berguling-guling terkesan mengerang kesakitan sambil memegang kepalanya. Lucunya, beberapa detik kemudian, Noyok justru bangkit dan melanjutkan pertandingan tanpa kesakitan sama sekali.

Salah satu media Eropa, Yahoo! Sport edisi Inggris dan Irlandia, sampai menulis, "Apakah itu ular? Atau belut yang menggelepar? Bukan, dia pemain sepak bola Ukraina!" tulisan awal pada artikel soal Noyok.

Noyok sebenarnya bukan pemain pertama yang melakukan tindakan pura-pura itu. Beberapa tahun lalu, pemain terkenal, seperti Sergio Busquets dan Rivaldo pernah melakukan hal serupa dengan Noyok. Namun, tindakan Noyok sepertinya paling "lebay" di antara aksi-aksi diving lainnya.

Berikut ini adalah video diving Noyok:



Source : kompas

Pertengahan 2015, Toko Online Harus Bersertifikat dari Kemenkominfo



Jakarta (News Today)Pemerintah tengah mematangkan aturan mengenai e-commerce. Untuk melaksanakan itu, akan ada koordinasi antar-kementerian terkait.

Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara menuturkan pihaknya akan bersama-sama membuat roadmap dan ditargetkan rampung dalam enam bulan. Selain itu, Kemenkominfo juga akan merevisi peraturan mengenai penjual online (online shopper).

“Berdasarkan Peraturan Menteri tahun lalu, penjual online itu dimudahkan hanya mendaftar. Tapi pertengahan 2015 ini, Kominfo akan mengeluarkan aturan bagaimana mensertifikasinya,” kata Rudi ditemui di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (6/3/2015). 

Dia menuturkan, untuk mengantisipasi maraknya kejahatan dunia maya (cybercrime) yang merugikan konsumen, maka online shopper harus mengantongi sertifikasi dari Kemenkominfo. Untuk itu, Kemenkominfo akan menunjuk pihak ketiga independen sebagai lembaga sertifikasi.

Menurut Rudi, pemerintah sangat memberikan perhatian dengancybercrime ketika e-commerce makin massif di Indonesia. Oleh karenanya, dalam penyusunan roadmap e-commerce Indonesia, Kementerian Polhukam juga turut terlibat.

“Kementerian yang terlibat banyak, isu yang terlibat banyak. Antara lain mengenai logistik sebagai enabler, infastruktur, institusi keuangan untuk payment gateway,” kata dia.

Sejumlah Kementerian/Lembaga yang terlibat diantaranya Kemenkominfo, Kementerian Perdagangan, Kemenpolhukam, Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Keuangan, Badan Koordinasi Penanaman Modal, serta Badan Ekonomi Kreatif.

Source : kompas

Lewis Hamilton Sempatkan Hadiri Pekan Fashion



Paris (News Today)Juara dunia F1, Lewis Hamilton menikmati waktu luang jelang musim lomba GP F1 dengan menyaksikan pekan fashion di Paris.

Hamilton akan memulai kampanye mempertahankan gelar juara dunia dengan mengikuti lomba GP F1 yang dimulai di Australia pada 15 Maret mendatang. 

Ia datang ke acara ini atas undangan rekannya, seorang perancang busana  asal Perancis,  Olivier Rousteing. BUkan hanya menyaksikan peragaan karya temannya, Hamilton bahkan sempat masuk ke ruang  ganti  peragawati dan melakukan selfie.

"Selamat buat saudaraku @olivier_rousteing untuk peragaan busananya di @balmainparis hari ini. Turut bangga!"

Hamilton mengaku telah siap berlaga di  GP F1 musim 2015 ini bersama tim Mercedes.  "Saya suka ikut dalam lomba. Mobil-mobil pada musim 2015 ini akan merupakan perubahan dibandingkan tahun lalu.  Kami akan berlomba dengan orang yang sama dengan tahun lalu," kata Hamilton.

"(tim) Red Bull, Williams dan semoga tahun ini akan menjadi lebih baik untuk McLaren dan Ferrari sehingga perlombaan akan lebih menarik. Lebih banyak pebalap akan lebih menyenangkan."

"Ada masa ketika tujuh lomba awal musim dimenangi tujuh pebalap dari tujuh tim yang berbeda. Inilah yang diharapkan penonton," ungkap Hamilton lagi.

Source : kompas

Saturday, March 7, 2015

Rian "d'Masiv" Kembali ke Rambut Berponi



(News Today)Vokalis band d'Masiv, Rian Ekky Pradipta (28), akan kembali tampil dengan rambut berponi seperti ketika mengawali kariernya dalam grup tersebut.

Pernyataan itu diungkapkan oleh pria kelahiran Yogyakarta ini ketika diwawancara oleh Kompas.com di selashooting klip video lagu "Pede" di kawasan Jalan Hang Lekiu, Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2015). Lagu tersebut merupakan single kelima dari album studio keempat d'Masiv,Hidup Lebih Indah, yang dirilis pada 2014.

