Showing posts with label Berita Ekonomi. Show all posts
Showing posts with label Berita Ekonomi. Show all posts

Thursday, March 5, 2015

Kembangkan "Brand" Teh Premium, Mitra Kerinci Gandeng Angkasa Pura Retail



Jakarta (News Today)Anak usaha PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), yakni PT Mitra Kerinci meneken nota Kesepahaman dengan PT Angkasa Pura Retail selaku anak usaha PT Angkasa Pura I untuk mengembangkan teh premium asli Indonesia.

Direktur PT Mitra Kerinci Agung P. Murdanoto menuturkan nota kesepahaman yang diteken ini merupakan langkah awal untuk mengembangkan budaya minum teh di Indonesia.

“Kami ahli dalam berkebun dan mengolah teh, namun kami sadari bahwa kami tidak memiliki kapasitas yang mumpuni dalam dunia pemasaran secara retail. Oleh karena itu, kami yakin kerjasama ini akan memiliki dampak besar yang sangat positif  untuk Perkebunan Teh Liki dan industri teh di Indonesia pada akhirnya,” jelas Agung dalam keterangan resminya, Selasa (3/3/2015).

Melalui kerjasama ini, PT Angkasa Pura Retail yang memiliki basis usaha travel retail, akan mengembangkan sebuah brand teh premium. Adapun bahan baku menggunakan bahan dasar hasil perkebunan teh Liki yang dikelola oleh Mitra Kerinci.

"Impian untuk membuat sebuah brand teh premium ini sebenarnya diawali dari keresahan kami bahwa tidak adanya brandteh premium dari Indonesia yang digunakan di hotel-hotel berbintang 5 atau restoran-restoran premium di dalam negeri," ujar Teges Prita Soraya, Direktur PT Angkasa Pura Retail.

Dengan keunggulan kandungan tannin tertinggi di antara perkebunan teh yang lain, teh dari perkebunan Liki ini dikenal memiliki berbagai manfaat kesehatan. 

Dari riset yang ada, semakin tinggi tannin maka semakin tinggi pula kandungan antioksidan, senyawa cathecin dan polyphenol sehingga terbukti mampu mengurangi resiko kanker dan memiliki manfaat kesehatan yang sangat baik bagi penggunanya.

Source : kompas

Saturday, February 28, 2015

Wilmar Bersedia Alihkan Listing ke Bursa Efek Indonesia, Asalkan...



Denpasar (News Today)Perusahaan perkebunan nasional, Wilmar Group, bersedia mengalihkan listing sahamnya ke dari Bursa Singapura ke Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang pemerintah memberi keringanan berupa capital gain tax.

Trading Director Wilmar Group Darwin Indigo menuturkan, pihaknya sebenarnya siap untuk mengalihkan listing sahamnya ke Indonesia. Namun, pajak yang tinggi membuat perseroan masih berpikir panjang untuk menjalankan langkah itu.

"Capital gain tax cukup tinggi, sehingga akan membebani kami jika kami mengalihkan listing saham ke Indonesia. Sebenarnya kami siap untuk mengalihkan," ujarnya di sela-sela Munas Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Kamis (26/2/2015).

Capital gain tax merupakan pajak yang dikenakan atas laba yang diperoleh dari penjualan atau pengalihan aset. Di beberapa negara, jenis pajak ini dikenakan tersendiri di luar pajak penghasilan. Sementara di Indonesia, capital gain tax sudah masuk ke dalam Pajak Penghasilan.

Hingga saat ini, nilai kapitalisasi pasar WIlmar di Bursa Singapura mencapai 21 miliar dollar AS, dan saham diperdagangkan di level 3,2 dollar Singapura per saham.

Wilmar merupakan salah satu pemain kelapa sawit terkemuka di Indonesia. Produksi kelapa sawit mencapai 1 juta ton per tahun, sedangkan penjualan ekspor mencapai 10 juta ton. "Selain dari kebun sendiri, kami juga membeli dari para petani sawit, sehingga penjualan kami bisa mencapai 10 juta ton," jelasnya.

Darwin Indigo merupakan keponakan dari pendiri Wilmar Group, Martua Sitorus. Sebelum menduduki posisi saat ini, Darwin merupakan seorang trader profesional.

Source : kompas

Share

Twitter Facebook