Showing posts with label Bekas. Show all posts
Showing posts with label Bekas. Show all posts

Thursday, November 6, 2014

Penjaja Seks di Pasar Gamblok Menyaru Jadi Penjual Pakaian Bekas


Petugas medis dari RSUD Ambarawa sedang melakukan VCT terhadap salah seorang PSK yang terjaring dikawasan pasar Gamblok, Ambarawa, Rabu (5/11/2014) siang.

Ambarawa (News Today) - Kusmini (51), warga Dusun Sumber, Desa Ngampin, Kecamatan Ambarawa bersikeras dirinya bukan pekerja seks komersial (PSK). Saat terjadi razia, Rabu (5/11/2014) sekira pukul 09.00, dia mengaku sedang membeli bubur di kawasan Pasar Gamblok, Jalan Brigjend Sudiarto, Ambarawa.

Namun toh, wanita setengah baya ini yang mempunyai kuku bercat merah tua ini dipaksa masuk ke dalam mobil patroli bak terbuka milik polisi. Bersama belasan PSK yang terjaring Operasi Pekat yang digelar aparat Polsek Ambarawa bekerjasama dengan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI). 

"Saya itu lapar, terus beli bubur. Saya lihat ada rame-rame di situ, terus seorang polisi ambil tangan saya sembari berujar 'ayo buk, katut kowe' (kamu ikut)," kata Kusmini di Mapolsek Ambarawa. 

Sebelumnya, aksi kejar-kejaran dalam operasi ini pun tak terhindarkan. Petugas membawa 12 PSK yang kemudian digiring ke Mapolsek Ambarawa. Di sana satu per satu  wanita itu kemudian diwajibkan menjalani Voluntary Counseling Test. "Saya malu, deg-degan. Tadi sepanjang jalan terus saya tutupi muka ini. Aduh gimana ini mas? Saya malah kepikiran sekarang," keluh Kusmini. 

Pasar Gamblok Ambarawa selama ini memang dikenal sebagai salah satu kawasan esek-esek kelas bawah. Di sini para PSK rata-rata sudah berumur. Berbeda dengan lokalisasi atau kawasan esek-esek lainnya, para PSK di Pasar Gamblok ini tidak menjajakan diri secara vulgar. 

Mereka biasanya berkamuflase sebagai pedagang rombengan (pakaian bekas) dan membaur dengan pedagang lainnya. Salah satu keunikan lainnya dari para PSK di Pasar Gamblok ini adalah jam operasional mereka yang mengikuti ritme pedagang, yakni pagi hingga sore hari.

"Jam edarnya pagi sampai sore. Kalau pas ada pelanggan, barang dagangannya dititipkan ke yang lain. Panennya kalau pas pasaran pon, berbarengan dengan keramaian pasar hewan Ambarawa," kata salah satu PSK yang enggan disebutkan namanya. 

Kusmini sendiri mengaku, sesekali ikut berjualan pakaian bekas di Pasar Gamblok. Namun saat terjadi razia tersebut, wanita yang mengaku sudah memiliki 11 cucu dan 2 buyut ini sedang libur berjualan karena suami pemilik dagangan meninggal dunia.

"Rencananya saya mau rewang di tempat ibu angkat saya yang saya ikuti jualan ini. Saya itu malah sering menasehati mbak-mbaknya itu, cari uang mbok jangan begitu. Cari yang halal. Ee saya malah kena razia juga. Saya ini bukan PSK lho mas," ujarnya. 

Koordinator Wilayah PKBI Kabupaten Semarang, M Pujiyanto menyakini tak mungkin mereka salah "menangkap" PSK di Pasar Gamblok. Sebab sebelum dilakukan penangkapan, timnya sudah melakukan pemetaan dengan lengkap dan teliti.

"Biasanya nanti pas ada konseling pribadi, mereka mulai ngaku. Seperti kemarin waktu kita jaring tiga PSK, sampai di Polsek tetap enggak ngaku," kata dia.

PKBI mencatat, di kawasan Gamblok ini terdapat 20 PSK yang beroperasi. Namun dalam razia tersebut, tiga PSK berhasil kabur dari kejaran petugas. "Kami terpaksa menakuti mereka. Kalau tidak mau akomodatif, njenengan (anda) kena denda maksimal lima puluh juta lho," kata Pujiyanto mengungkapkan trik agar para PSK bersedia mengikuti VCT. 

Sementara itu, Kepala Polsek Ambarawa, AKP Fadli mengatakan, kegiatan razia PSK ini menindaklanjuti keluhan masyarakat mengenai praktik prostitusi di kawasan Pasar Gamblok. Sebelumnya juga dilakukan kegiatan serupa, di mana terjaring tiga PSK dan satu di antaranya dinyatakan positif HIV AIDS.

"PSK di kawasan Gamblok yang berhasil kita amankan ada 12 orang. Kita bekerjasama dengan PKBI, kita lakukan cek darah, sebab saat operasi pertama, tiga orang terjaring, satu di antaranya positif," ujar Kepala Polsek. 

Selanjutnya, terhadap ke 12 PSK tersebut, akan dilakukan proses hukum berupa tindak pidana ringan (tipiring), dan jika ada PSK yang dinyatakan positif HIV AIDS akan mendapatkan penanganan dari tim PKBI. 

"Proses hukum tetap kita berlakukan, untuk mengantisipasi HIV AIDS yang bisa merugikan masyarakat," kata dia.

Source : kompas

Monday, September 9, 2013

Hiasan Lampu Dari Bahan Bekas yang Kreatif !!!