"Aku akan kembali dengan gaya rambut poni lagi. Ada banyak permintaan dari fansyang memintaku untuk kembali bergaya rambut poni seperti dulu," tutur ayah satu anak ini di sela shooting klip video tersebut di kawasan Jalan Hang Lekiu, Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2015).

"Pokoknya, video clip ini jadi trigger perubahan penampilan untuk balik lagi ke gaya rambut poni," lanjutnya.

Rian pernah terkenal dengan rambut berponi. Namun, sejak album kedua d'Masiv,Perjalanan (2010), Rian tidak lagi tampil dengan gaya rambut itu.

Source : kompas

Detail Aksi Mobil Terjun di Fast and Furious 7



Los Angeles (News Today)Promosi Fast and Furious 7 belum selesai, berbagai cuplikan film terus dibeberkan sebelum pemutaran perdana di bioskop dan IMAX pada 3 April 2015. Salah satu adegan mendebarkan, saat lima mobil terjun dari pesawat pengangkut untuk menjalankan misi, nah kali ini video baru selama hampir tiga menit yang baru saja dirilis, Kamis (5/3/2015), menceritakan detailnya.
Kelima mobil itu dikemudikan para bintang, Vin Diesel (Dominic Toretto), duplikat mendiang Paul Walker (Brian O’Conner),  Michelle Rodriguez (Letty Ortiz), Tyrese Gibson (Roman Pearce), dan Chris "Ludacris" Bridges (Tej Parker). Semuanya berjalan mundur lalu loncat dari pesawat.
Roman awalnya sangat ketakutan dan tidak mau lompat sampai akhirnya Tej harus memaksanya. Adegan ini mungkin bisa dipercaya sebab semua mobil menggunakan parasut, walaupun mendarat dengan keras kelima mobil selamat di darat.



Source : kompas

Ombudsman: Kombes Victor Melanggar Administrasi Malah Dipromosikan



Jakarta (News Today)Anggota Ombudsman Bidang Pengaduan dan Penyelesaian Laporan, Budi Santoso menyayangkan rotasi yang dilakukan Polri. Pasalnya, Komisaris Besar Victor Simanjuntak malah mendapat promosi jabatan.

Victor yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Kerja Sama Pendidikan Latihan Biro Pembinaan Pendidikan dan Latihan Lembaga Pendidikan Polri mendapat promosi menjadi Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus. 
Padahal, berdasarkan penemuan maladministrasi oleh Ombudsman, Victor dianggap melanggar kewenangan dan direkomendasikan untuk diberi sanksi. 
"Agak disayangkan ya karena yang direkomendasi kita juga melanggar maladministrasi, justru malah dipromosikan," ujar Budi saat dihubungi, Jumat (6/3/2015).
Posisi Victor sebagai Direktur Tipideksus memungkinkan dia memiliki kewenangan lebih untuk mengusut kasus yang menjerat Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi nonaktif Bambang Widjojanto.
"Soal promosi atau demosi itu kan wewenang mereka (Polri). Tapi logika kita tetap enggak masuk," kata Budi. 
Sebelumnya, Ombudsman menilai ada maladministrasi yang dilakukan Victor karena melakukan penangkapan di luar surat perintah penyidikan dan penangkapan. Victor ikut menangkap Bambang dan membawanya ke Bareskrim Polri pada 23 Januari 2015.
Saat itu, Ombudsman menyebut Victor tidak berwenang menangkap Bambang karena bukan penyidik Bareskrim, melainkan Perwira Menengah Lembaga Pendidikan Polri.
Oleh karena itu, Ombudsman merekomendasikan kepada Polri agar Victor diperiksa dan diberi sanksi karena terlibat dalam penangkapan tersebut.
Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Badrodin Haiti menganggap keberadaan Victor saat penangkapan Bambang legal. Saat itu, Victor sudah dimutasi ke Bareskrim Polri. 
Kepala Bareskrim Polri Komjen Budi Waseso mengatakan, Victor masuk ke dalam tim penyidik kasus Bambang karena pihaknya membutuhkan kekuatan tambahan untuk percepatan penanganan tindak pidana. 

Source : kompas

Mengapa Dinas Pendidikan Rawan Anggaran Siluman?



Jakarta (News Today)Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) menilai anggaran dana pendidikan sebagai celah bagi para politisi untuk mengeruk keuntungan. Pasalnya, dana pendidikan termasuk anggaran yang cukup besar dalam APBD. 

"Dana pendidikan ini kan cukup besar, minimal 20 persen dari APBD. Makanya, ini jadi sasaran empuk politisi untuk mengeruk dana yang besar," kata Apung Widadi, Manajer Advokasi dan Investigasi Fitra, Jumat (6/3/2015). 

Menurut Apung, perbedaan anggaran APBD versi Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pada dinas lain tidak terlalu signifikan. 

"Dinas lain kita hanya melihat kenaikan sekitar Rp 20 miliar. Untuk dinas kesehatan dan perhubungan justru banyak dikurangi oleh DPRD," kata Apung. 

Sebaran anggaran siluman pada Dinas Pendidikan terbesar berada di Jakarta Selatan sekitar Rp 1,9 triliun, sedangkan di Jakarta Pusat sekitar Rp 490 miliar, Jakarta Utara sekitar Rp 370 miliar, Jakarta Barat sekitar Rp 360 miliar, dan Jakarta Timur sekitar Rp 900 miliar.

Source : kompas

Menteri Susi: Penggunaan Pukat Cincin akan Diatur



Jakarta (News Today)Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengatakan pihaknya menerbitkan sejumlah kebijakan tak hanya untuk menjaga sumber daya laut, melainkan juga melestarikan profesi nelayan.

"Tidak hanya Ingin melindungi ikan saja, saya ingin melestarikan profesi nelayan untuk lestari, untuk menerus hasilnya sama. Jangan berpikir Tuhan akan kasih Indonesia terus menerus kan tidak mungkin itu," jelas Susi, Jumat (6/3/2015).

Selama masa jabatannya, Menteri Susi sudah mengeluarkan peraturan moratorium izin usaha melalui Permen 56 tahun 2014. Kemudian perihal alih muatan (transhipment) yang mengharuskan setiap kapal penangkap ikan dan kapal pengangkut ikan harus mendaratkan ikan di pelabuhan yang ditunjuk. 

Terbaru adalah soal larangan alat tangkap cantrang dan ke depan pihaknya akan mengatur alat tangkap purse seine atau pukat cincin. Menurutnya, tanpa aturan alat tangkap tersebut akan berbahaya.

Cara kerja pukat cincin adalah dengan melingkari suatu area yang menjadi tempat gerombolan ikan dengan jaring. Selanjutnya, jaring bagian bawah dikerucutkan, dengan demikian ikan-ikan terkumpul di bagian kantong.

"Caranya dengan mengatur jumlah tangkapan. Dengan mengatur alat tangkap. Yang tidak mendegradasi lingkungan, purse seinejika dilepas tanpa aturan akan berbahaya. Kita harus mulai ukur, wilayah tangkap berapa luasannya dan jumlah kapalnya berapa," jelas Susi.

Dalam diskusi tersebut, Menteri Susi juga memutuskan bahwa alat tangkap rawai tuna sebagai alat yang diperbolehkan dengan alasan tergolong ramah lingkungan. Diatur dengan ukuran di atas 30 GT diperbolehkan melakukan kegiatan penangkapan ikan pada jalur penangkapan III (12 mil laut ke atas). 

Sementara itu untuk kapal penangkap ikan yang menggunakan alat tangkap rawai tuna dan merupakan kapal buatan luar negeri dengan ukuran di atas 30 GT tidak diterbitkan Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI).

Source : kompas

Video Bantahan Tuduhan Tubagus Arif Telah Caci Maki Ahok



Jakarta (News Today)Sebuah video berjudul "Mengungkap Kebenaran Tubagus" beredar di YouTube. Di dalam video tersebut, tertulis berbagai narasi yang menyatakan bukan Tubagus Arif yang melontarkan caci maki terhadap Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama.

Sebagai informasi, Arif adalah anggota DPRD DKI yang disebut-sebut telah melontarkan caci maki terhadap Ahok, sapaan Basuki, dalam rapat mediasi antara Pemprov DKI dan DPRD DKI di Kantor Kemendagri, Kamis (5/3/2015) kemarin.

Pada video berdurasi 59 detik itu, tertulis pernyataan, "Video ini dibuat untuk menghindarkan masyarakat dari fitnah keji dan mengetahui yang sebenarnya". Video diunggah oleh pemilik akun dengan nama Jawara Kebenaran. Lihat videonya di sini.

Dalam video tersebut, digambarkan bahwa teriakan caci maki berasal dari barisan belakang. Sementara itu, Tubagus sedang berada di barisan depan. 
Pada video resmi yang diunggah oleh Pemprov DKI, terlihat Tubagus memang sedang berada di barisan depan. Ia mengenakan kemeja putih lengan pendek. Lihat videonya di sini.

Politisi asal PKS ini memang sempat berteriak. Adapun teriakan yang dilontarkannya adalah "Sangat memalukan" yang diucapkan secara berulang-ulang.

Sebelumnya, melalui akun Twitter-nya, @Tubagus_Arif, Arif menyangkal telah melontarkan caci maki kepada Ahok. Dia menuliskan hal tersebut kepada 1.518 followers-nya pada pukul 08.50 WIB.

"Di pagi ini kita dikagetkan dg tuduhan yang keji & fitnah. Alhamdulillah lisan ini masih terjaga & tidak mengucapkan spt hal yang dituduhkan."

Source : kompas

Share

Twitter Facebook