(News Today) - Mungkin sebagian besar anda memiliki banyak barang bekas yang sudah tidak terpakai dan menumpuk untuk segera dibuang. Apabila anda perhatikan beberapa barang bekas dapat diolah dan digunakan kembali sehingga memiliki nilai fungsi dan estetika.
Berikut ini akan dibahas bagaimana memanfaatkan kembali barang bekas menjadi lampu yang juga memiliki nilai estetika. Mulai dari memanfaatkan kembali sendok plastik bekas, botol bekas, box bekas hingga kertas bekas menjadi lampu yang memiliki nilai estetika dan dapat digunakan untuk dekorasi di rumah. Semoga bermanfaat

1. LAMPU DARI SENDOK PLASTIK BEKAS





Didesain oleh Yaroslav Olenev, lampu yang terbuat dari sendok plastik ini adalah contoh sederhana bagaimana memanfaatkan kembali bahan bekas dari sendok plastik menjadi barang yang memiliki nilai tambah. Desain lampu ini sebenarnya dibuat untuk mengajak kita semua lebih peduli terhadap lingkungan. Selain itu, desain lampu unik ini juga pernah mendapatkan penghargaan di bidang ekologi dan desain oleh majalah Future Now. Untuk membuat lampu ini tidak diperlukan ketrampilan khusus, cukup dengan menggunakan peralatan sederhana seperti lem, alat pemotong, kabel dan lampu kalian pun dapat mencoba membuatnya di rumah.

2. LAMPU DARI DRUM












Desain lampu yang satu ini dapat dikatakan cukup eksentrik. Menggunakan drum set bekas sebagai media pembuatannya, lampu dekorasi ini pun menghiasai restoran JJ Red Hot di North Carolina. Ide untuk membuat lampu ini berasal dari Matt Ludwig seorang ahli pengelasan dan pembuatan alat-alat dari logam. Lampu ini dibuat untuk menghormati restoran pendahulunya yang bernama “The Drum”.

3. LAMPU DARI BOX BEKAS








Kreatifitas tidak dapat dibatasi, ungkapan ini layak diberikan oleh Ed Chew. Dengan menggunakan kertas karton kemasan minuman bekas Ed Chew mampu mengolah kertas kemasan bekas menjadi dekorasi lampu kreatif. Untuk membuat lampu ini tidak diperlukan ketrampilan khusus dan kamu juga dapat membuatnya dengan bahan-bahan yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Efek lampu yang dihasilkan dari Tetra Box ini cukup unik, menghasilkan lampu dengan pola-pola bergaris. Mungkin kalian dapat membuatnya juga untuk menghiasi kamar supaya terlihat unik.

4. LAMPU DARI BOTOL BEKAS





Lampu yang satu ini adalah lampu yang paling hemat energi dan ramah lingkungan. A Litter of Light, adalah sebuah pergerakan yang dipelopori oleh Illac Diaz. Tujuan dari proyek ini adalah bagaimana membuat solusi hemat dan murah untuk masalah energi di daerah pemukiman tertinggal di Filipina. Dengan menggunakan alat yang sangat sederhana, yaitu botol bekas dan bantuan sinar matahari, diciptakanlah “A Litter of Light”. Ide ini kemudian telah menjadi inspirasi di berbagai negara untuk mengatasi masalah energi terutama di daerah pemukiman tertinggal.Boleh di coba ini.

5. LAMPU DARI RENDA BEKAS




Kreasi lampu ini bermula dari semangat Do It Yourself (DIY) yang banyak berkembang di negara-negara Eropa dan Amerika Serikat. Untuk menyalurkan hobi dan mengisi waktu luangnya, Isabelle McAllister menciptakan dekorasi lampu unik untuk membuat pencahayaan di kamar menjadi lebih lembut. Lampu yang dinamakan Lace Lamp/Doily Lamp ini terbuat dari bahan yang mudah dijumpai seperti kain renda dan balon.

6. LAMPU DARI AWAN KERTAS




Menggunakan media yang sederhana yaitu kertas, lampu ini mampu memberikan suasana nyaman untuk kamar bayi. Cloud Wall Night Light adalah sebuah kreatifitas yang sederhana dengan membuat dekorasi lampu tidur dari kertas untuk kamar bayi. Selain membuat pencahayaan lampu pada kamar lebih nyaman pada saat bayi tidur, desain dekorasi lampu ini juga memberikan suasana yang bersahabat bagi bayi.

7. LAMPU DARI KERTAS GELAS


Gelas kertas bekas yang sudah tidak terpakai tampaknya dapat digunakan kembali menjadi barang yang memiliki nilai tambah. Paper Cups Lamp, adalah kreasi dekorasi lampu dengan menggunakan gelas kertas bekas. Dengan menyusun ulang gelas kertas bekas dan menambahkan lampu di dalamnya, lampu dari gelas bekas ini nampaknya akan membuat pencahayaan ruangan menjadi lebih indah dan nyaman.

8. LAMPU DARI POTONGAN KERTAS




Kembali memanfaatkan sebagai media kertas, dekorasi lampu yang dibuat oleh Gabrielle Guy ini terinsiprasi oleh lentera tua yang ia temukan di rumah barunya. Pemilik lama rupanya lupa membawa lentera tuanya, namun hal ini justru menjadi sebuah ide bagi Gabrielle. Dengan menggunting kertas bekas dan menempelkannya pada lentera tua yang ia temukan, maka terciptalah lampu unik yang terpasang di sebuah ruang keluarga. Kreatifitas tidak dapat dibatasi, kita sendiri pun dapat membuat kreasi dari hal-hal yang sering kita jumpai pada rutinitas sehari-hari.


Share

Twitter Facebook